Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat"

Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo

Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis

Pada tanggal 18 Agustus 2018 jam 19.30 WIB telah dilaksanakan Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis di Sekitar Area Desa Wonopringgo

Dua Prestasi Nasional di Boyong ke Desa Wonopringgo

Membanggakan!!! Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo berhasil meraih dua prestasi tingkat nasional

Pentas Puas Aroma

Pada tanggal 15 Februari 2018 telah diadakan suatu acara yang sangat menarik dengan tajuk "Pentas Puas" yang diselenggarakan oleh brand Rokok Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Pemerintah Desa Wonopringgo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H - Minal Aidzin Wal Fa Idzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Sunday, September 16, 2018

Study Banding Pengelola Perpustakaan Desa Se-Kabupaten Rembang di Perpusdes "Cerah" Desa Wonopringgo / Comparative Study of Village Library Administrators of All Rembang Regency in Perpusdes "Cerah" Wonopringgo Village

Pada tanggal 24 April 2018, Perpustakaan Desa (Perpusdes) Cerah Desa Wonopringgo mendapat kunjungan study banding dari pengelola perpustakaan desa se-Kabupaten Rembang yang diinisaisi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Rembang. Tentu merupakan kebanggaan tersendiri karena acara tersebut merupakan agenda study banding pertama secara resmi yang pernah dilakukan di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Suatu apresiasi yang sangat membanggakan mengingat Perpusdes Cerah belum genap berusia 2 tahun setelah berdiri kembali dari tidur panjangnya. Jadi, seperti apakah keseruan study banding pertama yang dilaksanakan di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo Tersebut? Mari simak uraian lengkapnya melalui ulasan berikut...

On April 24, 2018,  Cerah Village Library Wonopringgo Village received a visit from a comparative study from administrator of village library Rembang Regency which was initiated by Archives and Library Official of Rembang Regency. Certainly a matter of pride because the event was the official agenda of the first comparative study ever conducted at Perpusdes Cerah in Wonopringgo Village. A very encouraging appreciation given that the Perpusdes Cerah is not yet 2 years old after standing back from its long sleep. So, what is the excitement of the first comparative study conducted at Perpusdes Cerah in Wonopringgo Village? Let's see the full description through the following review ...


Sekitar pukul 13.00 WIB rombongan dari pengelola perpusdes se-Kabupaten Rembang tiba di halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo. Setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Perpustakaan Dearah (Perpusda) Kabupaten Pekalongan. Saat memasuki area parkir GSG Pringgodani. terlihat rombongan datang menggunakan 2 buah bus yang langsung dari Rembang serta didampingi oleh rombongan dari Perpusda Kabupaten Pekalongan. Sambutan hangat langsung dipimpin oleh Slamet Haryanto selaku Kepala Desa Wonopringgo serta jajarannya dan tidak lupa Ibnu Ziyad selaku Ketua Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Rombongan kemudian diterima langsung di Desa Wonopringgo kemudian langsung dipersilahkan memasuki ruangan GSG Pringgodani.


At around 1:00 p.m., a group of library administrator from Rembang Regency arrived at the GSG Pringgodani village in Wonopringgo Village. After previously visiting Library of Pekalongan Regency. When entering the GSG Pringgodani parking area. seen the group came to use 2 buses directly from Rembang and accompanied by a group from the Perpusda of Pekalongan Regency. A warm welcome was directly led by Slamet Haryanto as the Head of Wonopringgo Village and his ranks and did not forget Ibnu Ziyad as the Head of Perpusdes Cerah in Wonopringgo Village. The group was then received directly in the village of Wonopringgo then immediately welcomed into the GSG Pringgodani.


Kebetulan jam kedatangan yang telah memasuki jam makan siang, rombongan langsung dipersilahkan terlebih dahulu untuk menyantap makan siang yang telah tersedia. Tentunya, sajian paling lezat dari pedagang Nasi Goreng asli dari Desa Wonopringgo yang menemani para rombongan sekalian. Perlu diketahui, rombongan atau kelompok yang melakukan kegiatan di Desa Wonopringgo yang melewati waktu makan akan disuguhi sajian Nasi Goreng. Mengingat Desa Wonopringgo sendiri telah mengukuhkan diri sebagai Kampung Nasi Goreng. Sembari mengisi kekosongan waktu ketika makan siang berlangsung, ditampilkan video-video yang telah berhasil dibuat oleh Desa Wonopringgo untuk menemani rombongan sekalian. Diantaranya adalah video pembangunan yang merupakan Laporan Realisasi APBDes Tahun Anggarab 2017 serta berbagai video tentang kegiatan yang dilakukan di Desa Wonopringgo. Selain itu juga disajikan beberapa video yang memuat prestasi yang pernah dihasilkan oleh Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo.


Incidentally the arrival hour that has entered lunch time, the group is immediately welcome to eat lunch that is already available. Of course, the most delicious dish from the original Fried Rice traders from Wonopringgo Village who accompanied the group as well. Keep in mind, groups that carry out activities in Wonopringgo Village will be treated to Fried Rice. Given that Wonopringgo Village itself has established itself as a "Fried Rice Village". While filling the time when lunch took place, played video that were successfully made by Wonopringgo Village to accompany the group. Among them is video which is the 2017 APBDes Realization Report and various videos about activities carried out in Wonopringgo Village. In addition, a number of videos were also presented which included achievements made by Perpusdes Cerah in Wonopringgo Village.



Setelah makan siang selesai dilaksanakan, pembawa acara yang dibawakan langsung oleh Istiqomah langsung mengambil alih perannya dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan yang sengaja datang jauh-jauh dari Kabupaten Rembang. Setelah itu, sambutan secara resmi pertama langsung disampaikan dengan hangat oleh Kepala Desa Wonopringgo. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan apresiasi yang sangat besar bagi Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa hal-hal baik yang ada di Desa Wonopringgo, utamanya yang ada di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo agar bisa diaplikasikan oleh seluruh pengelola perpusdes se-Kabupaten Rembang ketika telah pulang ke daerahnya masing-masing. Bilau juga menyampaikan agar para peserta study banding dapat memperoleh banyak hal positif yang bermanfaat untuk pengembangan perpusdes masing-masing kedepannya. Sambut bergayung, sambutan kedua disampaiakan langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Rembang yang menyampaikan ucapak terimakasih karena telah disambut dengan rasa kekeluargaan yang sangat kental ketika sampai di Desa Wonopringgo.


After lunch was finished, master of ceremony, which is delivered by Istiqomah, immediately took over the role by welcoming the group who had come all the way from Rembang Regency. After that, the first official greeting was warmly conveyed by the Head of the Wonopringgo Village. He said that this activity was a huge appreciation for Perpusdes Cerah in Wonopringgo Village. In addition, he also said that the good things that existed in Wonopringgo Village, especially those in the Perpusdes Cerah in Wonopringgo Village, could be applied by all library managers in Rembang Regency when they returned to their respective regions. He also said that the comparative study participants could get a lot of positive things that were useful for the development of the local library in the future. Next, the second speech was delivered directly by the Head of the Archives and Library Office of Rembang Regency who expressed his gratitude for being welcomed with a strong sense of kinship when they are arrived in Wonopringgo Village.


Setelah acara sambutan selesai dilaksanakan, acara selanjutnya adalah pemaparan tentang Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo yang disampaikan langsung oleh Ibnu Ziyad selaku Ketua Perpusdes Cerah. Pada pemaparannya, beliau menyampaikan bagaimana sejarah berdirinya Perpusdes Cerah, kemudia kevakuman yang pernah diderita oleh Perpusdes Cerah hingga bangaimana bangkitnya kembali Perpusdes Cerah dari tidur panjangnya. Selain itu, juga disampaikan pula tentang pengelolaan bahan pustakan serta proses peminjaman yang ada di Perpusdes Cerah serta inovasi apa yang dilakukan oleh Perpusdes Cerah sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Perpusdes Cerah.

After the opening ceremony was completed, the next event was the presentation of Cerah Village Library of Wonopringgo Village, which was delivered directly by Ibnu Ziyad as the Head of Cerah Village Library. On his presentation, he conveyed the history of the establishment of the Village Library Cerah of Wonopringgo Village, then the vacuum that was suffered by Village Library Cerah of Wonopringgo Village to the resurgence of the Village Library Cerah of Wonopringgo Village from its long sleep. In addition, also conveyed about the management of library materials and the borrowing process in our library and what innovations were carried out so as to attract the public to visit the Village Library Cerah of Wonopringgo Village.




Acara dilanjutkan dengan kunjungan langsung rombongan ke ruangan utama Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo untuk melakukan pengamatan lapangan. Selain itu, di Perpusdes Cerah para rombongan juga dapat melihat langsung bahwa apa yang disampaiakan pada saat di dalam GSG Pringgodani merupakan keadaan nyata atau keadaan sebenarnya yang ada, dimiliki serta diterapkan di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Begitulah kira-kira keseruan yang tersaji ketika Study Banding dari pengelola perpusdes se-Kabupaten Rembang melaksanakan kegiatannya di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo.


The event continued with a direct visit of the group to the main room of Village Library to conduct field observations. In addition, in the Library, groups can also see firsthand that what was conveyed when in the GSG Pringgodani was a real condition or an actual situation, was owned and implemented in the Cerah Village Library of Wonopringgo Village. That was how much excitement was presented when the Comparative Study of library managers in Rembang District carried out its activities in the Perpusdes Cerah in Wonopringgo Village.

Atau mungkin ada pembaca setia desawonopringgo.com atau mungkin desa atau bahkan kota atau kabupaten lain yang ingin melakukan kegiatan serupa yang dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Rembang? Atau mungkin ada penglola perpusdes yang ingin melakukan study banding atau kunjungan lapangan ke Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo?

Or maybe there are loyal readers of desawonopringgo.com or maybe villages or even other cities or districts who want to do similar activities carried out by the Rembang District Library and Village Library? Or maybe there is a library official who wants to conduct a comparative study or field visit to Perpusdes Cerah in Wonopringgo Village?


Tentu kami akan sangat menerima dengan baik siapapun yang ingin berkunjung ke Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Apabila ada yang berminat, silahkan hubungi:
Ibnu Ziyad (Ketua Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo) +6285726164591
Intan Kusuma Dewi (Petugas Pelayanan) +6285869257986

Of course we will be very accepting of anyone who wants to visit Perpusdes Cerah in Wonopringgo Village. If anyone is interested, please contact:
Ibnu Ziyad (Chairperson of Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo) +6285726164591
Intan Kusuma Dewi (Service Officer) +6285869257986


Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI (sedang dalam proses)
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK (in process)

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Sunday, September 2, 2018

Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat" Desa Wonopringgo




Wonopringgo, Pekalongan – Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu, 25 Juli 2018. Ritual ini rutin dilakukan warga Wonopringgo setiap kalender Jawa menunjukkan tanggal 12 sebagai wujud pelestarian budaya turun temurun. Adapun pembersihan sumur keramat bertujuan untuk menjaga kelestarian sumur peninggalan leluhur serta sebagai wujud rasa hormat dan terima kasih kepada para leluhur atas jasanya membangun Desa Wonopringgo.



Kegiatan kerja bakti membersihkan sumur dimulai pada pukul 06.00 WIB, diawali dengan pencabutan rumput-rumput liar dan pemotongan ranting-ranting pohon yang tumbuh subur di sekitar sumur, dilanjutkan dengan pengurasan air sumur. Berbarengan dengan kegiatan pembersihan sumur, beberapa warga lain mempersiapkan berbagai hasil bumi seperti pisang, jeruk, cabai, semangka, mangga, nanas, serta makanan lainnya seperti nasi bungkus dan beberapa jenis kue basah untuk ditata di atas tikar yang digelar di dekat sumur tua. Setelah lingkungan sekitar sumur sudah bersih, kemudian dilaksanakan doa bersama dengan duduk mengelilingi hasil bumi yang telah ditata tadi. Doa ini ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa memohon keselamatan  para leluhur yang telah berpulang serta untuk keselamatan dan kesejahteraan warga Desa Wonopringgo sendiri. Kegiatan diakhiri dengan bersama-sama memakan hasil bumi dan makanan lain yang telah disiapkan tadi. Masyarakat percaya bahwa makanan yang telah didoakan tersebut mengandung keberkahan tersendiri.


Mak Tarmini, tokoh sesepuh yang juga merupakan penjaga sumur Desa Wonopringgo bercerita bahwa Desa Wonopringgo memiliki 7 sumur yang sudah ada sebelum jaman penjajahan Belanda dan masih dikeramatkan sampai sekarang. Sumur-sumur tersebut adalah sumur Sukma, sumur Sepuhan, sumur Senongko, sumur Jolotundo, sumur Semeri, sumur Coyomurco, dan sumur Sekuning. Sumur-sumur itu konon turut dibangun oleh 5 tokoh leluhur yang pada mulanya membangun Desa Wonopringgo yaitu Kiai Gedhe Atas Angin, Mbah Mayung, Tunggul Mayung, Mbah Pengklialwi, dan Mbah Syekh Subakir.  Adapun ritual kerja bakti bulan ini ditujukan untuk membersihkan sumur Sukma. Sampai saat ini tidak sedikit warga Desa Wonopringgo dan masyarakat luar desa yang masih mempercayai bahwa sumur di Desa Wonopringgo merupakan tempat yang tepat untuk berdoa kepada Sang Pencipta memohon berbagai hal seperti jodoh, rezeki, keselamatan, dan kesuksesan. Oleh karena itu hingga sekarang masih ada warga desa maupun warga luar desa yang datang ke sumur untuk berdoa atau sekedar berkunjung. Terlepas dari nuansa mistik yang melingkupinya, sumur-sumur Desa Wonopringgo merupakan icon unik desa warisan leluhur serta merupakan media pemersatu warga desa dalam kegiatan kemasyarakatan seperti kerja bakti dan doa bersama.