Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat"

Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo

Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis

Pada tanggal 18 Agustus 2018 jam 19.30 WIB telah dilaksanakan Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis di Sekitar Area Desa Wonopringgo

Dua Prestasi Nasional di Boyong ke Desa Wonopringgo

Membanggakan!!! Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo berhasil meraih dua prestasi tingkat nasional

Pentas Puas Aroma

Pada tanggal 15 Februari 2018 telah diadakan suatu acara yang sangat menarik dengan tajuk "Pentas Puas" yang diselenggarakan oleh brand Rokok Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Pemerintah Desa Wonopringgo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H - Minal Aidzin Wal Fa Idzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts
Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts

Tuesday, April 17, 2018

Lomba Dalam Rangka Memperingati HUT Republik Indonesia Ke-72 Tahun 2017 / Competition In Order To Commemorate Independence Day of Republic Indonesia to 72 on 2017

Setelah serangkaian upacara bendera dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-72 dilaksanakan, serangkaian acara di Desa Wonopringgo belum berakhir. Karena masih akan ada beberapa acara lagi yang akan dilaksanakan. Salah satunya adalah "Lomba Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-72 Tahun 2017". Pada tahun ini, ada tiga perlombaan yang dilaksanakan pada tepat tanggal 17 Agustus 2017. Yaitu lomba balap makan pisang, lomba makan kerupuk dan lomba panjat pinang. Sebelum tanggal 17 Agustus 2017 juga ada beberapa lomba yang telah dilaksanakan, yaitu lomba tenis meja beregu dan lomba bulu tangkis beregu. Lalu, seperti apakah keseruan lomba tersebut?

After a series of flag ceremonies to commemorate the 72nd anniversary of Republic of Indonesia (RI), the series of events in Wonopringgo Village has not ended. Because there will still be some more events to be held. One of them is "Competition in Order to Commemorate HUT RI-72 Year 2017". In this year, there are three competitions held on 17 August 2017. Namely banana eating races contest, crackers feeding contest and areca nut climbing competition. Prior to August 17, 2017 there were also several competitions that had been held, namely table tennis and team badminton team competition. Then, what does the race like?


Setelah selesai melaksanakan upacara bendera untuk pertamakalinya di Desa Wonopringgo, acara dilanjutkan dengan membersihkan halaman GSG Pringgodani dari segala atribut upacara yang ada. Karena halaman GSG Pringgodani akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan beberapa lomba yang telah direncanakan. Diantaranya adalah lomba makan kerupuk, lomba balap makan pisang dan lomba panjat pinang. Lomba makan pisang diperuntukkan bagi anak-anak baik laki-laki maupun perempuan dan juga untuk ibu-ibu. Kemudian, lomba makan kerupuk hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Lalu, lomba panjat pinang hanya diperuntukkan untuk laki-laki dewasa.


After completing the flag ceremony for the first time in Wonopringgo Village, the event was continued by cleaning the GSG Pringgodani page from all attributes of the ceremony. Because GSG Pringgodani page will be used as a venue for the implementation of several contests that have been planned. Among them are race eating crackers, banana eating race and racing climbing areca nut. The banana eating contest is for both boys and girls as well as for mothers. Then, crackers feeding contest is only for children. Then, racing climbing areca nut is only for adult men.


Sebelum keseluruhan lomba tersebut di mulai, para pemuda dibantu warga Desa Wonopringgo lainnya, mulai membenahi batang pohon pinang yang akan digunakan untuk lomba panjat pinang. Sebelum pohon pinang ditegakkan, panitia mulai mengaitkan hadiah-hadiah pada sebuah lingkaran yang terbuat dari potongan batang bambu yang kemudian dipasang melintang pada ujung batang pinang. Ada juga para pemuda yang menggali lubang untuk nantinya pohon pinang ditanamkan kedalamnya. Selain itu, ada juga para pemuda yang bertugas untuk mengamplas batang pinang agar batang pinang semakin licin. Setelah semua hadiah dikaitkan, batang pinang siap dan lubang sudah siap, batang pinang mulai ditegakkan secara bersama-sama menggunakan bantuan empat buah tali yang saling berlawanan arah dan sebuah tangga bambu. Ada sekitar empat belas orang yang bertugas untuk mendirikan pohon pinang tersebut tepat pada lubang yang telah disiapkan.


Before the whole competition starts, the young people are assisted by other Wonopringgo villagers, starting to fix the pinang tree trunks that will be used for the areca climbing competition. Before the pinang tree is established, the committee begins to link the gifts to a circle made of bamboo sticks which are then mounted across the tip of the areca nut. There are also young men who dig a hole for the areca nut tree planted into it. In addition, there are also young men who are tasked to sand the areca nut stem to more slippery. After all the prizes are attached, the areca nut is ready and the hole is ready too, the areca nut starts to be enforced together using the help of four opposite ropes and a bamboo ladder. There were about fourteen people on duty to erect the betel tree right on the prepared hole.


Lomba makan kerupuk adalah lomba secara indivudual yang diperuntukkan bagi anak-anak. Dalam lomba makan kerupuk, akan ada sebuah tali membentang sepanjang kurang lebih lima meter yang kemudian diantara tali tersebut diberi tali yang menjuntai ke bawah sebanyak lima buah yang digunakan untuk menggantung kerupuk. Setelah peserta siap pada tempat yang telah disediakan, lomba kemudian akan dimulai. Cara memakan kerupuk pada lomba ini adalah tanpa menggunakan bantuan tangan. Jadi, kerupuk yang tergantung tersebut langsung dimakan melalui mulut. Peserta yang tercepat menghabiskan kerupuk dan tanpa ada yang terjatuh adalah pemenang pada perlombaan tersebut.


Lomba balap makan pisang adalah lomba yang diperuntukkan bagi satu pasang kelompok yang akan diadu dengan pasangan kelompok lainnya. Seluruh peserta lomba ditutup matanya menggunakan potongan kain. Satu orang bertugas untuk memasukkan pisang ke mulut pasangannya dan satu orang lainnya bertugas untuk memakan dan menghabiskan pisang secepat mungkin. Lomba dimulai ketika seluruh peserta benar-benar sudah tidak bisa melihat karena adanya kain penutup yang mereka kenakan. Kemudian satu orang berdiri dengan jarak sekitar 7 meter dari satu orang lainnya yang duduk pada sebuah kursi yang telah disiapkan. Setelah memastikan seluruh peserta pandangannya terhalangi dan seluruh peserta telah siap pada tempat yang telah disediakan, lomba baru bisa dimulai. Peserta yang berhasil memasukkan pisang pada mulut pasangannya dan peserta yang lebih dulu menghabiskan pisang adalah pemenang dalam perlombaan tersebut.


The banana racing contest is a race that is reserved for one pair of groups to be pitted against other group pairs. All participants were blindfolded using a piece of cloth. One person is assigned to put the banana into his partner's mouth and one other person is on duty to eat and finish it as quickly as possible. The race begins when all the participants really can not see because of the cover fabric they wear. Then one man stood about 7 meters from one other person sitting in a chair that had been prepared. After ensuring that all participants of the view are blocked and all participants are ready for the space provided, the racing can begin. Participants who successfully inserted bananas in their partner's mouth and the participants who first spent bananas were the winners in the competition.


Lomba panjat pinang adalah lomba beregu yang berisi lima orang. Dalam perlombaan kali ini, ada dua regu yang akan ambil bagian. Lomba panjat pinang ini adalah perlombaan yang secara bahu membahu bersama-sama memanjat pohon pinang tersebut kemudian berusaha mengantarkan salah seorang dari anggota grup agar mencapai titik puncak yang berjarak sekitar enam meter dari permukaan tanah. Setiap grup diberi kesempatan selama sepuluh menit untuk bisa meraih puncak. Jika dalam waktu yang telah ditentukan belum berhasil merain puncak, kesempatan diberikan kepada grup lainnya. Apabila dalam berkali-kali kesempatan kedua grup masih belum berhasil mencapai puncak, anggota grup ditambah dari yang semula lima orang tiap grup menjadi enam orang. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat mencapai puncak dan mengambil seluruh hadiah yang telah disediakan.


Race climbing areca is a team competition that contains five people. In the race this time, there are two teams that will take part. This areca climbing contest is a race that shoulder to shoulder together climbing pinang tree then try to deliver one of the group members to reach the top point which is about six meters from the ground. Each group is given a chance for ten minutes to reach the top. If within the specified time has not reach the top point, the opportunity is given to the other group. If in the second chance the two groups still have not reached the top, group members added from five people per group to six people per group. It is intended to reach the top point and take all the prizes that have been provided.

Begitulah serangkaian acara perlombaan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-72 Tahun 2017 yang telah dilaksanakan di Desa Wonopringgo. Dalam waktu enam bulan ke depan, kita akan kembali memasuki bulan Agustus. Sudah siapkah menyambut datangnya bulan Agustus mendatang?


Such is the series of events in order to commemorate the 72nd anniversary of the Republic of Indonesia Year 2017 which has been implemented in the Village Wonopringgo. In the coming months, we will be back in August. Are you ready for the next August?

Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Thursday, February 22, 2018

Kunjungan Perpustakaan Nasional dan DPR RI ke Desa Wonopringgo dalam Rangka Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca / Visit of National Library and Legislative Assembly of Republic Indonesia to Wonopringgo Village in the Framework of National Reading Movement


Tanggal 20 Februari 2018, Desa Wonopringgo kedatangan tamu istimewa yang jauh-jauh datang dari Jakarta. Tamu tersebut adalah perwakilan dari Perpustakaan Nasional Indonesia dan DPR RI Komisi X yang diwakili oleh ibu dr.Marlinda Irwanti, SE, Msi. Selain itu, juga ada perwakilan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pekalongan serta beberapa tamu undangan lainnya yang aktif dan bergerak pada bidang literasi di Kabupaten Pekalongan.

On February 20, 2018, Wonopringgo Village was visited by a special guest who came from Jakarta. The guests are representatives of the National Library of Indonesia and Legislative Assembly Republic Indonesia of the Commission X represented by the mother dr.Marlinda Irwanti, SE, Msi. In addition, there are also representatives from the Central Java Provincial Library, Regional Library of Pekalongan Regency as well as several other invited guests who are active and engaged in the field of literacy in Pekalongan District.

Wednesday, December 13, 2017

Uparaca Bendera Untuk Pertama Kalinya di Desa Wonopringgo / First Flag Ceremony in Wonopringgo Village

17 Agustus 2017 merupakan hari yang bersejarah bagi Desa Wonopringgo. Karena pada hari tersebut telah dilaksanakan upacara bendera yang untuk pertamakalinya dilaksanakan di lingkungan Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Upacara kali ini, dilaksanakan dengan tujuan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-72. Upacara dilaksanakan di halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pringgodani dan juga jalanan sekitar komplek Balai Desa Wonopringgo. Tepatnya jalan di bagian timur dan selatan GSG Pringgodani. Jadi, ketika acara berlangsung, jalanan tersebut ditutup untuk sementara waktu hingga upacara usai. Upacara dihadiri oleh seluruh perangkat desa, kepala desa yang pernah menjabat di Desa Wonopringgo atau yang mewakili, BPD, keluarga pasukan pengibar bendera, Hansip, perwakilan warga masing-masing RT, Ketua RT dan ketua RW, Ibu-ibu PKK, perwakilan seluruh organisasi yang ada di Desa Wonopringgo dan tidak ketinggalan pula perwakilan dari Karang Taruna serta pemuda Desa Wonopringgo.


Wednesday, November 8, 2017

Malam Pengukuhan Paskibra Desa Wonopringgo Tahun 2017 / Inauguration Night of Flag Raisers on Wonopringgo Village in 2017

Wonopringgo, 16 Agustus 2017 (Lagi-lagi) merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Desa Wonopringgo. Karena pada hari itu, telah dilaksanakan suatu acara yang benar-benar baru untuk pertamakalinya dilaksanakan. Acara tersebut adalah "Malam Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Desa Wonopringgo Tahun 2017". Hari-hari sebelumnya, belum pernah sekalipun dilaksanakan acara demikian di lingkungan Desa Wonopringgo. Jadi, ini adalah momen bersejarah yang patut untuk dikenang dan diabadikan. Pada malam itu, Pemerintah Desa Wonopringgo mengukuhkan sepuluh orang anggota paskibra yang akan menjadi petugas pada acara memperingati HUT RI ke-72 tahun 2017 ini.


Wonopringgo, August 16, 2017 (Again) is a very historic day for Wonopringgo Village. Because on that day, a completely new event was held for the first time. The event was "Inauguration Night of Flag Raisers (Paskibra) on Wonopringgo Village in 2017". The previous days, have never done that event on Wonopringgo Village. So, this is a historic moment that deserves to be remembered and immortalized. On that night, Wonopringgo Village Government confirmed ten members of Paskibra who will on duty at the ceremony commemorating the 72nd anniversary Republic of Indonesia in 2017.

Sebelum acara malam pengukuhan ini dimulai, para anggota paskibra telah melakukan seleksi kemudian berlatih terlebih dahulu kira-kira selama dua minggu sebelum acara ini berlangsung. Seleksi sekaligus latihan tersebut, dipimpin langsung oleh warga Desa Wonopringgo yang tergabung dalam pasukan Tentara Nasional Indonesia, yaitu saudara Puji dan saudara Borus. Setelah melalui segala macam proses tersebut, akhirnya terpilihlah sembilan pemuda yang dianggap cocok sekaligus mumpuni untuk mengemban tugas bersejarah tersebut. Sembilan pemuda itu diantaranya adalah Ilham, Lisa, Ali, Andri, Eva, Naufal, Ivan, Asti dan Birin.


Before this events begins, members of Paskibra have followed the selection and then practiced for about two weeks before the event. Selection and exercise, led directly by the villagers of Wonopringgo who are members of the Indonesian National Army, they are Mr.Puji and Mr.Borus. After through all process, finally elected nine youths who are considered fit and capable to carry the historic duty. The nine youngster are Ilham, Lisa, Ali, Andri, Eva, Naufal, Ivan, Asti and Birin.

Pukul 20.30 WIB seluruh pasukan yang akan dikukuhkan telah mulai melakukan persiapan. Mulai dari make up, pakaian, sarung tangan, sepatu hingga aksesoris lainnya. Segala perlengkapan yang akan digunakan pada malam pengukuhan ini adalah perlengkapan serupa yang akan digunakan esok hari pada upacara memperingati HUT RI ke-72 di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo. Tak berlangsung lama, pukul 21.30 WIB acara pengukuhan pun dimulai.


At 20.30 WIB all members which will be confirmed have started to make preparations. Starting from make up, clothing, gloves, shoes and other accessories. All equipment that will be used on this inaugural night is similar equipment that will be used tomorrow at the ceremony commemorating the 72nd anniversary of RI on GSG Pringgodani, Wonopringgo Village. It didn't last long, at 21:30 pm, the inaugural event began.

Barisan paskibra memasuki GSG Pringgodani melalui sisi selatan gedung. Pasukan tersebut dipimpin langsung oleh saudara Bawon, yang bertugas sebagai pemimpin pasukan. Hanya sekejap saja, pemimpin pasukan dengan piawainya mengarahkan pasukannya untuk memasuki GSG. Kemudian, pasukan langsung diarahkan untuk membentuk sebuah formasi menghadap ke arah utara. Setelah pasukan siap pada posisinya, Master of Ceremony (MC) mulai memainkan perannya. Dimulai dengan mempersilahkan komandan upacara yang pada kesempatan ini dibawakan langsung oleh saudara Borus untuk memasuki lapangan upacara. Setelah itu, pembina upacara mulai memasuki lapangan upacara, setelah sebelumnya mendapatkan penghormatan serta laporan dari pemimpin upacara. Kemudian, acara berjalan dengan lancar sesuai komado MC malam itu, yang kebetulan dibawakan langsung oleh Istiqomah.


Paskibra squad entered GSG Pringgodani through the south side of the building. Paskibra squad were led directly by Mr.Bawon, who served as the squad leader. Just a moment, squad leader with his expertise directs his troops to enter the GSG. Then, paskibra squad are directed to form a formation facing north. After they are ready in position, the Master of Ceremonies (MC) begins to play its part. Begin by inviting the ceremonial commander on this occasion to be delivered by Mr.Borus to enter the ceremonial field. After that, ceremonial builder begins to enter the ceremonial grounds, having previously received reverence and reports from the ceremonial leader. Then, the event went smoothly according to the MC comado that night, which happened delivered directly by Istiqomah.


Setelah memasuki lapangan upacara, pembina upacara yang pada malam itu kebetulan dibawakan langsung oleh Kepala Desa Wonopringgo, langsung menjadi aktor utama pada acara tersebut. Pembina upacara mulai menyampaikan sedikit sambutannya yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah pengukuhan anggota Paskibra Desa Wonopringgo Tahun 2017. "Bersediakah saudara-saudara saya kukuhkan menjadi pasukan generasi muda pengibar bendera merah putih?" Begitulah kira-kira kalimat lantang yang dilontarkan oleh pembina upacara yang ditujukan kepada kesepuluh anggota paskibra. Tak mau kalah, kesepuluh anggota paskibra langsung menjawab dengan suara yang tidak kalah lantangnya meski tanpa menggunakan pengeras suara "Bersedia!!!". "Saya percaya, bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Sesuai tanggungjawab yang dibebankan diatas pundak saudara. Sehingga upacara peringatan HUT RI ke-72 tahun 2017 di Desa Wonopringgo berjalan dengan lancar, tertib dan khidmat" imbuh pembina upacara seraya menutup sambutan serta pembacaan sumpah pengukuhan paskibra Desa Wonopringgo. Setelah menutup sambutannya, pembina upacara langsung menyerahkan naskah kembali kepada saudara Agus yang bertugas sebagai pembawa naskah pada malam itu.


After entering ceremony area, ceremony builder who was on that night delivered by The Head of Wonopringgo Village, immediately became the main actor at the event. Ceremonial builder began to deliver a little speech which was then followed by the reading of the oath of Paskibra inauguration on Wonopringgo Village in 2017. "Will you all establish a youth force of flag raisers?" That's loud sentences made by the ceremony builder who addressed to ten members of paskibra. Not to be outdone, ten members of paskibra immediately answered with a voice that is not less louder even without using a loudspeaker "Willing!". "I believe that you all will carry out your duties as well as possible, so that the ceremony of the 72nd anniversary of the Republic of Indonesia in 2017 on Wonopringgo village runs smoothly, orderly and solemnly" added the ceremony builder while closing speech and reading of the inaugural oath of Paskibra Wonopringgo Village. After closing his speech, the ceremonial builder immediately handed the manuscript back to Mr.Agus who served as the script carrier at that night.


Setelah itu, acara berlangsung jauh lebih khidmat. Karena pemimpin pasukan langsung mengambil peran mengatur pasukannya untuk membentuk formasi terbuka mengelilingi tepian GSG Pringgodani. Ketika pasukan telah siap berada di posisinya masing-masing, lampu penerangan GSG langsung dipadamkan. Setelah lampu padam, seketika itu langsung terdengar alunan lagu "Bagimu Negeri". Tak mau kalah, hentakan kaki saudara Hapri yang membawa bendera merah putih pun mulai menggelegar. Langkah demi langkah ia lalui untuk menghampiri satu persatu anggota paskibra yang baru saja dikukuhkan. Dimulai dari pemimpin pasukan yang dengan gagah langsung memberikan hormat kepada bendera merah putih yang kini diarahkan tepat didepan kepalanya. Setalah itu, tangan pemimpin pasukan dengan sigap meraih ujung bendera merah putih yang langsung mengarahkannya mendekati muka, adegan paling mengharukan terjadi setelah ini. Ujung bendera merah putih yang telah mendekati muka tersebut, langsung diarahkan mendekati bibir. Kemudian, secara elegan mengambil nafas panjang lalu langsung mencium bendera merah putih dengan penuh rasa bangga, gembira, senang dan tanggungjawab.



After that, the event went much more solemnly. Because leader paskibra immediately took the role of organizing his members to form an open formation around the edge of GSG Pringgodani. When paskibra members were ready to be in their respective positions, GSG lighting was instantly went out. After that, immediately heard the strains of the song "Bagimu Negeri". Not to be outdone, beat feet from Mr.Hapri who carrying a red and white flag began blaring. Step by step he went through to approach one by one paskibra members who have just confirmed. Starting from pasikbra leader who gallantly directly salute to the red and white flag that is now directed in front of his head. After that, his hand was swiftly reaching for the end of a flag that led directly to the face, most touching happens scene going after this. Edge of flag that have approached to his face, directly directed toward the lips. Then, elegantly take a deep breath and immediately smell the flag with great pride, joy, delight and responsibility.



Setelah itu, berturut-turut anggota paskibra lainnya pun melakukan adegan yang sama seperti apa yang telah dilakukan oleh pemimpin pasukan. Dimulai dari saudara Lisa, Eva, Asti, Ilham, Andri, Ivan, Ali, Naufal dan ditutup oleh Birin. Kegiatan menarik nafas panjang kemudian dilanjutkan dengan mencium bendera merah putih merupakan suatu simbol atau kiasan kesediaan untuk senantiasa setia dan membela bendera merah putih. Setelah seluruh anggota paskibra mendapatkan gilirannya, MC mempersilahkan Ust.Wisman untuk memimpin pembacaan doa untuk kelancaran acara esok hari dan hari-hari setelahnya.



After that, in succession other paskibra members did the same scene as what has been done by the leader of paskibra. Starting from Lisa, Eva, Asti, Ilham, Andri, Ivan, Ali, Naufal and closed by Birin. Activity takes a deep breath then continued to smell the flag is a symbol or metaphor of willingness to always be faithful and defend the red-white flag. After all members paskibra get their turn, MC invite Ust.Wisman to lead the reading of prayer for the smoothness of the event tomorrow and the days after.



Lampu penerangan GSG mulai dinyalakan, MC kembali mengambil alih perannya dengan mempersilahkan pembina upacara beserta jajarannya yang kemudian diikuti oleh tamu undangan untuk memberikan ucapan selamat kepada seluruh anggota paskibra. Ucapan tersebut, merupakan tanda telah berhasil dikukuhkannya anggota paskibra Desa Wonopringgo yang akan bertugas keesokan harinya.


GSG lighting lights started on, MC took again over the role by inviting the ceremony builder and his staff followed by invited guests to give congratulations to all members of paskibra. Speech, is a sign of success has been confirmed to be members of paskibra on Wonopringgo Village, who will be on duty the next day.


Ternyata acara belum selesai, MC kembali menggunakan pengeras suara, lalu mengatakan bahwa akan ada tumpeng yang harus dipotong oleh pembina upacara yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada dua perwakilan petugas upacara esok hari. Seraya menutup acara, MC lalu mempersilahkan seluruh petugas upacara, peserta, maupun tamu undangn untuk menikmati hidangan tumpeng yang telah disediakan.


Apparently this event was not finished. Again, MC used the loudspeaker, then she said that there will be a cone that must be cut by the ceremonial builder who then handed symbolically to two representatives of the ceremony tomorrow. While closing the event, the MC then invited all ceremony officers, participants, and invited guests to enjoy a dish of cone that has been provided.



Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK

Salam MANTap!
"Menuju Wonopriggo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)

Monday, October 16, 2017

Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo Akan Mendapatkan Bantuan Dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah / "Cerah" Library of Wonopringgo Village Will Get Donations From Central Java Provincial Library

Saat ini dua pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo sedang mengikuti "Bimtek Pengelola Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi" yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Bimtek (Bimbingan Teknik) tersebut dilaksanakan di Hotel Santika, Kota Semarang. Acara tersebut dimulai sejak Senin, 16 Oktober 2017 dan berakhir pada Rabu, 18 Oktober 2017. Kegiatan tersebut bersifat wajib bagi perpustakaan yang akan menerima bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Currently two administrators of "Cerah" Library of Wonopringgo Village are following the "Technical Guidance of Library Management on Provincial Level" held by the Office of Archives and Library of Central Java Province. Technical Guidance is held in Santika Hotel's, at Semarang City. The event started on Monday, October 16, 2017 and ended on Wednesday, October 18, 2017. The activity is mandatory for libraries that will receive donation from the Central Java Provincial Library.

Untuk acara Bimtek kali ini, pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo diwakili oleh dua pemuda-pemudi terbaiknya, yaitu saudara Ibnu Ziyad sebagai Ketua Perpustakaan dan Intan Kusuma Dewi sebagai Pelaksana Harian Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Perlu diketahui, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo untuk tahun ini, akan mendapatkan bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Acara Bimtek tersebut bersifat wajib bagi perpustakaan desa atau kelurahan yang akan menerima bantuan. Bentuk bantuan yang dimaksud adalah bantuan yang berupa sejumlah buku dan rak buku yang berjumlah sebanyak 2 buah. Oleh karena itu, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo mengirimkan dua wakilnya untuk menghadiri acara tersebut. Karena jika tidak mengirimkan perwakilan untuk mengikuti bimtek, bantuan yang telah ada akan dialihkan kepada perpustakaan lain.

For this event, at this time administrator of "Cerah" Library of  Wonopringgo Village are represented by two of best youngsters, namely Ibnu Ziyad as the Head of Library and Intan Kusuma Dewi as Daily Executor of "Cerah" Library of Wonopringgo Village. Please note, "Cerah" Library of Wonopringgo Village for this year, will get help from the Central Java Provincial Library. This event is mandatory for the village library that will receive some help. The form of assistance in question is donation of several books and bookshelves, amounting to 2 pieces. Therefore, "Cerah" Library of Wonopringgo Village sent two representatives to attend this event. Because if it does not send a representative to follow this technical guidance, existing donations will bestow to other libraries.


 Intan Kusuma Dewi dan Ibnu Ziyad Saat Mengikuti Bimtek / IKD and IZ When Following Technical Guidance

Perwakilan Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo Saat Sedang Mempraktekkan Materi Yang Telah Disampaikan Representative of "Cerah" Library of Wonopringgo Village While Practicing the Material That Has Been Delivered
Acara ini memiliki beberapa tujuan, diantaraya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perpustakaan, membekali ilmu pengetahuan tentang perpustakaan kepada pengelola dan memeberikan motivasi kepada pengelola untuk mengembangkan perpustakaan. Hal tersebut sangat sejalan dengan materi yang akan disampaikan. Diantaranya adalah administrasi perpustakaan, klasifikasi dan praktek, katalogisasai dan praktek, Aplikasi teknologi informasi perpustakaan, Perawatan bahan perpustakaan serta layanan dan promosi perpustakaan. Nyatanya, materi yang disusun adalah hal-hal yang sangat diperlukan untuk mengelola dan mengembangkan perpustakaan. Dengan mengirimkan wakilnya untuk mengikuti bimtek tersebut, akan ada hal positif yang akan ditularkan oleh suadara Ziyad dan Intan kepada pengurus perpustakaan ataupun warga lainnya. Harapannya, akan ada peningkatan pelayanan serta kualitas dari Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo, sehingga dapat lebih bermanfaat dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya warga Desa Wonopringgo itu sendiri.

This event has several goals, among them are to improve the quality of human resources of libraries sector, equip knowledge of library's administrator and give motivation to develop the library. This is very appropriate with the material to be delivered. Among them are library administration, classification and practice, catalogisasi and practice, Application information technology of library, Maintenance of library materials as well as library services and promotion. In a fact, the materials given are the things that are needed to manage and develop the library. By sending representative to follow this event, there will be a positive thing that will be transmitted by Ziyad and Intan to other libraries administrator or other society. Hopefully, there will be improvement of service and quality of "Cerah" Library of Wonopringgo Village, so it can be more useful and exploited by the wider society, especially Wonopringgo villagers.



Setelah mengikuti acara bimtek ini, bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah akan sesegera mungkin didistribusikan kepada Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Menurut rencana, apabila tidak ada halangan, bantuan tersebut akan diserahkan langsung oleh Bapak Asip Kholbihi selaku Bupati Pekalongan. Terlepas dari semua itu, semoga Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo dapat menghadirkan manfaat positif bagi masyarakat luas. Terlebih setelah mengikuti Bimtek ini, semoga akan semakin besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya warga Desa Wonopringgo itu sendiri. Maju Terus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo!!!  Tunjukkan Kilau mu, Sehingga Dapat Mencerahkan Kehidupan Bangsa!!!

After attending this event, donations from the Central Java Provincial Library will be distributed as soon as possible to "Cerah" Library of Wonopringgo Village. According to the plan, if there is no inhibitation, will be handed over directly by Mr. Asip Kholbihi as the Regent of Pekalongan. Regardless of that, hopefully the Library of Sunny Village Wonopringgo can bring positive benefits for the wider community. Especially after following this event, hopefully many benefits felt by society, especially the villagers Wonopringgo. Continue to Continue Cerah (Bright) Library of Wonopringgo Village!!! Show Your Luster, So It Can Brighten Nation Life!!!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Thursday, October 12, 2017

Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017 / Halal Bi Halal on Wonopringgo Village in 2017

Wonopringgo, 29 Juni 2017 - Setelah acara jalan sehat sekaligus halal bihalal di pagi harinya, kemudian ada acara ngarak mustoko di siang harinya, serangkaian acara pasca lebaran di Desa Wonopringgo belum berakhir. Masih ada satu lagi acara yang harus di selesaikan. Yaitu acara yang bertajuk "Pengajian Umum Dalam Rangka Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017". Acara tersebut diperuntukkan bagi siapa pun yang merupakan warga Desa Wonopringgo. Jadi, mau muda, tua, pria ataupun wanita diperbolehkan dan dipersilahkan untuk menghadiri acara tersebut.

Wonopringgo, June 29, 2017 - After a healthy walk event and halal bihalal in the morning, then there is a procession of "ngarak mustoko" on afternoon, a series of post-Eid events in Wonopringgo village is not over. There is still one more event to complete. Namely the event entitled "Public Recitation Beside of Halal Bi Halal on Wonopringgo Village Year 2017". The event is for anyone who is a citizen of Wonopringgo Village. So, want young, old, men or women are allowed and welcome to attend the event.

Acara dibuka oleh penampilan kesenian duror dari Desa Wonopringgo. Karena keindahan lantunan irama musik yang dibawakannya, kemudian mulai menarik perhatian masyarakat Desa Wonopringgo untuk segera menuju ke GSG Pringgodani guna menghadiri acara tersebut di atas. Sekitar pukul 19.30 warga mulai berduyung-duyung berdatangan ke tempat acara, padahal acara secara resmi baru akan dimulai pukul 21.00 WIB. Sebelum memasuki tempat acara, warga yang hadir akan disambut oleh pemuda atau pemudi Desa Wonopringgo yang tergabung dalam Karang Taruna Pringgodani di setiap pintu masuk yang tersedia. Pintu masuk disediakan sebanyak 2 buah, di sebelah Timur GSG Pringgodani yang dikhususkan untuk pengunjung pria yang akan disambut oleh pemuda Desa Wonopringgo dan di sebalah Selatan GSG Pringgodani yang dikhususkan untuk pengunjung wanita yang akan disambut oleh pemudi Desa Wonopringgo.




The event was opened by a performance of "duror's art" from the village of Wonopringgo. Because of the beauty of the music rhythm that he brought, then began to attract the attention of the people of Wonopringgo Village to came to GSG Pringgodani to attend the event mentioned above. At around 19.30 people began to stagger to come to the venue, but the event will officially begin at 21:00 pm. Prior to entering the venue, the residents will be welcomed by the youth or girls of Wonopringgo Village who are members of Karang Taruna Pringgodani at every available entrance. The entrance is provided as much as 2 pieces, to the east of GSG Pringgodani devoted to male visitors who will be welcomed by youth man of Wonopringgo Village and in the South GSG Pringgodani which is devoted to female visitors who will be welcomed by youth girl of Wonopringgo Village.

Sembari menunggu pembicara hadir ditengah-tengah acara, pengunjung yang telah hadir di dalam GSG Pringgodani masih terus dihibur oleh penampilan dari kesenian duror Desa Wonopringgo. Untuk informasi, kesenian duror Desa Wonopringgo juga bisa diundang untuk mengisi acara di berbagai tempat dan berbagai acara. Untuk info lebih lanjut mengenai hal itu, silahkan hubungi saudara IBNU ZIYAD di 0857 2616 4591

While waiting of the speaker to be present in the middle of the event, the visitors who have been present in GSG Pringgodani still kept entertained by the appearance from "duror's art" of Wonopringgo village. For information, "duror's art" Wonopringgo village can also be invited to fill the event in various places and various events. For more info on this subject, please contact IBNU ZIYAD's sibling at 0857 2616 4591



Tepat pukul 21.00 WIB, acara resmi dibuka oleh pembawa acara, yang kebetulan saat itu dibawakan langsung oleh saudara Istiqomah. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan langsung oleh saudara Ayu serta pembacaan arti dalam Bahasa Indonesia yang dibawakan oleh saudara Ana. Kedua nama yang telah disebutkan sebelumnya merupakan pemudi Desa Wonopringgo yang tergabung dalam IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulamah) Desa Wonopringgo. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Dimana sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, saudara Ibnu Ziyad. Lalu, sambutan kedua dibawakan oleh Kepala Desa Wonopringgo, saudara Slamet Haryanto.

Exactly at 21:00 pm, the event was officially opened by master of ceremony, who happened to be brought directly by Istiqomah. Then the event continued with the recitation of the holy verses of the Qur'an that was delivered directly by Ayu and the reading of the meaning in Bahasa Indonesia presented Ana. The two previously mentioned names are girls from Wonopringgo Village who are members of IPPNU (Student Association of Putri Nahdatul Ulamah) Wonopringgo Village. After that, the event continued with some speech. Where the first speech delivered by the Chairman of the Committee, Ibnu Ziyad. Then, the second speech was delivered by the Village Chief Wonopringgo, Slamet Haryanto.


Setelah acara hiburan dan sambutan-sambutan selesai, kemudian acara mulai memasuki acara inti. Dimana acara inti tersebut merupakan pengajian yang dibawakan langsung oleh KH Abdul Manan dari Kayugeritan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Tepat pukul 22.00 WIB pembicara memulai meberikan ceramahnya pada acara pengajian umum dalam rangka "Halal Bi Hhalal Masyarakat Desa Wonopringgo Tahun 2017". Pada kesempatan kali ini, pembicara lebih menekankan kepada pentingnya menyambung tali silaturahmi dan pentingnya saling memafkan pada hari yang suci ini. Tepat pukul 23.30 WIB acara selesai dan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan bersama dan juga untuk kemajuan Desa Wonopringgo.

After the entertainment and some speech are over, then the event begins to enter the core event. Where the core event is a recitation brought by KH Abdul Manan from Kayugeritan Karanganyar, Pekalongan Regency. Precisely at 22:00 pm the speaker began giving his lecture at the public recitation event in order to "Halal Bi Halal People of Wonopringgo Village Year 2017". On this occasion, the speaker put more emphasis on the importance of connecting ties and the importance of mutual forgiveness on this holy day. Precisely at 23:30 pm the event was completed and then closed with a joint prayer for the common good and also for the progress of Wonopringgo Village.



Seluruh dokumentasi acara ini, dapat dilihat pada tautan berikut DI SINI (Galeri di Web desawonopringgo.com) atau DI SINI (Galeri di Facebook Page Desa Wonopringgo)

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"