UPACARA BENDERA PERTAMA KALI DI DESA WONOPRINGGO, KABUPATEN PEKALONGAN

17 Agustus 2017 merupakan hari yang bersejarah bagi Desa Wonopringgo. Karena pada hari tersebut telah dilaksanakan upacara bendera yang untuk pertamakalinya dilaksanakan di lingkungan Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.

PENGUKUHAN PASKIBRA DESA WONOPRINGGO TAHUN 2017

Wonopringgo, 16 Agustus 2017 (Lagi-lagi) merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Desa Wonopringgo. Karena pada hari itu, telah dilaksanakan suatu acara yang benar-benar baru untuk pertamakalinya dilaksanakan...

BIMTEK PENGELOLAAN PERPUS TINGKAT PROVINSI

Dua pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo sedang mengikuti "Bimtek Pengelola Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi" yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Bimtek (Bimbingan Teknik) tersebut dilaksanakan di Hotel Santika, Kota Semarang.

HALAL BI HALAL DESA WONOPRINGGO TAHUN 2017

Wonopringgo, 29 Juni 2017 - Setelah acara jalan sehat sekaligus halal bihalal di pagi harinya, kemudian ada acara ngarak mustoko di siang harinya, serangkaian acara pasca lebaran di Desa Wonopringgo belum berakhir. Masih ada satu lagi acara yang harus di selesaikan. Yaitu acara yang bertajuk "Pengajian Umum Dalam Rangka Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017"

ARAK-ARAKAN KUBAH MUSHOLLA

Ngarak Mustoko" atau yang lebih familiar dengan sebutan "Arak-Arakan Kubah" biasanya diselenggarakan pada acara pembangunan Masjid. Lain halnya dengan yang terjadi di Desa Wonopringgo...

Wednesday, December 13, 2017

Uparaca Bendera Untuk Pertama Kalinya di Desa Wonopringgo / First Flag Ceremony in Wonopringgo Village

17 Agustus 2017 merupakan hari yang bersejarah bagi Desa Wonopringgo. Karena pada hari tersebut telah dilaksanakan upacara bendera yang untuk pertamakalinya dilaksanakan di lingkungan Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Upacara kali ini, dilaksanakan dengan tujuan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-72. Upacara dilaksanakan di halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pringgodani dan juga jalanan sekitar komplek Balai Desa Wonopringgo. Tepatnya jalan di bagian timur dan selatan GSG Pringgodani. Jadi, ketika acara berlangsung, jalanan tersebut ditutup untuk sementara waktu hingga upacara usai. Upacara dihadiri oleh seluruh perangkat desa, kepala desa yang pernah menjabat di Desa Wonopringgo atau yang mewakili, BPD, keluarga pasukan pengibar bendera, Hansip, perwakilan warga masing-masing RT, Ketua RT dan ketua RW, Ibu-ibu PKK, perwakilan seluruh organisasi yang ada di Desa Wonopringgo dan tidak ketinggalan pula perwakilan dari Karang Taruna serta pemuda Desa Wonopringgo.


Galeri Foto Upacara 17 Agustus 2017 di Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan / Photo Gallery of Flag Ceremony on August 17, 2017 in Wonopringgo Village, Pekalongan Regency


17 Agustus 2017 merupakan hari yang bersejarah bagi Desa Wonopringgo. Karena pada hari tersebut telah dilaksanakan upacara bendera yang untuk pertamakalinya dilaksanakan di lingkungan Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Upacara kali ini, dilaksanakan dengan tujuan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-72. Upacara dilaksanakan di halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pringgodani dan juga jalanan sekitar komplek Balai Desa Wonopringgo. Tepatnya jalan di bagian timur dan selatan GSG Pringgodani. Jadi, ketika acara berlangsung, jalanan tersebut ditutup untuk sementara waktu hingga upacara usai. Upacara dihadiri oleh seluruh perangkat desa, kepala desa yang pernah menjabat di Desa Wonopringgo atau yang mewakili, BPD, keluarga pasukan pengibar bendera, Hansip, perwakilan warga masing-masing RT, Ketua RT dan ketua RW, Ibu-ibu PKK, perwakilan seluruh organisasi yang ada di Desa Wonopringgo dan tidak ketinggalan pula perwakilan dari Karang Taruna serta pemuda Desa Wonopringgo.

August 17, 2017 is a historic day for villagers of Wonopringgo Village. Because on that day, the flag ceremony was held for the first time in Wonopringgo Village, Pekalongan Regency. This ceremony is held with the aim to commemorate the 72nd anniversary of the Republic of Indonesia. The ceremony was held in the courtyard of Multipurpose Building (GSG) Pringgodani and also the streets around the complex of Wonopringgo Village Hall. Precisely on road in eastern and southern GSG Pringgodani. So, when the ceremony took place, the street was closed for a while until the ceremony was over. The ceremony was attended by all village apparatuses, village heads who had served in Wonopringgo Village or representing, BPD, family flag raisers, Hansip, representatives of each RT, Head of RT and head of RW, PKK ladies, representatives of all organizations is in Wonopringgo Village and don't miss also representatives from Karang Taruna and youth of Wonopringgo Village.

Informasi Lebih Lanjut: BACA DI SINI

For More Info: HERE

Wednesday, November 8, 2017

Malam Pengukuhan Paskibra Desa Wonopringgo Tahun 2017 / Inauguration Night of Flag Raisers on Wonopringgo Village in 2017

Wonopringgo, 16 Agustus 2017 (Lagi-lagi) merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Desa Wonopringgo. Karena pada hari itu, telah dilaksanakan suatu acara yang benar-benar baru untuk pertamakalinya dilaksanakan. Acara tersebut adalah "Malam Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Desa Wonopringgo Tahun 2017". Hari-hari sebelumnya, belum pernah sekalipun dilaksanakan acara demikian di lingkungan Desa Wonopringgo. Jadi, ini adalah momen bersejarah yang patut untuk dikenang dan diabadikan. Pada malam itu, Pemerintah Desa Wonopringgo mengukuhkan sepuluh orang anggota paskibra yang akan menjadi petugas pada acara memperingati HUT RI ke-72 tahun 2017 ini.


Wonopringgo, August 16, 2017 (Again) is a very historic day for Wonopringgo Village. Because on that day, a completely new event was held for the first time. The event was "Inauguration Night of Flag Raisers (Paskibra) on Wonopringgo Village in 2017". The previous days, have never done that event on Wonopringgo Village. So, this is a historic moment that deserves to be remembered and immortalized. On that night, Wonopringgo Village Government confirmed ten members of Paskibra who will on duty at the ceremony commemorating the 72nd anniversary Republic of Indonesia in 2017.

Sebelum acara malam pengukuhan ini dimulai, para anggota paskibra telah melakukan seleksi kemudian berlatih terlebih dahulu kira-kira selama dua minggu sebelum acara ini berlangsung. Seleksi sekaligus latihan tersebut, dipimpin langsung oleh warga Desa Wonopringgo yang tergabung dalam pasukan Tentara Nasional Indonesia, yaitu saudara Puji dan saudara Borus. Setelah melalui segala macam proses tersebut, akhirnya terpilihlah sembilan pemuda yang dianggap cocok sekaligus mumpuni untuk mengemban tugas bersejarah tersebut. Sembilan pemuda itu diantaranya adalah Ilham, Lisa, Ali, Andri, Eva, Naufal, Ivan, Asti dan Birin.


Before this events begins, members of Paskibra have followed the selection and then practiced for about two weeks before the event. Selection and exercise, led directly by the villagers of Wonopringgo who are members of the Indonesian National Army, they are Mr.Puji and Mr.Borus. After through all process, finally elected nine youths who are considered fit and capable to carry the historic duty. The nine youngster are Ilham, Lisa, Ali, Andri, Eva, Naufal, Ivan, Asti and Birin.

Pukul 20.30 WIB seluruh pasukan yang akan dikukuhkan telah mulai melakukan persiapan. Mulai dari make up, pakaian, sarung tangan, sepatu hingga aksesoris lainnya. Segala perlengkapan yang akan digunakan pada malam pengukuhan ini adalah perlengkapan serupa yang akan digunakan esok hari pada upacara memperingati HUT RI ke-72 di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo. Tak berlangsung lama, pukul 21.30 WIB acara pengukuhan pun dimulai.


At 20.30 WIB all members which will be confirmed have started to make preparations. Starting from make up, clothing, gloves, shoes and other accessories. All equipment that will be used on this inaugural night is similar equipment that will be used tomorrow at the ceremony commemorating the 72nd anniversary of RI on GSG Pringgodani, Wonopringgo Village. It didn't last long, at 21:30 pm, the inaugural event began.

Barisan paskibra memasuki GSG Pringgodani melalui sisi selatan gedung. Pasukan tersebut dipimpin langsung oleh saudara Bawon, yang bertugas sebagai pemimpin pasukan. Hanya sekejap saja, pemimpin pasukan dengan piawainya mengarahkan pasukannya untuk memasuki GSG. Kemudian, pasukan langsung diarahkan untuk membentuk sebuah formasi menghadap ke arah utara. Setelah pasukan siap pada posisinya, Master of Ceremony (MC) mulai memainkan perannya. Dimulai dengan mempersilahkan komandan upacara yang pada kesempatan ini dibawakan langsung oleh saudara Borus untuk memasuki lapangan upacara. Setelah itu, pembina upacara mulai memasuki lapangan upacara, setelah sebelumnya mendapatkan penghormatan serta laporan dari pemimpin upacara. Kemudian, acara berjalan dengan lancar sesuai komado MC malam itu, yang kebetulan dibawakan langsung oleh Istiqomah.


Paskibra squad entered GSG Pringgodani through the south side of the building. Paskibra squad were led directly by Mr.Bawon, who served as the squad leader. Just a moment, squad leader with his expertise directs his troops to enter the GSG. Then, paskibra squad are directed to form a formation facing north. After they are ready in position, the Master of Ceremonies (MC) begins to play its part. Begin by inviting the ceremonial commander on this occasion to be delivered by Mr.Borus to enter the ceremonial field. After that, ceremonial builder begins to enter the ceremonial grounds, having previously received reverence and reports from the ceremonial leader. Then, the event went smoothly according to the MC comado that night, which happened delivered directly by Istiqomah.


Setelah memasuki lapangan upacara, pembina upacara yang pada malam itu kebetulan dibawakan langsung oleh Kepala Desa Wonopringgo, langsung menjadi aktor utama pada acara tersebut. Pembina upacara mulai menyampaikan sedikit sambutannya yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah pengukuhan anggota Paskibra Desa Wonopringgo Tahun 2017. "Bersediakah saudara-saudara saya kukuhkan menjadi pasukan generasi muda pengibar bendera merah putih?" Begitulah kira-kira kalimat lantang yang dilontarkan oleh pembina upacara yang ditujukan kepada kesepuluh anggota paskibra. Tak mau kalah, kesepuluh anggota paskibra langsung menjawab dengan suara yang tidak kalah lantangnya meski tanpa menggunakan pengeras suara "Bersedia!!!". "Saya percaya, bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Sesuai tanggungjawab yang dibebankan diatas pundak saudara. Sehingga upacara peringatan HUT RI ke-72 tahun 2017 di Desa Wonopringgo berjalan dengan lancar, tertib dan khidmat" imbuh pembina upacara seraya menutup sambutan serta pembacaan sumpah pengukuhan paskibra Desa Wonopringgo. Setelah menutup sambutannya, pembina upacara langsung menyerahkan naskah kembali kepada saudara Agus yang bertugas sebagai pembawa naskah pada malam itu.


After entering ceremony area, ceremony builder who was on that night delivered by The Head of Wonopringgo Village, immediately became the main actor at the event. Ceremonial builder began to deliver a little speech which was then followed by the reading of the oath of Paskibra inauguration on Wonopringgo Village in 2017. "Will you all establish a youth force of flag raisers?" That's loud sentences made by the ceremony builder who addressed to ten members of paskibra. Not to be outdone, ten members of paskibra immediately answered with a voice that is not less louder even without using a loudspeaker "Willing!". "I believe that you all will carry out your duties as well as possible, so that the ceremony of the 72nd anniversary of the Republic of Indonesia in 2017 on Wonopringgo village runs smoothly, orderly and solemnly" added the ceremony builder while closing speech and reading of the inaugural oath of Paskibra Wonopringgo Village. After closing his speech, the ceremonial builder immediately handed the manuscript back to Mr.Agus who served as the script carrier at that night.


Setelah itu, acara berlangsung jauh lebih khidmat. Karena pemimpin pasukan langsung mengambil peran mengatur pasukannya untuk membentuk formasi terbuka mengelilingi tepian GSG Pringgodani. Ketika pasukan telah siap berada di posisinya masing-masing, lampu penerangan GSG langsung dipadamkan. Setelah lampu padam, seketika itu langsung terdengar alunan lagu "Bagimu Negeri". Tak mau kalah, hentakan kaki saudara Hapri yang membawa bendera merah putih pun mulai menggelegar. Langkah demi langkah ia lalui untuk menghampiri satu persatu anggota paskibra yang baru saja dikukuhkan. Dimulai dari pemimpin pasukan yang dengan gagah langsung memberikan hormat kepada bendera merah putih yang kini diarahkan tepat didepan kepalanya. Setalah itu, tangan pemimpin pasukan dengan sigap meraih ujung bendera merah putih yang langsung mengarahkannya mendekati muka, adegan paling mengharukan terjadi setelah ini. Ujung bendera merah putih yang telah mendekati muka tersebut, langsung diarahkan mendekati bibir. Kemudian, secara elegan mengambil nafas panjang lalu langsung mencium bendera merah putih dengan penuh rasa bangga, gembira, senang dan tanggungjawab.



After that, the event went much more solemnly. Because leader paskibra immediately took the role of organizing his members to form an open formation around the edge of GSG Pringgodani. When paskibra members were ready to be in their respective positions, GSG lighting was instantly went out. After that, immediately heard the strains of the song "Bagimu Negeri". Not to be outdone, beat feet from Mr.Hapri who carrying a red and white flag began blaring. Step by step he went through to approach one by one paskibra members who have just confirmed. Starting from pasikbra leader who gallantly directly salute to the red and white flag that is now directed in front of his head. After that, his hand was swiftly reaching for the end of a flag that led directly to the face, most touching happens scene going after this. Edge of flag that have approached to his face, directly directed toward the lips. Then, elegantly take a deep breath and immediately smell the flag with great pride, joy, delight and responsibility.



Setelah itu, berturut-turut anggota paskibra lainnya pun melakukan adegan yang sama seperti apa yang telah dilakukan oleh pemimpin pasukan. Dimulai dari saudara Lisa, Eva, Asti, Ilham, Andri, Ivan, Ali, Naufal dan ditutup oleh Birin. Kegiatan menarik nafas panjang kemudian dilanjutkan dengan mencium bendera merah putih merupakan suatu simbol atau kiasan kesediaan untuk senantiasa setia dan membela bendera merah putih. Setelah seluruh anggota paskibra mendapatkan gilirannya, MC mempersilahkan Ust.Wisman untuk memimpin pembacaan doa untuk kelancaran acara esok hari dan hari-hari setelahnya.



After that, in succession other paskibra members did the same scene as what has been done by the leader of paskibra. Starting from Lisa, Eva, Asti, Ilham, Andri, Ivan, Ali, Naufal and closed by Birin. Activity takes a deep breath then continued to smell the flag is a symbol or metaphor of willingness to always be faithful and defend the red-white flag. After all members paskibra get their turn, MC invite Ust.Wisman to lead the reading of prayer for the smoothness of the event tomorrow and the days after.



Lampu penerangan GSG mulai dinyalakan, MC kembali mengambil alih perannya dengan mempersilahkan pembina upacara beserta jajarannya yang kemudian diikuti oleh tamu undangan untuk memberikan ucapan selamat kepada seluruh anggota paskibra. Ucapan tersebut, merupakan tanda telah berhasil dikukuhkannya anggota paskibra Desa Wonopringgo yang akan bertugas keesokan harinya.


GSG lighting lights started on, MC took again over the role by inviting the ceremony builder and his staff followed by invited guests to give congratulations to all members of paskibra. Speech, is a sign of success has been confirmed to be members of paskibra on Wonopringgo Village, who will be on duty the next day.


Ternyata acara belum selesai, MC kembali menggunakan pengeras suara, lalu mengatakan bahwa akan ada tumpeng yang harus dipotong oleh pembina upacara yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada dua perwakilan petugas upacara esok hari. Seraya menutup acara, MC lalu mempersilahkan seluruh petugas upacara, peserta, maupun tamu undangn untuk menikmati hidangan tumpeng yang telah disediakan.


Apparently this event was not finished. Again, MC used the loudspeaker, then she said that there will be a cone that must be cut by the ceremonial builder who then handed symbolically to two representatives of the ceremony tomorrow. While closing the event, the MC then invited all ceremony officers, participants, and invited guests to enjoy a dish of cone that has been provided.



Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK

Salam MANTap!
"Menuju Wonopriggo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)

Galeri Foto Malam Pengukuhan Paskibra Desa Wonopringgo Tahun 2017 / Photo Gallery Inauguration Night "Paskibra" of Village Wonopringgo 2017

Wonopringgo, 16 Agustus 2017 (Lagi-lagi) merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Desa Wonopringgo. Karena pada hari itu, telah dilaksanakan suatu acara yang benar-benar baru untuk pertamakalinya dilaksanakan. Acara tersebut adalah "Malam Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Desa Wonopringgo Tahun 2017". Hari-hari sebelumnya, belum pernah sekalipun dilaksanakan acara demikian di lingkungan Desa Wonopringgo. Jadi, ini adalah momen bersejarah yang patut untuk dikenang dan diabadikan. Pada malam itu, Pemerintah Desa Wonopringgo mengukuhkan sepuluh orang anggota paskibra yang akan menjadi petugas pada acara memperingati HUT RI ke-72 tahun 2017 ini...

Lengkapnya dapat dibaca DI SINI

Berikut ini adalah galeri lengkap malam pengukuhan pasukan pengibar bendera (Paskibra) Desa Wonopringgo tahun 2017...


Monday, October 16, 2017

Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo Akan Mendapatkan Bantuan Dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah / "Cerah" Library of Wonopringgo Village Will Get Donations From Central Java Provincial Library

Saat ini dua pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo sedang mengikuti "Bimtek Pengelola Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi" yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Bimtek (Bimbingan Teknik) tersebut dilaksanakan di Hotel Santika, Kota Semarang. Acara tersebut dimulai sejak Senin, 16 Oktober 2017 dan berakhir pada Rabu, 18 Oktober 2017. Kegiatan tersebut bersifat wajib bagi perpustakaan yang akan menerima bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Currently two administrators of "Cerah" Library of Wonopringgo Village are following the "Technical Guidance of Library Management on Provincial Level" held by the Office of Archives and Library of Central Java Province. Technical Guidance is held in Santika Hotel's, at Semarang City. The event started on Monday, October 16, 2017 and ended on Wednesday, October 18, 2017. The activity is mandatory for libraries that will receive donation from the Central Java Provincial Library.

Untuk acara Bimtek kali ini, pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo diwakili oleh dua pemuda-pemudi terbaiknya, yaitu saudara Ibnu Ziyad sebagai Ketua Perpustakaan dan Intan Kusuma Dewi sebagai Pelaksana Harian Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Perlu diketahui, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo untuk tahun ini, akan mendapatkan bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Acara Bimtek tersebut bersifat wajib bagi perpustakaan desa atau kelurahan yang akan menerima bantuan. Bentuk bantuan yang dimaksud adalah bantuan yang berupa sejumlah buku dan rak buku yang berjumlah sebanyak 2 buah. Oleh karena itu, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo mengirimkan dua wakilnya untuk menghadiri acara tersebut. Karena jika tidak mengirimkan perwakilan untuk mengikuti bimtek, bantuan yang telah ada akan dialihkan kepada perpustakaan lain.

For this event, at this time administrator of "Cerah" Library of  Wonopringgo Village are represented by two of best youngsters, namely Ibnu Ziyad as the Head of Library and Intan Kusuma Dewi as Daily Executor of "Cerah" Library of Wonopringgo Village. Please note, "Cerah" Library of Wonopringgo Village for this year, will get help from the Central Java Provincial Library. This event is mandatory for the village library that will receive some help. The form of assistance in question is donation of several books and bookshelves, amounting to 2 pieces. Therefore, "Cerah" Library of Wonopringgo Village sent two representatives to attend this event. Because if it does not send a representative to follow this technical guidance, existing donations will bestow to other libraries.


 Intan Kusuma Dewi dan Ibnu Ziyad Saat Mengikuti Bimtek / IKD and IZ When Following Technical Guidance

Perwakilan Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo Saat Sedang Mempraktekkan Materi Yang Telah Disampaikan Representative of "Cerah" Library of Wonopringgo Village While Practicing the Material That Has Been Delivered
Acara ini memiliki beberapa tujuan, diantaraya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perpustakaan, membekali ilmu pengetahuan tentang perpustakaan kepada pengelola dan memeberikan motivasi kepada pengelola untuk mengembangkan perpustakaan. Hal tersebut sangat sejalan dengan materi yang akan disampaikan. Diantaranya adalah administrasi perpustakaan, klasifikasi dan praktek, katalogisasai dan praktek, Aplikasi teknologi informasi perpustakaan, Perawatan bahan perpustakaan serta layanan dan promosi perpustakaan. Nyatanya, materi yang disusun adalah hal-hal yang sangat diperlukan untuk mengelola dan mengembangkan perpustakaan. Dengan mengirimkan wakilnya untuk mengikuti bimtek tersebut, akan ada hal positif yang akan ditularkan oleh suadara Ziyad dan Intan kepada pengurus perpustakaan ataupun warga lainnya. Harapannya, akan ada peningkatan pelayanan serta kualitas dari Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo, sehingga dapat lebih bermanfaat dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya warga Desa Wonopringgo itu sendiri.

This event has several goals, among them are to improve the quality of human resources of libraries sector, equip knowledge of library's administrator and give motivation to develop the library. This is very appropriate with the material to be delivered. Among them are library administration, classification and practice, catalogisasi and practice, Application information technology of library, Maintenance of library materials as well as library services and promotion. In a fact, the materials given are the things that are needed to manage and develop the library. By sending representative to follow this event, there will be a positive thing that will be transmitted by Ziyad and Intan to other libraries administrator or other society. Hopefully, there will be improvement of service and quality of "Cerah" Library of Wonopringgo Village, so it can be more useful and exploited by the wider society, especially Wonopringgo villagers.



Setelah mengikuti acara bimtek ini, bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah akan sesegera mungkin didistribusikan kepada Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Menurut rencana, apabila tidak ada halangan, bantuan tersebut akan diserahkan langsung oleh Bapak Asip Kholbihi selaku Bupati Pekalongan. Terlepas dari semua itu, semoga Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo dapat menghadirkan manfaat positif bagi masyarakat luas. Terlebih setelah mengikuti Bimtek ini, semoga akan semakin besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya warga Desa Wonopringgo itu sendiri. Maju Terus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo!!!  Tunjukkan Kilau mu, Sehingga Dapat Mencerahkan Kehidupan Bangsa!!!

After attending this event, donations from the Central Java Provincial Library will be distributed as soon as possible to "Cerah" Library of Wonopringgo Village. According to the plan, if there is no inhibitation, will be handed over directly by Mr. Asip Kholbihi as the Regent of Pekalongan. Regardless of that, hopefully the Library of Sunny Village Wonopringgo can bring positive benefits for the wider community. Especially after following this event, hopefully many benefits felt by society, especially the villagers Wonopringgo. Continue to Continue Cerah (Bright) Library of Wonopringgo Village!!! Show Your Luster, So It Can Brighten Nation Life!!!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Thursday, October 12, 2017

Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017 / Halal Bi Halal on Wonopringgo Village in 2017

Wonopringgo, 29 Juni 2017 - Setelah acara jalan sehat sekaligus halal bihalal di pagi harinya, kemudian ada acara ngarak mustoko di siang harinya, serangkaian acara pasca lebaran di Desa Wonopringgo belum berakhir. Masih ada satu lagi acara yang harus di selesaikan. Yaitu acara yang bertajuk "Pengajian Umum Dalam Rangka Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017". Acara tersebut diperuntukkan bagi siapa pun yang merupakan warga Desa Wonopringgo. Jadi, mau muda, tua, pria ataupun wanita diperbolehkan dan dipersilahkan untuk menghadiri acara tersebut.

Wonopringgo, June 29, 2017 - After a healthy walk event and halal bihalal in the morning, then there is a procession of "ngarak mustoko" on afternoon, a series of post-Eid events in Wonopringgo village is not over. There is still one more event to complete. Namely the event entitled "Public Recitation Beside of Halal Bi Halal on Wonopringgo Village Year 2017". The event is for anyone who is a citizen of Wonopringgo Village. So, want young, old, men or women are allowed and welcome to attend the event.

Acara dibuka oleh penampilan kesenian duror dari Desa Wonopringgo. Karena keindahan lantunan irama musik yang dibawakannya, kemudian mulai menarik perhatian masyarakat Desa Wonopringgo untuk segera menuju ke GSG Pringgodani guna menghadiri acara tersebut di atas. Sekitar pukul 19.30 warga mulai berduyung-duyung berdatangan ke tempat acara, padahal acara secara resmi baru akan dimulai pukul 21.00 WIB. Sebelum memasuki tempat acara, warga yang hadir akan disambut oleh pemuda atau pemudi Desa Wonopringgo yang tergabung dalam Karang Taruna Pringgodani di setiap pintu masuk yang tersedia. Pintu masuk disediakan sebanyak 2 buah, di sebelah Timur GSG Pringgodani yang dikhususkan untuk pengunjung pria yang akan disambut oleh pemuda Desa Wonopringgo dan di sebalah Selatan GSG Pringgodani yang dikhususkan untuk pengunjung wanita yang akan disambut oleh pemudi Desa Wonopringgo.




The event was opened by a performance of "duror's art" from the village of Wonopringgo. Because of the beauty of the music rhythm that he brought, then began to attract the attention of the people of Wonopringgo Village to came to GSG Pringgodani to attend the event mentioned above. At around 19.30 people began to stagger to come to the venue, but the event will officially begin at 21:00 pm. Prior to entering the venue, the residents will be welcomed by the youth or girls of Wonopringgo Village who are members of Karang Taruna Pringgodani at every available entrance. The entrance is provided as much as 2 pieces, to the east of GSG Pringgodani devoted to male visitors who will be welcomed by youth man of Wonopringgo Village and in the South GSG Pringgodani which is devoted to female visitors who will be welcomed by youth girl of Wonopringgo Village.

Sembari menunggu pembicara hadir ditengah-tengah acara, pengunjung yang telah hadir di dalam GSG Pringgodani masih terus dihibur oleh penampilan dari kesenian duror Desa Wonopringgo. Untuk informasi, kesenian duror Desa Wonopringgo juga bisa diundang untuk mengisi acara di berbagai tempat dan berbagai acara. Untuk info lebih lanjut mengenai hal itu, silahkan hubungi saudara IBNU ZIYAD di 0857 2616 4591

While waiting of the speaker to be present in the middle of the event, the visitors who have been present in GSG Pringgodani still kept entertained by the appearance from "duror's art" of Wonopringgo village. For information, "duror's art" Wonopringgo village can also be invited to fill the event in various places and various events. For more info on this subject, please contact IBNU ZIYAD's sibling at 0857 2616 4591



Tepat pukul 21.00 WIB, acara resmi dibuka oleh pembawa acara, yang kebetulan saat itu dibawakan langsung oleh saudara Istiqomah. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan langsung oleh saudara Ayu serta pembacaan arti dalam Bahasa Indonesia yang dibawakan oleh saudara Ana. Kedua nama yang telah disebutkan sebelumnya merupakan pemudi Desa Wonopringgo yang tergabung dalam IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulamah) Desa Wonopringgo. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Dimana sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, saudara Ibnu Ziyad. Lalu, sambutan kedua dibawakan oleh Kepala Desa Wonopringgo, saudara Slamet Haryanto.

Exactly at 21:00 pm, the event was officially opened by master of ceremony, who happened to be brought directly by Istiqomah. Then the event continued with the recitation of the holy verses of the Qur'an that was delivered directly by Ayu and the reading of the meaning in Bahasa Indonesia presented Ana. The two previously mentioned names are girls from Wonopringgo Village who are members of IPPNU (Student Association of Putri Nahdatul Ulamah) Wonopringgo Village. After that, the event continued with some speech. Where the first speech delivered by the Chairman of the Committee, Ibnu Ziyad. Then, the second speech was delivered by the Village Chief Wonopringgo, Slamet Haryanto.


Setelah acara hiburan dan sambutan-sambutan selesai, kemudian acara mulai memasuki acara inti. Dimana acara inti tersebut merupakan pengajian yang dibawakan langsung oleh KH Abdul Manan dari Kayugeritan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Tepat pukul 22.00 WIB pembicara memulai meberikan ceramahnya pada acara pengajian umum dalam rangka "Halal Bi Hhalal Masyarakat Desa Wonopringgo Tahun 2017". Pada kesempatan kali ini, pembicara lebih menekankan kepada pentingnya menyambung tali silaturahmi dan pentingnya saling memafkan pada hari yang suci ini. Tepat pukul 23.30 WIB acara selesai dan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan bersama dan juga untuk kemajuan Desa Wonopringgo.

After the entertainment and some speech are over, then the event begins to enter the core event. Where the core event is a recitation brought by KH Abdul Manan from Kayugeritan Karanganyar, Pekalongan Regency. Precisely at 22:00 pm the speaker began giving his lecture at the public recitation event in order to "Halal Bi Halal People of Wonopringgo Village Year 2017". On this occasion, the speaker put more emphasis on the importance of connecting ties and the importance of mutual forgiveness on this holy day. Precisely at 23:30 pm the event was completed and then closed with a joint prayer for the common good and also for the progress of Wonopringgo Village.



Seluruh dokumentasi acara ini, dapat dilihat pada tautan berikut DI SINI (Galeri di Web desawonopringgo.com) atau DI SINI (Galeri di Facebook Page Desa Wonopringgo)

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Galeri Foto Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017 / Photo Gallery of Halal Bi Halal on Wonopringgo Village in 2017

Untuk liputan lengkapnya dapat dilihat melalui link --> INI
Galeri foto lengkap acara Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017. Galeri lainnya juga dapat dilihat melalui Fanspage Desa Wonopringgo --> DISINI

For full review can be seen through this link --> THIS
Photo gallery of Halal Bi Halal on Wonopringgo Village in 2017. Other galleries can also be viewed through Facebook Page of "Desa Wonopringgo" --> HERE

Monday, September 18, 2017

ARAK-ARAKAN KUBAH (NGARAK MUSTOKO) MUSHOLLA DARUSSALAM DESA WONOPRINGGO


"Ngarak Mustoko" atau yang lebih familiar dengan sebutan "Arak-Arakan Kubah" biasanya diselenggarakan pada acara pembangunan Masjid. Lain halnya dengan yang terjadi di Desa Wonopringgo, acara arak-arakan kubah diselenggarakan karena adanya pembangunan Mushola. Untuk Informasi, di Desa Wonopringgo terdapat tujuh Mushola dan satu Masjid. Salah satu dari tujuh Mushola yang ada di Desa Wonopringgo, untuk tahun ini sedang dilakukan pemugaran besar-besaran. Bangunan lama dirubuhkan hampir seluruhnya, hanya menyisakan beberapa bagian saja. Termasuk kubah lama pun di turunkan dan diganti dengan yang baru. Oleh karena itu, kubah baru yang akan dijadikan sebagai ganti kubah yang lama, dilakukan prosesi atau ritual arak-arakan yang pada dasarnya dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Seperti apakah acara tersebut berlangsung? Mari kita saksikan bersama-sama...

"Ngarak Mustoko" (Javanese Language) or more familiar called "Dome Procession" is usually held at the process building of big mosque. Another case with what happened in Wonopringgo Village, ceremonial pageant of dome was held due to the construction of the small mosque (Musholla). For Your Information, in Wonopringgo Village there are seven Musholla and one big Mosque. One of the seven Musholla in Wonopringgo Village, for this year is being done massive restoration. The old building was completely demolished, leaving only a few sections. Including the old dome was lowered and replaced with the new one. Therefore, the new dome does ritual procession which is basically implemented as a form of gratitude to God. What does the event look like? Let's watch it together ...


Kamis, 29 Juni 2017, setelah acara jalan sehat dalam rangka halal bi halal Desa Wonopringgo selesai dilaksanakan sekitar pukul 11.30 WIB, (liputannya dapat dibaca DI SINI) serangkaian acara pasca lebaran di Desa Wonopringgo belum berakhir. Tepatnya pukul 13.00 WIB, diadakan acara yang belum tentu setahun sekali diadakan, atau bahkan sepuluh tahun sekalipun. Karena, acara tersebut bisa terlaksana jikalau ada Mushola atau Masjid yang dilakukan pemugaran atau renovasi secara besar-besaran. Acara tersebut adalah "Arak-arakan Kubah" atau "Ngarak Mustoko". Arak-arakan tersebut dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan karena warga Desa Wonopringgo pada umumnya atau warga Dukuh Sala'an pada khususnya telah berhasil memugar atau merenovasi Mushola yang ada di Dukuh Sala'an. Pada mulanya, rencana renovasi hanya akan dilaksanakan khusus untuk memugar bagian atapnya saja. Namun, karena antusiasme masyarakat yang begitu besarnya, rencana awal tersebut akhirnya berubah menjadi renovasi Mushola secara keseluruhan. Hampir sembilan puluh lima persen bagian awal Mushola diratakan dengan tanah, kemudian hanya menyisakan sedikit bagian saja.

Thursday, June 29, 2017, after healthy walk event in halal bi halal Wonopringgo Village was completed at around 11:30 pm, a series of post-Eid events in Wonopringgo village has not ended. Precisely a t 13.00 pm, held events that are not necessarily once a year held, or even ten years though. Because, the event can be accomplished if there is a mosque or mosque that done the refurbishment or renovation on a large scale. The event is a "Dome Procession" or "Ngarak Mustoko" (Javanese Language). The procession was held as a form of gratitude to God because the villagers of Wonopringgo in general or the residents of Sala'an Hamlet in particular have managed to restore or renovate the existing Musholla in Sala'a Hamlet. Initially, the renovation plan will only be implemented specifically to restore the roof only. However, due to the enormous enthusiasm of the community, the original plan eventually turned into a total Musholla renovation. Nearly ninety-five percent of the early part of the Musholla was flattened to the ground, leaving only a few sections.


Acara ngarak mustoko sendiri dimulai dari depan Musholla Darussalam Dukuh Sala'an Desa Wonopringgo kemudian menuju ke arah Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo, sesampainya di pertigaan GSG Pringgodani, berbelok ke arah utara menuju pasar melewati Blang Lor, Logawan dan Ibnu Siena. Lalu, masuk ke sebelah pasar, kemudian kembali lagi ke Musholla Darussalam melewati kawasan RT 04 dan RT 05. Arak-arakan berakhir di titik awal pemberangkatan yaitu Musholla Darussalam.

The event of Dome Procession starts from in front of Musholla Darussalam Dukuh Sala'an Wonopringgo Village then heads towards Darul Huda Mosque of Wonopringgo Village, arrive at GSG Pringgodani junction, turn north towards the market through Blang Lor, Logawan and Ibnu Siena. Then, to the market, then back to Musholla Darussalam through RT 04 and RT 05. The procession ends at the starting point of departure ie Musholla Darussalam.


Rencana awalnya, kubah musholla akan diarak dengan cara dipanggul, namun karena berbagai pertimbangan, salah satunya mengenai jarak rute yang akan dilalui. Akhirnya rencana tersebut urung dilaksanakan. Hingga akhirnya, kubah Musholla diarak di atas sebuah mobil pick up. Sebelum diarak, kubah masjid dihiasi oleh rangkaian bunga melati yang dililitkan dari bagian atas kubah hingga menjuntai ke bawah. Di atas mobil pick up juga akan ada beberapa orang yang akan memastikan bahwa kubah dalam keadaan aman selama perjalan berlangsung.

Initial plan, the domes of the mosque will be paraded by shouldered together, but due to various considerations, ultimately the plan failed to be implemented. Until finally, the Musholla dome was paraded over by pickup car. Before parade, the dome is decorated by a series of jasmine flowers wrapped from the top of the dome until dangling down. On top of pickup car there will also be some people who will make sure that the dome is safe during the trip.



Arak-arakan ini dimeriahkan oleh penampilan dari Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo yang menampilkan Naga Liong dan Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe) dari Kecamatan Buaran, yang selalu menampilkan atraksi di setiap jalan yang dilalui. Sehingga semakin menambah meriah acara arak-arakan tersebut. Selain itu, turut serta pula dalam rombongan arak-arakan diantaranya adalah Warga Desa Wonopringgo yang terdiri dari Pemerintah Desa Wonopringgo, Hansip, Linmas serta warga sipil dan jamaah Musholla Darussalam.

The procession was enlivened by the performance of Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo featuring Dragon Liong and Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe) from Buaran Subdistrict, which always show the attractions in every road that pass, so that more festive. In addition, also participated in the procession are Wonopringgo Villagers consisting of Government of Wonopringgo Village, Hansip, Linmas as well as civilians and pilgrims Musholla Darussalam.




Sesampainya di kompleks Musholla Darussalam, kubah Musholla langsung diturunkan dari mobil pickup. Kemudian ditaruh pada tempat khusus yang telah disediakan, sebelum kubah diangkat dan dipasang pada bagian atas Musholla. Ada ritual atau kepercayaan unik pada sesaat sebelum kubah dinaikkan. Yaitu, warga dipersilahkan untuk menyentuh kubah tersebut. Kepercayaan yang berkembang pada masyarakat, jika berhasil menyentuh kubah sebelum dinaikkan, konon katanya akan mendapatkan keberkahan tersendiri, yang belum berjodoh bisa saja menjadi enteng jodoh, yang seret rezeki bisa saja menjadi enteng rezeki. Itulah kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Namun bukan berarti semua itu hanya mitos belaka, semuanya bisa terjadi atas izin Allah. Bisa jadi, setelah menyentuh kubah Musholla, menjadikan masyarakat rindu akan kubah tersebut dan memiliki ketertarikan emosional tersendiri. Kemudian, membuatnya lebih sering mengunjungi Musholla Darussalam lalu berdoa dan memohon kepada sang pencipta agar dipermudah segala urusannya, termasuk masalah jodoh dan rezeki. Bisa jadi bukan?

Arriving at the Musholla Darussalam complex, Musholla dome is directly unloaded from the pickup car. Then put in a special place that has been provided, before the dome is lifted and mounted at the top of the mosque. There is a unique ritual or belief in the moment before the dome is raised. That is, residents are welcome to touch the dome. The belief that grows in the society, if successfully touch the dome before it is raised, it is said that it will get its own blessing, which has not a mate could be have a mate, who bad in sustenance could be good in sustenance. That is a growing belief in society. But that does not mean it's just a myth, everything can happen by God's permission. Could it be, after touching the dome of Musholla, making people miss the dome and have an emotional interest in that;s dome. Then, make it more frequent to visit the Mosque Darussalam then pray and beg God's to facilitate all his affairs, including mate and sustenance. Could it be?




Setelah aktivitas di atas dilaksanakan, acara selanjutnya adalah menaikkan kemudian memasang kubah tersebut ke bagian atas Musholla secara manual, tanpa bantuan alat khusus apapun. Alat bantu yang terlihat hanyalah tali tambang, tangga dan bambu. Untuk menaikkan dan memasang kubah pada tempat semestinya, membutuhkan sekitar 4-5 orang dewasa, hingga kubah benar-benar terpasang sebagaimana mestinya.  Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 4.15 WIB kubah mulai dinaikkan. Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 14.25 WIB, kubah terlah berhasil sampai di bagian paling atas Musholla. Aktivitas selanjutnya, adalah memasang secara permanen kubah pada bagian yang telah ditentukan, hingga benar-benar terpasang secara kuat.

After the above activities are implemented, the next event is raise and then install the dome to the top of the Musholla manually, without the aid of any special tool. The only visible tools are ropes, ladders and bamboo. To raise and put the dome in properly places, it takes about 4-5 adults, until the dome is properly installed as it should. It didn't take long, at about 4:15 pm the dome began to rise. Ten minutes later, precisely at 14:25 pm, the dome made it to the very top of the Mosque. The next activity, is to permanently install the dome on the part that has been determined, until it is really installed strongly.


Sesaat setelah kubah terpasang, Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe)" kembali menghibur warga dan peserta pawai dengan gerakan dan lagu yang selaras. Tak lupa, warga lainnya juga ikut hanyut dalam susana suka cita tersebut.

After the dome installed, Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe)" re-entertaining the citizens and participants of the parade with the movements and songs are aligned. Not to forget, other residents also drifting in the joy of such fun.




Setelah itu, acara berpindah ke dalam Musholla. Pengurus Musholla, Pemuka Agama dan Pemerintah Desa Wonopringgo turut serta di dalamnya. Acara dimulai dengan berdoa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi syukuran yang ditandai dengan makan bersama. Ada yang unik pada prosesi makan bersama tersebut, makanan disajikan dalam tampah besar yang kemudian dimakan bersama-sama oleh 3-4 orang. Makanan tersebut, biasa disebut olah warga sekitar sebagai "Sego Berkat" yang berisi nasi, ayam kampung, megono, mie berserta potongan sayur dan tidak lupa sambal. Tradisi yang unik bukan? Kami rasa, kalian akan mengatakan iya.


After that, the event moves into the Mosque. The board of Musholla, the Religious Leaders and Government of Wonopringgo Village participated in it. The event starts with praying together which is then followed by a procession of gratitude marked by eating together. There is a unique in the procession of eating together, the food is served in a large winnowing basket which is then eaten together by 3-4 people. The food, by residents around commonly referred as "Sego Berkat" which contains rice, chicken, megono, noodles along with vegetable pieces and do not forget to sauce. Is it an unique tradition? I think, you will definitely say yes.

Seluruh dokumentasi acara ini, dapat dilihat pada tautan berikut DI SINI


Untuk Video acara bisa dilihat melalui tautan berikut ini:


Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"