Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat"

Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo

Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis

Pada tanggal 18 Agustus 2018 jam 19.30 WIB telah dilaksanakan Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis di Sekitar Area Desa Wonopringgo

Dua Prestasi Nasional di Boyong ke Desa Wonopringgo

Membanggakan!!! Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo berhasil meraih dua prestasi tingkat nasional

Pentas Puas Aroma

Pada tanggal 15 Februari 2018 telah diadakan suatu acara yang sangat menarik dengan tajuk "Pentas Puas" yang diselenggarakan oleh brand Rokok Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Pemerintah Desa Wonopringgo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H - Minal Aidzin Wal Fa Idzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Showing posts with label Kabupaten Pekalongan. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Pekalongan. Show all posts

Sunday, January 28, 2018

Galeri Foto Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa Wonopringgo / Photo Gallery of Village Planning and Development in Wonopringgo Village


Pada hari Rabu, 17 Januari 2017 telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) di wilayah Desa Wonopringgo. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memantapkan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa tahun anggaran 2018 serta menyepakati RKP Desa tahun anggaran 2019. Lalu pada tahun 2018 ini, Desa Wonopringgo akan melakukan pembangunan atau perencanaan apa saja sih? Kemudian tahun 2019 mendatang, Desa Wonopringgo akan melakukan pembangunan atau perencanaan apa saja? Mari kita simak melalui uraian berikut...

On Wednesday, January 17, 2017 has been implemented Village Planning and Development in Wonopringgo Village. This activity is intended to strengthen the Village Development Work Plan in 2018 budget year and agree on Village Development Work Plan in 2019 budget year. Then in 2018, Wonopringgo Village will do any development or planning anyway? Then in 2019, Wonopringgo Village will do any development or planning? Let's look through the following description...

Informasi Lebih Lanjut: BACA DI SINI

For More Info: HERE

Thursday, January 18, 2018

Monitoring Program Kerja di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo Oleh Perpuseru Pusat / Monitoring Work Program on Cerah Library of Village Wonopringgo By Perpuseru Central

Pada hari Rabu, 17 Januari 2018 Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo mendapatkan kunjungan dari Perpuseru Pusat. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memonitoring kegiatan yang ada di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Selain itu, dalam kunjungan tersebut juga ada diskusi singkat mengenai pengembangan kegiatan di perpustakaan. Kunjungan ini bukan kunjungan biasa, karena dihadiri langsung oleh perwakilan dari Perpuseru pusat yang datang langsung dari Jakarta. Bagaimanakah kunjungan tersebut berlangsung? Lalu, menghasilkan apa? Mari kita simak sama-sama melalui uraian berikut ini...


On Wednesday, January 17, 2018 Cerah Library of Wonopringgo Village gets a visit from "Perpuseru" Central. The visit is intended to monitor the activities in Cerah Library of Wonopringgo Village. In addition, there were also brief discussions on the development of library activities. This visit was not an ordinary visit, as it was attended by representatives from Perpuseru central  who came directly from Jakarta. How did the visit last? Then, what produce? Let us look together through the following description...

Tepat pukul 09.30 WIB, rombongan yang wakili oleh segenap Pengurus Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan, Fasilitator Perpuseru Kabupaten Pekalongan serta tamu istimewa dari Perpuseru pusat. Pada kesempatan kali ini, Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan diwakili oleh saudara Untung, saudara Wahyu dan saudari Mirta. Sementara itu, Fasilitator Perpuseru Kabupaten Pekalongan diwakili oleh saudara Najakh. Untuk tamu istimewa dari Perpuseru Pusat diwakili oleh saudari Niklah Dina Nomida yang menjabat sebagai Koordinator Perpuseru wilayah Jawa Tengah - Kalimantan.

Exactly at 09.30 WIB, entourage represented by administrators Regional Library of Pekalongan Regency, Facilitator Perpuseru of Pekalongan Regency and special guest from Perpuseru central. On this occasion, Regional Library of Pekalongan Regency was represented by Mr. Untung, Mr. Wahyu and Mrs. Mirta. Meanwhile, Facilitator of Perpuseru Pekalongan Regancy was represented by Mr. Najakh. For the special guests of Perpuseru Central is represented by Mrs. Niklah Dina Nomida who serves as the coordinator of Perpuseru Central Java - Kalimantan.

Untuk informasi, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo telah tergabung dalam program Perpuseru yang digawangi oleh Coca-Cola Foundation dan Bill & Melinda Gates Foundation serta Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan.

For information, Cerah Library of Wonopringgo Village has been incorporated in the program of Perpuseru which is headed by Coca-Cola Foundation and Bill & Melinda Gates Foundation and Regional Library of Pekalongan Regency.

Sesampainya di area Balai Desa Wonopringgo, rombongan langsung disambut oleh Kepala Desa Wonopringgo dan juga segenap pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Setelah itu, rombongan langsung dipersilahkan masuk ke dalam Balai Desa Wonopringgo. Di dalam Balai Desa Wonopringgo terjadi perbincangan yang sangat menarik. Saudari Dina selaku Koordinator Perpuseru Pusat banyak berbagi cerita dan membagikan semangat untuk terus mengembangkan perpustakaan di desa. Selain itu, Dina juga menekankan agar pengurus perpustakaan desa mampu membuat sesuatu atau kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Supaya kedepannya perpustakaan bisa menjadi tempat rujukan untuk memperoleh informasi dan juga bisa menjadi pusat kegiatan yang ada di desa.

Arriving at the area of Wonopringgo Village Hall, the entourage was immediately greeted by Village Head of Wonopringgo and also administrators Cerah Library of Wonopringgo Village. After that, the entourage is directly invited into the Village Hall Wonopringgo. In the Village Hall of Wonopringgo there was a very interesting conversation. Mrs. Dina as the Coordinator of Perpuseru Central shared many stories and shared the spirit to keep on developing library in the village. In addition, Mrs. Dina also emphasized that the administrators of village library are able to create something or activities that are beneficial to surrounding community. In the future, the library can be a reference place to obtain information and can also be a center of activities in the village.

Menurut Dina, Desa Wonopringgo memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Namun, karena kurangnya informasi dan fasilitas yang dimiliki oleh masyarakat pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) mengakibatkan potensi yang seharusnya bisa meledak tersebut belum bisa berkembang sesuai yang diharapkan. Seharusnya, pengurus perpustakaan desa yang mayoritas diisi oleh pemuda-pemudi yang hidup di era yang serba digital ini, dapat membaca kekurangan tersebut. Lalu, membuat kegiatan atau pelatihan yang bisa meminimalisir kekurangan tersebut di atas. Namun tanpa sumbangsih dari masyarakat, program yang dirancang oleh perpustakaan dan pemerintah desa akan mati sebelum berkembang. Jadi, partisipasi masyarakat sangatlah diperlukan.

According to Mrs. Dina, Wonopringgo Village has many potentials that can be developed. However, due to lack of information and facilities owned by the community of Small, Micro and Medium Enterprises (MSMEs), the potential that could have exploded could not develop as expected. Supposedly, majority of village library managers filled by young people living in this digital age can read the shortcomings. Then, create an activity or training that can minimize the above deficiencies. But without the contributions of the community, programs designed by libraries and village governments will die before they develop. Thus, community participation is necessary.



Karena keterbatasan waktu, kunjungan yang sangat bermanfaat ini harus berakhir dalam waktu yang singkat. Tepat pukul 12.00 WIB rombongan perpustakaan dan perpuseru harus meninggalkan Desa Wonopringgo. Karena harus mengejar waktu untuk mengunjungi sekaligus memonitoring perpustakaan atau taman bacaan lain yang juga bermitra dengan perpuseru. Sebelum meninggalkan Desa Wonopringgo, rombongan terlebih dahulu mengunjungi Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo yang berada di halaman area Balai Desa Wonopringgo. Kembali, saudara Dina menambahkan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo sudah cukup baik. Bahkan sudah lebih baik dibandingkan desa-desa lainnya yang belum memiliki ataupun tergerak untuk mengembangkan perpustakaan di desa. Namun, harus terus melakukan inovasi atau gebrakan yang sangat berguna bagi masyarakat sekitar agar Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo dapat semakin berkembang lagi kedepannya.

Due to time constraints, this very useful visit should end in a short time. Precisely at 12.00 pm entourage of library and perpuseru must leave Wonopringgo Village. Having to pursue the time to visit and monitor libraries that also partner with the perpuseru. Before leaving the village of Wonopringgo, the entourage visited Cerah Library Village of Wonopringgo located in the courtyard area of Wonopringgo Village Hall. Again, Mrs. Dina added that what has been done by the Administrator Library of Wonopringgo Village is good enough. Even better than other villages that don't have or be active to develop the library in the village. However, it should continue to innovate or breakthrough that is very useful for the surrounding community to Cerah Library of Wonopringgo Village can be more evolve in the future.

Setelah kunjungan monitoring tersebut, Pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo langsung bergerak cepat untuk menambal kekurangan-kekurangan yang ada. Selain itu, para pengurus perpustakaan juga mulai pelan-pelan dan sedikit demi sedikit menerapkan usulan yang didapat dari kunjungan monitoring tersebut di atas. Tidak hanya itu, kedepannya juga akan ada kegiatan atau pelatihan yang telah disusun oleh Pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Penasaran kegiatan apa yang akan kita lakukan? Nantikan cerita-cerita menggebrak kami lainnya.

After the monitoring visit, administrator Cerah Library of Wonopringgo Village immediately moved quickly to patch up the deficiencies. In addition, the librarian administrators also began slowly and gradually apply proposals obtained from the monitoring visits mentioned above. Not only that, in the future there will also be activities or training that has been prepared by the administrator Cerah Library of Wonopringgo Village that will be very beneficial to the surrounding community. Curious what activities will we do? Look forward to our other hit stories.




Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Wednesday, January 17, 2018

Buka Lapak Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo / Open Booth "Cerah" Library of Wonopringgo Village

Tahun Baru, Kegiatan Baru. Begitulah kira-kira kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan yang ada di Desa Wonopringgo kali ini. Karena pada awal tahun ini, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo beserta Karangtaruna Pringgodani Desa Wonopringgo berhasil menghadirkan kegiatan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Kegiatan tersebut bertajuk "OPEN BOOTH PERPUSTAKAAN CERAH DESA WONOPRINGGO". Seperti apakah kegiatan tersebut berlangsung? Mari simak melalui uraian berikut ini...


New Year, New Activity. That's roughly the right word to describe the existing situation in Wonopringgo Village for this time. Because at the beginning of this year, "Cerah Library" of Wonopringgo Village along with Karangtaruna Pringgodani Wonopringgo Village succeeded in presenting new activities that never existed before. The event is entitled "OPEN BOOTH CERAH LIBRARY of WONOPRINGGO VILLAGE". What did activity look like? Let's look through the following description ...

Pada dasarnya, minat baca masyarakat Indonesia tidaklah rendah. Namun, karena kurangnya fasilitas penunjang, seperti contoh: Tidak adanya toko buku besar di Pekalongan, harga buku yang cenderung semakin mahal dari tahun ke tahun dan minimnya informasi. Sehingga membuat seolah-olah minat baca masyarakat Indonesia terlihat rendah. Padahal, nyatanya tidak selalu begitu. Masyarakat Indonesia hanya kurang mendapatkan dukungan akan keberadaan bahan bacaan yang murah, mudah, bervariasi dan berkualitas.

Basically, interest in reading of Indonesian society is not low. However, due to the lack of supporting facilities, such as the absence of major bookstores in Pekalongan, the price of books tend to be more expensive from year to year and the lack of information. So as make reading interest of Indonesian society look low. In fact, it is not always that case. Indonesians are lacking of support for the availability of cheap, easy, varied and quality reading materials.



Berbekal dari hal tersebut di atas, pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo serta Karangtaruna Pringgodani memiliki gagasan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Yaitu dengan cara menghadirkan kegiatan yang bertajuk "OPEN BOOTH". Open Booth adalah kegiatan yang dilaksanakan dengan cara membawa beberapa koleksi buku yang ada di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo, kemudian memajang buku koleksi tersebut pada lapak yang telah disediakan. Kegiatan yang untuk pertama kali ini berhasil dilaksanakan bersamaan dengan acara Car Free Day pada hari Minggu, 14 Januari 2017 pukul 06.30-08.30 WIB bertempat di area Alun-Alun Kajen, tepatnya di sekitaran Jalan Semeru. Pada dasarnya, kegiatan ini memiliki tujuan untuk membangkitkan minat baca dengan cara memfasilitasi bahan bacaan gratis dan berkualitas untuk masyarakat luas, utamanya masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Armed with above, the administrators of Cerah Library of Wonopringgo Village and Karangtaruna Pringgodani have new ideas that have never been done before. That is by presenting activities entitled "OPEN BOOTH". Open Booth is an activity carried out by bringing some collection of books in Cerah Library of Wonopringgo Village, then displaying collection books on the stall that has been provided. The first event was successfully carried out simultaneously with Car Free Day event on Sunday, January 14, 2017 at 06.30-08.30 WIB held at Kajen Square area, precisely in the vicinity of Semeru Street. Basically, this activity has some goal to generate interest in reading by facilitating free and quality reading materials for the wider community, especially the people in Pekalongan Regency.



Bahan bacaan gratis dan berkualitas di sini memiliki arti bahwa masyarakan atau pengunjung bebas membaca buku apapun yang tersedia di sekitaran lapak yang kami dirikan tanpa dipungut biaya apapun. Pada kesempatan kali ini, jumlah buku yang dibawa hanya sekitar 67 judul buku saja. Walaupun jumlah buku yang dibawa tidak terlalu banyak, namun berhasil menarik minat beberapa pengunjung Car Free Day yang ada di Alun-Alun Kajen. Hal itu menandakan bahwa sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia tidaklah rendah. Kalau minat baca masyarakat Indonesia rendah, pasti tidak akan ada satupun orang yang akan mengunjungi booth yang kami sediakan.

Free reading materials and quality here means that the community or visitors are free to read any book that is available in the surrounding stalls that we established at no charge whatsoever. On this occasion, the number of books that we brought only about 67 book titles only. Although the number of books that were brought not too much, but managed to attract some visitors of Car Free Day in Kajen Square. It indicates that the actual interest of reading Indonesian society is not low. If the interest of reading Indonesian society is low, surely there will be no one who will visit our booth.



Jadi, bagaimana? Apakah kalian setuju bahwa minat baca masyarakat Indonesia itu rendah?

So how? Do you agree that reading interest of Indonesian society are low?

Bantu kami menghapus citra negatif yang tidak terbukti tersebut dengan cara menghadiri Open Booth yang akan kami laksanakan selanjutnya. Silahkan baca sepuasnya, gratis, tidak dipungut biaya apapun. Kalau masih belum puas, datang saja ke Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo (Ada di google maps) yang berada di area Balai Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Perpustakaan kami BUKA SETIAP HARI Kecuali tanggal merah dari jam 09.00 - 22.00 WIB.

Help us remove the unproven negative image by attending Open Booth which will carry out next. Read unlimited, free of charge, free of charge. If still not satisfied, just come to Cerah Library of Wonopringgo  Village (Available on google maps) located in the area of Wonopringgo Village Hall, Pekalongan Regency. Our Libraries OPEN EVERY DAY except red dates from 09.00 - 22.00 WIB.


Ayo tunjukkan pada masyarakat luas bahwa minat baca masyarakat Indonesia tidak rendah.
SALAM LITERASI!!!

Let's show to the public that the reading interest of Indonesian society are not low.
REGARDS LITERACY!!!

Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI (Sedang Dalam Pengerjaan)
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK (In Process)

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Galeri Foto Buka Lapak Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo / Photo Gallery of Open Booth "Cerah" Library of Wonopringgo Village

Tahun Baru, Kegiatan Baru. Begitulah kira-kira kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan yang ada di Desa Wonopringgo kali ini. Karena pada awal tahun ini, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo beserta Karangtaruna Pringgodani Desa Wonopringgo berhasil menghadirkan kegiatan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Kegiatan tersebut bertajuk "OPEN BOOTH PERPUSTAKAAN CERAH DESA WONOPRINGGO". Seperti apakah kegiatan tersebut berlangsung? Mari simak melalui uraian berikut ini...

New Year, New Activity. That's roughly the right word to describe the existing situation in Wonopringgo Village for this time. Because at the beginning of this year, "Cerah Library" of Wonopringgo Village along with Karangtaruna Pringgodani Wonopringgo Village succeeded in presenting new activities that never existed before. The event is entitled "OPEN BOOTH CERAH LIBRARY of WONOPRINGGO VILLAGE". What did activity look like? Let's look through the following description ...

Informasi Lebih Lanjut: BACA DI SINI

For More Info: HERE






















Wednesday, November 8, 2017

Galeri Foto Malam Pengukuhan Paskibra Desa Wonopringgo Tahun 2017 / Photo Gallery Inauguration Night "Paskibra" of Village Wonopringgo 2017

Wonopringgo, 16 Agustus 2017 (Lagi-lagi) merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Desa Wonopringgo. Karena pada hari itu, telah dilaksanakan suatu acara yang benar-benar baru untuk pertamakalinya dilaksanakan. Acara tersebut adalah "Malam Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Desa Wonopringgo Tahun 2017". Hari-hari sebelumnya, belum pernah sekalipun dilaksanakan acara demikian di lingkungan Desa Wonopringgo. Jadi, ini adalah momen bersejarah yang patut untuk dikenang dan diabadikan. Pada malam itu, Pemerintah Desa Wonopringgo mengukuhkan sepuluh orang anggota paskibra yang akan menjadi petugas pada acara memperingati HUT RI ke-72 tahun 2017 ini...

Lengkapnya dapat dibaca DI SINI

Berikut ini adalah galeri lengkap malam pengukuhan pasukan pengibar bendera (Paskibra) Desa Wonopringgo tahun 2017...


Monday, October 16, 2017

Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo Akan Mendapatkan Bantuan Dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah / "Cerah" Library of Wonopringgo Village Will Get Donations From Central Java Provincial Library

Saat ini dua pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo sedang mengikuti "Bimtek Pengelola Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi" yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Bimtek (Bimbingan Teknik) tersebut dilaksanakan di Hotel Santika, Kota Semarang. Acara tersebut dimulai sejak Senin, 16 Oktober 2017 dan berakhir pada Rabu, 18 Oktober 2017. Kegiatan tersebut bersifat wajib bagi perpustakaan yang akan menerima bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Currently two administrators of "Cerah" Library of Wonopringgo Village are following the "Technical Guidance of Library Management on Provincial Level" held by the Office of Archives and Library of Central Java Province. Technical Guidance is held in Santika Hotel's, at Semarang City. The event started on Monday, October 16, 2017 and ended on Wednesday, October 18, 2017. The activity is mandatory for libraries that will receive donation from the Central Java Provincial Library.

Untuk acara Bimtek kali ini, pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo diwakili oleh dua pemuda-pemudi terbaiknya, yaitu saudara Ibnu Ziyad sebagai Ketua Perpustakaan dan Intan Kusuma Dewi sebagai Pelaksana Harian Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Perlu diketahui, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo untuk tahun ini, akan mendapatkan bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Acara Bimtek tersebut bersifat wajib bagi perpustakaan desa atau kelurahan yang akan menerima bantuan. Bentuk bantuan yang dimaksud adalah bantuan yang berupa sejumlah buku dan rak buku yang berjumlah sebanyak 2 buah. Oleh karena itu, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo mengirimkan dua wakilnya untuk menghadiri acara tersebut. Karena jika tidak mengirimkan perwakilan untuk mengikuti bimtek, bantuan yang telah ada akan dialihkan kepada perpustakaan lain.

For this event, at this time administrator of "Cerah" Library of  Wonopringgo Village are represented by two of best youngsters, namely Ibnu Ziyad as the Head of Library and Intan Kusuma Dewi as Daily Executor of "Cerah" Library of Wonopringgo Village. Please note, "Cerah" Library of Wonopringgo Village for this year, will get help from the Central Java Provincial Library. This event is mandatory for the village library that will receive some help. The form of assistance in question is donation of several books and bookshelves, amounting to 2 pieces. Therefore, "Cerah" Library of Wonopringgo Village sent two representatives to attend this event. Because if it does not send a representative to follow this technical guidance, existing donations will bestow to other libraries.


 Intan Kusuma Dewi dan Ibnu Ziyad Saat Mengikuti Bimtek / IKD and IZ When Following Technical Guidance

Perwakilan Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo Saat Sedang Mempraktekkan Materi Yang Telah Disampaikan Representative of "Cerah" Library of Wonopringgo Village While Practicing the Material That Has Been Delivered
Acara ini memiliki beberapa tujuan, diantaraya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perpustakaan, membekali ilmu pengetahuan tentang perpustakaan kepada pengelola dan memeberikan motivasi kepada pengelola untuk mengembangkan perpustakaan. Hal tersebut sangat sejalan dengan materi yang akan disampaikan. Diantaranya adalah administrasi perpustakaan, klasifikasi dan praktek, katalogisasai dan praktek, Aplikasi teknologi informasi perpustakaan, Perawatan bahan perpustakaan serta layanan dan promosi perpustakaan. Nyatanya, materi yang disusun adalah hal-hal yang sangat diperlukan untuk mengelola dan mengembangkan perpustakaan. Dengan mengirimkan wakilnya untuk mengikuti bimtek tersebut, akan ada hal positif yang akan ditularkan oleh suadara Ziyad dan Intan kepada pengurus perpustakaan ataupun warga lainnya. Harapannya, akan ada peningkatan pelayanan serta kualitas dari Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo, sehingga dapat lebih bermanfaat dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya warga Desa Wonopringgo itu sendiri.

This event has several goals, among them are to improve the quality of human resources of libraries sector, equip knowledge of library's administrator and give motivation to develop the library. This is very appropriate with the material to be delivered. Among them are library administration, classification and practice, catalogisasi and practice, Application information technology of library, Maintenance of library materials as well as library services and promotion. In a fact, the materials given are the things that are needed to manage and develop the library. By sending representative to follow this event, there will be a positive thing that will be transmitted by Ziyad and Intan to other libraries administrator or other society. Hopefully, there will be improvement of service and quality of "Cerah" Library of Wonopringgo Village, so it can be more useful and exploited by the wider society, especially Wonopringgo villagers.



Setelah mengikuti acara bimtek ini, bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah akan sesegera mungkin didistribusikan kepada Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Menurut rencana, apabila tidak ada halangan, bantuan tersebut akan diserahkan langsung oleh Bapak Asip Kholbihi selaku Bupati Pekalongan. Terlepas dari semua itu, semoga Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo dapat menghadirkan manfaat positif bagi masyarakat luas. Terlebih setelah mengikuti Bimtek ini, semoga akan semakin besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya warga Desa Wonopringgo itu sendiri. Maju Terus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo!!!  Tunjukkan Kilau mu, Sehingga Dapat Mencerahkan Kehidupan Bangsa!!!

After attending this event, donations from the Central Java Provincial Library will be distributed as soon as possible to "Cerah" Library of Wonopringgo Village. According to the plan, if there is no inhibitation, will be handed over directly by Mr. Asip Kholbihi as the Regent of Pekalongan. Regardless of that, hopefully the Library of Sunny Village Wonopringgo can bring positive benefits for the wider community. Especially after following this event, hopefully many benefits felt by society, especially the villagers Wonopringgo. Continue to Continue Cerah (Bright) Library of Wonopringgo Village!!! Show Your Luster, So It Can Brighten Nation Life!!!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Thursday, October 12, 2017

Galeri Foto Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017 / Photo Gallery of Halal Bi Halal on Wonopringgo Village in 2017

Untuk liputan lengkapnya dapat dilihat melalui link --> INI
Galeri foto lengkap acara Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017. Galeri lainnya juga dapat dilihat melalui Fanspage Desa Wonopringgo --> DISINI

For full review can be seen through this link --> THIS
Photo gallery of Halal Bi Halal on Wonopringgo Village in 2017. Other galleries can also be viewed through Facebook Page of "Desa Wonopringgo" --> HERE

Monday, September 18, 2017

ARAK-ARAKAN KUBAH (NGARAK MUSTOKO) MUSHOLLA DARUSSALAM DESA WONOPRINGGO


"Ngarak Mustoko" atau yang lebih familiar dengan sebutan "Arak-Arakan Kubah" biasanya diselenggarakan pada acara pembangunan Masjid. Lain halnya dengan yang terjadi di Desa Wonopringgo, acara arak-arakan kubah diselenggarakan karena adanya pembangunan Mushola. Untuk Informasi, di Desa Wonopringgo terdapat tujuh Mushola dan satu Masjid. Salah satu dari tujuh Mushola yang ada di Desa Wonopringgo, untuk tahun ini sedang dilakukan pemugaran besar-besaran. Bangunan lama dirubuhkan hampir seluruhnya, hanya menyisakan beberapa bagian saja. Termasuk kubah lama pun di turunkan dan diganti dengan yang baru. Oleh karena itu, kubah baru yang akan dijadikan sebagai ganti kubah yang lama, dilakukan prosesi atau ritual arak-arakan yang pada dasarnya dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Seperti apakah acara tersebut berlangsung? Mari kita saksikan bersama-sama...

"Ngarak Mustoko" (Javanese Language) or more familiar called "Dome Procession" is usually held at the process building of big mosque. Another case with what happened in Wonopringgo Village, ceremonial pageant of dome was held due to the construction of the small mosque (Musholla). For Your Information, in Wonopringgo Village there are seven Musholla and one big Mosque. One of the seven Musholla in Wonopringgo Village, for this year is being done massive restoration. The old building was completely demolished, leaving only a few sections. Including the old dome was lowered and replaced with the new one. Therefore, the new dome does ritual procession which is basically implemented as a form of gratitude to God. What does the event look like? Let's watch it together ...


Kamis, 29 Juni 2017, setelah acara jalan sehat dalam rangka halal bi halal Desa Wonopringgo selesai dilaksanakan sekitar pukul 11.30 WIB, (liputannya dapat dibaca DI SINI) serangkaian acara pasca lebaran di Desa Wonopringgo belum berakhir. Tepatnya pukul 13.00 WIB, diadakan acara yang belum tentu setahun sekali diadakan, atau bahkan sepuluh tahun sekalipun. Karena, acara tersebut bisa terlaksana jikalau ada Mushola atau Masjid yang dilakukan pemugaran atau renovasi secara besar-besaran. Acara tersebut adalah "Arak-arakan Kubah" atau "Ngarak Mustoko". Arak-arakan tersebut dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan karena warga Desa Wonopringgo pada umumnya atau warga Dukuh Sala'an pada khususnya telah berhasil memugar atau merenovasi Mushola yang ada di Dukuh Sala'an. Pada mulanya, rencana renovasi hanya akan dilaksanakan khusus untuk memugar bagian atapnya saja. Namun, karena antusiasme masyarakat yang begitu besarnya, rencana awal tersebut akhirnya berubah menjadi renovasi Mushola secara keseluruhan. Hampir sembilan puluh lima persen bagian awal Mushola diratakan dengan tanah, kemudian hanya menyisakan sedikit bagian saja.

Thursday, June 29, 2017, after healthy walk event in halal bi halal Wonopringgo Village was completed at around 11:30 pm, a series of post-Eid events in Wonopringgo village has not ended. Precisely a t 13.00 pm, held events that are not necessarily once a year held, or even ten years though. Because, the event can be accomplished if there is a mosque or mosque that done the refurbishment or renovation on a large scale. The event is a "Dome Procession" or "Ngarak Mustoko" (Javanese Language). The procession was held as a form of gratitude to God because the villagers of Wonopringgo in general or the residents of Sala'an Hamlet in particular have managed to restore or renovate the existing Musholla in Sala'a Hamlet. Initially, the renovation plan will only be implemented specifically to restore the roof only. However, due to the enormous enthusiasm of the community, the original plan eventually turned into a total Musholla renovation. Nearly ninety-five percent of the early part of the Musholla was flattened to the ground, leaving only a few sections.


Acara ngarak mustoko sendiri dimulai dari depan Musholla Darussalam Dukuh Sala'an Desa Wonopringgo kemudian menuju ke arah Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo, sesampainya di pertigaan GSG Pringgodani, berbelok ke arah utara menuju pasar melewati Blang Lor, Logawan dan Ibnu Siena. Lalu, masuk ke sebelah pasar, kemudian kembali lagi ke Musholla Darussalam melewati kawasan RT 04 dan RT 05. Arak-arakan berakhir di titik awal pemberangkatan yaitu Musholla Darussalam.

The event of Dome Procession starts from in front of Musholla Darussalam Dukuh Sala'an Wonopringgo Village then heads towards Darul Huda Mosque of Wonopringgo Village, arrive at GSG Pringgodani junction, turn north towards the market through Blang Lor, Logawan and Ibnu Siena. Then, to the market, then back to Musholla Darussalam through RT 04 and RT 05. The procession ends at the starting point of departure ie Musholla Darussalam.


Rencana awalnya, kubah musholla akan diarak dengan cara dipanggul, namun karena berbagai pertimbangan, salah satunya mengenai jarak rute yang akan dilalui. Akhirnya rencana tersebut urung dilaksanakan. Hingga akhirnya, kubah Musholla diarak di atas sebuah mobil pick up. Sebelum diarak, kubah masjid dihiasi oleh rangkaian bunga melati yang dililitkan dari bagian atas kubah hingga menjuntai ke bawah. Di atas mobil pick up juga akan ada beberapa orang yang akan memastikan bahwa kubah dalam keadaan aman selama perjalan berlangsung.

Initial plan, the domes of the mosque will be paraded by shouldered together, but due to various considerations, ultimately the plan failed to be implemented. Until finally, the Musholla dome was paraded over by pickup car. Before parade, the dome is decorated by a series of jasmine flowers wrapped from the top of the dome until dangling down. On top of pickup car there will also be some people who will make sure that the dome is safe during the trip.



Arak-arakan ini dimeriahkan oleh penampilan dari Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo yang menampilkan Naga Liong dan Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe) dari Kecamatan Buaran, yang selalu menampilkan atraksi di setiap jalan yang dilalui. Sehingga semakin menambah meriah acara arak-arakan tersebut. Selain itu, turut serta pula dalam rombongan arak-arakan diantaranya adalah Warga Desa Wonopringgo yang terdiri dari Pemerintah Desa Wonopringgo, Hansip, Linmas serta warga sipil dan jamaah Musholla Darussalam.

The procession was enlivened by the performance of Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo featuring Dragon Liong and Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe) from Buaran Subdistrict, which always show the attractions in every road that pass, so that more festive. In addition, also participated in the procession are Wonopringgo Villagers consisting of Government of Wonopringgo Village, Hansip, Linmas as well as civilians and pilgrims Musholla Darussalam.




Sesampainya di kompleks Musholla Darussalam, kubah Musholla langsung diturunkan dari mobil pickup. Kemudian ditaruh pada tempat khusus yang telah disediakan, sebelum kubah diangkat dan dipasang pada bagian atas Musholla. Ada ritual atau kepercayaan unik pada sesaat sebelum kubah dinaikkan. Yaitu, warga dipersilahkan untuk menyentuh kubah tersebut. Kepercayaan yang berkembang pada masyarakat, jika berhasil menyentuh kubah sebelum dinaikkan, konon katanya akan mendapatkan keberkahan tersendiri, yang belum berjodoh bisa saja menjadi enteng jodoh, yang seret rezeki bisa saja menjadi enteng rezeki. Itulah kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Namun bukan berarti semua itu hanya mitos belaka, semuanya bisa terjadi atas izin Allah. Bisa jadi, setelah menyentuh kubah Musholla, menjadikan masyarakat rindu akan kubah tersebut dan memiliki ketertarikan emosional tersendiri. Kemudian, membuatnya lebih sering mengunjungi Musholla Darussalam lalu berdoa dan memohon kepada sang pencipta agar dipermudah segala urusannya, termasuk masalah jodoh dan rezeki. Bisa jadi bukan?

Arriving at the Musholla Darussalam complex, Musholla dome is directly unloaded from the pickup car. Then put in a special place that has been provided, before the dome is lifted and mounted at the top of the mosque. There is a unique ritual or belief in the moment before the dome is raised. That is, residents are welcome to touch the dome. The belief that grows in the society, if successfully touch the dome before it is raised, it is said that it will get its own blessing, which has not a mate could be have a mate, who bad in sustenance could be good in sustenance. That is a growing belief in society. But that does not mean it's just a myth, everything can happen by God's permission. Could it be, after touching the dome of Musholla, making people miss the dome and have an emotional interest in that;s dome. Then, make it more frequent to visit the Mosque Darussalam then pray and beg God's to facilitate all his affairs, including mate and sustenance. Could it be?




Setelah aktivitas di atas dilaksanakan, acara selanjutnya adalah menaikkan kemudian memasang kubah tersebut ke bagian atas Musholla secara manual, tanpa bantuan alat khusus apapun. Alat bantu yang terlihat hanyalah tali tambang, tangga dan bambu. Untuk menaikkan dan memasang kubah pada tempat semestinya, membutuhkan sekitar 4-5 orang dewasa, hingga kubah benar-benar terpasang sebagaimana mestinya.  Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 4.15 WIB kubah mulai dinaikkan. Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 14.25 WIB, kubah terlah berhasil sampai di bagian paling atas Musholla. Aktivitas selanjutnya, adalah memasang secara permanen kubah pada bagian yang telah ditentukan, hingga benar-benar terpasang secara kuat.

After the above activities are implemented, the next event is raise and then install the dome to the top of the Musholla manually, without the aid of any special tool. The only visible tools are ropes, ladders and bamboo. To raise and put the dome in properly places, it takes about 4-5 adults, until the dome is properly installed as it should. It didn't take long, at about 4:15 pm the dome began to rise. Ten minutes later, precisely at 14:25 pm, the dome made it to the very top of the Mosque. The next activity, is to permanently install the dome on the part that has been determined, until it is really installed strongly.


Sesaat setelah kubah terpasang, Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe)" kembali menghibur warga dan peserta pawai dengan gerakan dan lagu yang selaras. Tak lupa, warga lainnya juga ikut hanyut dalam susana suka cita tersebut.

After the dome installed, Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe)" re-entertaining the citizens and participants of the parade with the movements and songs are aligned. Not to forget, other residents also drifting in the joy of such fun.




Setelah itu, acara berpindah ke dalam Musholla. Pengurus Musholla, Pemuka Agama dan Pemerintah Desa Wonopringgo turut serta di dalamnya. Acara dimulai dengan berdoa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi syukuran yang ditandai dengan makan bersama. Ada yang unik pada prosesi makan bersama tersebut, makanan disajikan dalam tampah besar yang kemudian dimakan bersama-sama oleh 3-4 orang. Makanan tersebut, biasa disebut olah warga sekitar sebagai "Sego Berkat" yang berisi nasi, ayam kampung, megono, mie berserta potongan sayur dan tidak lupa sambal. Tradisi yang unik bukan? Kami rasa, kalian akan mengatakan iya.


After that, the event moves into the Mosque. The board of Musholla, the Religious Leaders and Government of Wonopringgo Village participated in it. The event starts with praying together which is then followed by a procession of gratitude marked by eating together. There is a unique in the procession of eating together, the food is served in a large winnowing basket which is then eaten together by 3-4 people. The food, by residents around commonly referred as "Sego Berkat" which contains rice, chicken, megono, noodles along with vegetable pieces and do not forget to sauce. Is it an unique tradition? I think, you will definitely say yes.

Seluruh dokumentasi acara ini, dapat dilihat pada tautan berikut DI SINI


Untuk Video acara bisa dilihat melalui tautan berikut ini:


Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"