Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat"

Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo

Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis

Pada tanggal 18 Agustus 2018 jam 19.30 WIB telah dilaksanakan Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis di Sekitar Area Desa Wonopringgo

Dua Prestasi Nasional di Boyong ke Desa Wonopringgo

Membanggakan!!! Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo berhasil meraih dua prestasi tingkat nasional

Pentas Puas Aroma

Pada tanggal 15 Februari 2018 telah diadakan suatu acara yang sangat menarik dengan tajuk "Pentas Puas" yang diselenggarakan oleh brand Rokok Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Pemerintah Desa Wonopringgo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H - Minal Aidzin Wal Fa Idzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Monday, October 16, 2017

Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo Akan Mendapatkan Bantuan Dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah / "Cerah" Library of Wonopringgo Village Will Get Donations From Central Java Provincial Library

Saat ini dua pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo sedang mengikuti "Bimtek Pengelola Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi" yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Bimtek (Bimbingan Teknik) tersebut dilaksanakan di Hotel Santika, Kota Semarang. Acara tersebut dimulai sejak Senin, 16 Oktober 2017 dan berakhir pada Rabu, 18 Oktober 2017. Kegiatan tersebut bersifat wajib bagi perpustakaan yang akan menerima bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Currently two administrators of "Cerah" Library of Wonopringgo Village are following the "Technical Guidance of Library Management on Provincial Level" held by the Office of Archives and Library of Central Java Province. Technical Guidance is held in Santika Hotel's, at Semarang City. The event started on Monday, October 16, 2017 and ended on Wednesday, October 18, 2017. The activity is mandatory for libraries that will receive donation from the Central Java Provincial Library.

Untuk acara Bimtek kali ini, pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo diwakili oleh dua pemuda-pemudi terbaiknya, yaitu saudara Ibnu Ziyad sebagai Ketua Perpustakaan dan Intan Kusuma Dewi sebagai Pelaksana Harian Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Perlu diketahui, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo untuk tahun ini, akan mendapatkan bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Acara Bimtek tersebut bersifat wajib bagi perpustakaan desa atau kelurahan yang akan menerima bantuan. Bentuk bantuan yang dimaksud adalah bantuan yang berupa sejumlah buku dan rak buku yang berjumlah sebanyak 2 buah. Oleh karena itu, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo mengirimkan dua wakilnya untuk menghadiri acara tersebut. Karena jika tidak mengirimkan perwakilan untuk mengikuti bimtek, bantuan yang telah ada akan dialihkan kepada perpustakaan lain.

For this event, at this time administrator of "Cerah" Library of  Wonopringgo Village are represented by two of best youngsters, namely Ibnu Ziyad as the Head of Library and Intan Kusuma Dewi as Daily Executor of "Cerah" Library of Wonopringgo Village. Please note, "Cerah" Library of Wonopringgo Village for this year, will get help from the Central Java Provincial Library. This event is mandatory for the village library that will receive some help. The form of assistance in question is donation of several books and bookshelves, amounting to 2 pieces. Therefore, "Cerah" Library of Wonopringgo Village sent two representatives to attend this event. Because if it does not send a representative to follow this technical guidance, existing donations will bestow to other libraries.


 Intan Kusuma Dewi dan Ibnu Ziyad Saat Mengikuti Bimtek / IKD and IZ When Following Technical Guidance

Perwakilan Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo Saat Sedang Mempraktekkan Materi Yang Telah Disampaikan Representative of "Cerah" Library of Wonopringgo Village While Practicing the Material That Has Been Delivered
Acara ini memiliki beberapa tujuan, diantaraya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perpustakaan, membekali ilmu pengetahuan tentang perpustakaan kepada pengelola dan memeberikan motivasi kepada pengelola untuk mengembangkan perpustakaan. Hal tersebut sangat sejalan dengan materi yang akan disampaikan. Diantaranya adalah administrasi perpustakaan, klasifikasi dan praktek, katalogisasai dan praktek, Aplikasi teknologi informasi perpustakaan, Perawatan bahan perpustakaan serta layanan dan promosi perpustakaan. Nyatanya, materi yang disusun adalah hal-hal yang sangat diperlukan untuk mengelola dan mengembangkan perpustakaan. Dengan mengirimkan wakilnya untuk mengikuti bimtek tersebut, akan ada hal positif yang akan ditularkan oleh suadara Ziyad dan Intan kepada pengurus perpustakaan ataupun warga lainnya. Harapannya, akan ada peningkatan pelayanan serta kualitas dari Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo, sehingga dapat lebih bermanfaat dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya warga Desa Wonopringgo itu sendiri.

This event has several goals, among them are to improve the quality of human resources of libraries sector, equip knowledge of library's administrator and give motivation to develop the library. This is very appropriate with the material to be delivered. Among them are library administration, classification and practice, catalogisasi and practice, Application information technology of library, Maintenance of library materials as well as library services and promotion. In a fact, the materials given are the things that are needed to manage and develop the library. By sending representative to follow this event, there will be a positive thing that will be transmitted by Ziyad and Intan to other libraries administrator or other society. Hopefully, there will be improvement of service and quality of "Cerah" Library of Wonopringgo Village, so it can be more useful and exploited by the wider society, especially Wonopringgo villagers.



Setelah mengikuti acara bimtek ini, bantuan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah akan sesegera mungkin didistribusikan kepada Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Menurut rencana, apabila tidak ada halangan, bantuan tersebut akan diserahkan langsung oleh Bapak Asip Kholbihi selaku Bupati Pekalongan. Terlepas dari semua itu, semoga Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo dapat menghadirkan manfaat positif bagi masyarakat luas. Terlebih setelah mengikuti Bimtek ini, semoga akan semakin besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya warga Desa Wonopringgo itu sendiri. Maju Terus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo!!!  Tunjukkan Kilau mu, Sehingga Dapat Mencerahkan Kehidupan Bangsa!!!

After attending this event, donations from the Central Java Provincial Library will be distributed as soon as possible to "Cerah" Library of Wonopringgo Village. According to the plan, if there is no inhibitation, will be handed over directly by Mr. Asip Kholbihi as the Regent of Pekalongan. Regardless of that, hopefully the Library of Sunny Village Wonopringgo can bring positive benefits for the wider community. Especially after following this event, hopefully many benefits felt by society, especially the villagers Wonopringgo. Continue to Continue Cerah (Bright) Library of Wonopringgo Village!!! Show Your Luster, So It Can Brighten Nation Life!!!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Thursday, October 12, 2017

Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017 / Halal Bi Halal on Wonopringgo Village in 2017

Wonopringgo, 29 Juni 2017 - Setelah acara jalan sehat sekaligus halal bihalal di pagi harinya, kemudian ada acara ngarak mustoko di siang harinya, serangkaian acara pasca lebaran di Desa Wonopringgo belum berakhir. Masih ada satu lagi acara yang harus di selesaikan. Yaitu acara yang bertajuk "Pengajian Umum Dalam Rangka Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017". Acara tersebut diperuntukkan bagi siapa pun yang merupakan warga Desa Wonopringgo. Jadi, mau muda, tua, pria ataupun wanita diperbolehkan dan dipersilahkan untuk menghadiri acara tersebut.

Wonopringgo, June 29, 2017 - After a healthy walk event and halal bihalal in the morning, then there is a procession of "ngarak mustoko" on afternoon, a series of post-Eid events in Wonopringgo village is not over. There is still one more event to complete. Namely the event entitled "Public Recitation Beside of Halal Bi Halal on Wonopringgo Village Year 2017". The event is for anyone who is a citizen of Wonopringgo Village. So, want young, old, men or women are allowed and welcome to attend the event.

Acara dibuka oleh penampilan kesenian duror dari Desa Wonopringgo. Karena keindahan lantunan irama musik yang dibawakannya, kemudian mulai menarik perhatian masyarakat Desa Wonopringgo untuk segera menuju ke GSG Pringgodani guna menghadiri acara tersebut di atas. Sekitar pukul 19.30 warga mulai berduyung-duyung berdatangan ke tempat acara, padahal acara secara resmi baru akan dimulai pukul 21.00 WIB. Sebelum memasuki tempat acara, warga yang hadir akan disambut oleh pemuda atau pemudi Desa Wonopringgo yang tergabung dalam Karang Taruna Pringgodani di setiap pintu masuk yang tersedia. Pintu masuk disediakan sebanyak 2 buah, di sebelah Timur GSG Pringgodani yang dikhususkan untuk pengunjung pria yang akan disambut oleh pemuda Desa Wonopringgo dan di sebalah Selatan GSG Pringgodani yang dikhususkan untuk pengunjung wanita yang akan disambut oleh pemudi Desa Wonopringgo.




The event was opened by a performance of "duror's art" from the village of Wonopringgo. Because of the beauty of the music rhythm that he brought, then began to attract the attention of the people of Wonopringgo Village to came to GSG Pringgodani to attend the event mentioned above. At around 19.30 people began to stagger to come to the venue, but the event will officially begin at 21:00 pm. Prior to entering the venue, the residents will be welcomed by the youth or girls of Wonopringgo Village who are members of Karang Taruna Pringgodani at every available entrance. The entrance is provided as much as 2 pieces, to the east of GSG Pringgodani devoted to male visitors who will be welcomed by youth man of Wonopringgo Village and in the South GSG Pringgodani which is devoted to female visitors who will be welcomed by youth girl of Wonopringgo Village.

Sembari menunggu pembicara hadir ditengah-tengah acara, pengunjung yang telah hadir di dalam GSG Pringgodani masih terus dihibur oleh penampilan dari kesenian duror Desa Wonopringgo. Untuk informasi, kesenian duror Desa Wonopringgo juga bisa diundang untuk mengisi acara di berbagai tempat dan berbagai acara. Untuk info lebih lanjut mengenai hal itu, silahkan hubungi saudara IBNU ZIYAD di 0857 2616 4591

While waiting of the speaker to be present in the middle of the event, the visitors who have been present in GSG Pringgodani still kept entertained by the appearance from "duror's art" of Wonopringgo village. For information, "duror's art" Wonopringgo village can also be invited to fill the event in various places and various events. For more info on this subject, please contact IBNU ZIYAD's sibling at 0857 2616 4591



Tepat pukul 21.00 WIB, acara resmi dibuka oleh pembawa acara, yang kebetulan saat itu dibawakan langsung oleh saudara Istiqomah. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan langsung oleh saudara Ayu serta pembacaan arti dalam Bahasa Indonesia yang dibawakan oleh saudara Ana. Kedua nama yang telah disebutkan sebelumnya merupakan pemudi Desa Wonopringgo yang tergabung dalam IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulamah) Desa Wonopringgo. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Dimana sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, saudara Ibnu Ziyad. Lalu, sambutan kedua dibawakan oleh Kepala Desa Wonopringgo, saudara Slamet Haryanto.

Exactly at 21:00 pm, the event was officially opened by master of ceremony, who happened to be brought directly by Istiqomah. Then the event continued with the recitation of the holy verses of the Qur'an that was delivered directly by Ayu and the reading of the meaning in Bahasa Indonesia presented Ana. The two previously mentioned names are girls from Wonopringgo Village who are members of IPPNU (Student Association of Putri Nahdatul Ulamah) Wonopringgo Village. After that, the event continued with some speech. Where the first speech delivered by the Chairman of the Committee, Ibnu Ziyad. Then, the second speech was delivered by the Village Chief Wonopringgo, Slamet Haryanto.


Setelah acara hiburan dan sambutan-sambutan selesai, kemudian acara mulai memasuki acara inti. Dimana acara inti tersebut merupakan pengajian yang dibawakan langsung oleh KH Abdul Manan dari Kayugeritan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Tepat pukul 22.00 WIB pembicara memulai meberikan ceramahnya pada acara pengajian umum dalam rangka "Halal Bi Hhalal Masyarakat Desa Wonopringgo Tahun 2017". Pada kesempatan kali ini, pembicara lebih menekankan kepada pentingnya menyambung tali silaturahmi dan pentingnya saling memafkan pada hari yang suci ini. Tepat pukul 23.30 WIB acara selesai dan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan bersama dan juga untuk kemajuan Desa Wonopringgo.

After the entertainment and some speech are over, then the event begins to enter the core event. Where the core event is a recitation brought by KH Abdul Manan from Kayugeritan Karanganyar, Pekalongan Regency. Precisely at 22:00 pm the speaker began giving his lecture at the public recitation event in order to "Halal Bi Halal People of Wonopringgo Village Year 2017". On this occasion, the speaker put more emphasis on the importance of connecting ties and the importance of mutual forgiveness on this holy day. Precisely at 23:30 pm the event was completed and then closed with a joint prayer for the common good and also for the progress of Wonopringgo Village.



Seluruh dokumentasi acara ini, dapat dilihat pada tautan berikut DI SINI (Galeri di Web desawonopringgo.com) atau DI SINI (Galeri di Facebook Page Desa Wonopringgo)

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Galeri Foto Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017 / Photo Gallery of Halal Bi Halal on Wonopringgo Village in 2017

Untuk liputan lengkapnya dapat dilihat melalui link --> INI
Galeri foto lengkap acara Halal Bi Halal Desa Wonopringgo Tahun 2017. Galeri lainnya juga dapat dilihat melalui Fanspage Desa Wonopringgo --> DISINI

For full review can be seen through this link --> THIS
Photo gallery of Halal Bi Halal on Wonopringgo Village in 2017. Other galleries can also be viewed through Facebook Page of "Desa Wonopringgo" --> HERE

Monday, September 18, 2017

ARAK-ARAKAN KUBAH (NGARAK MUSTOKO) MUSHOLLA DARUSSALAM DESA WONOPRINGGO


"Ngarak Mustoko" atau yang lebih familiar dengan sebutan "Arak-Arakan Kubah" biasanya diselenggarakan pada acara pembangunan Masjid. Lain halnya dengan yang terjadi di Desa Wonopringgo, acara arak-arakan kubah diselenggarakan karena adanya pembangunan Mushola. Untuk Informasi, di Desa Wonopringgo terdapat tujuh Mushola dan satu Masjid. Salah satu dari tujuh Mushola yang ada di Desa Wonopringgo, untuk tahun ini sedang dilakukan pemugaran besar-besaran. Bangunan lama dirubuhkan hampir seluruhnya, hanya menyisakan beberapa bagian saja. Termasuk kubah lama pun di turunkan dan diganti dengan yang baru. Oleh karena itu, kubah baru yang akan dijadikan sebagai ganti kubah yang lama, dilakukan prosesi atau ritual arak-arakan yang pada dasarnya dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Seperti apakah acara tersebut berlangsung? Mari kita saksikan bersama-sama...

"Ngarak Mustoko" (Javanese Language) or more familiar called "Dome Procession" is usually held at the process building of big mosque. Another case with what happened in Wonopringgo Village, ceremonial pageant of dome was held due to the construction of the small mosque (Musholla). For Your Information, in Wonopringgo Village there are seven Musholla and one big Mosque. One of the seven Musholla in Wonopringgo Village, for this year is being done massive restoration. The old building was completely demolished, leaving only a few sections. Including the old dome was lowered and replaced with the new one. Therefore, the new dome does ritual procession which is basically implemented as a form of gratitude to God. What does the event look like? Let's watch it together ...


Kamis, 29 Juni 2017, setelah acara jalan sehat dalam rangka halal bi halal Desa Wonopringgo selesai dilaksanakan sekitar pukul 11.30 WIB, (liputannya dapat dibaca DI SINI) serangkaian acara pasca lebaran di Desa Wonopringgo belum berakhir. Tepatnya pukul 13.00 WIB, diadakan acara yang belum tentu setahun sekali diadakan, atau bahkan sepuluh tahun sekalipun. Karena, acara tersebut bisa terlaksana jikalau ada Mushola atau Masjid yang dilakukan pemugaran atau renovasi secara besar-besaran. Acara tersebut adalah "Arak-arakan Kubah" atau "Ngarak Mustoko". Arak-arakan tersebut dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan karena warga Desa Wonopringgo pada umumnya atau warga Dukuh Sala'an pada khususnya telah berhasil memugar atau merenovasi Mushola yang ada di Dukuh Sala'an. Pada mulanya, rencana renovasi hanya akan dilaksanakan khusus untuk memugar bagian atapnya saja. Namun, karena antusiasme masyarakat yang begitu besarnya, rencana awal tersebut akhirnya berubah menjadi renovasi Mushola secara keseluruhan. Hampir sembilan puluh lima persen bagian awal Mushola diratakan dengan tanah, kemudian hanya menyisakan sedikit bagian saja.

Thursday, June 29, 2017, after healthy walk event in halal bi halal Wonopringgo Village was completed at around 11:30 pm, a series of post-Eid events in Wonopringgo village has not ended. Precisely a t 13.00 pm, held events that are not necessarily once a year held, or even ten years though. Because, the event can be accomplished if there is a mosque or mosque that done the refurbishment or renovation on a large scale. The event is a "Dome Procession" or "Ngarak Mustoko" (Javanese Language). The procession was held as a form of gratitude to God because the villagers of Wonopringgo in general or the residents of Sala'an Hamlet in particular have managed to restore or renovate the existing Musholla in Sala'a Hamlet. Initially, the renovation plan will only be implemented specifically to restore the roof only. However, due to the enormous enthusiasm of the community, the original plan eventually turned into a total Musholla renovation. Nearly ninety-five percent of the early part of the Musholla was flattened to the ground, leaving only a few sections.


Acara ngarak mustoko sendiri dimulai dari depan Musholla Darussalam Dukuh Sala'an Desa Wonopringgo kemudian menuju ke arah Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo, sesampainya di pertigaan GSG Pringgodani, berbelok ke arah utara menuju pasar melewati Blang Lor, Logawan dan Ibnu Siena. Lalu, masuk ke sebelah pasar, kemudian kembali lagi ke Musholla Darussalam melewati kawasan RT 04 dan RT 05. Arak-arakan berakhir di titik awal pemberangkatan yaitu Musholla Darussalam.

The event of Dome Procession starts from in front of Musholla Darussalam Dukuh Sala'an Wonopringgo Village then heads towards Darul Huda Mosque of Wonopringgo Village, arrive at GSG Pringgodani junction, turn north towards the market through Blang Lor, Logawan and Ibnu Siena. Then, to the market, then back to Musholla Darussalam through RT 04 and RT 05. The procession ends at the starting point of departure ie Musholla Darussalam.


Rencana awalnya, kubah musholla akan diarak dengan cara dipanggul, namun karena berbagai pertimbangan, salah satunya mengenai jarak rute yang akan dilalui. Akhirnya rencana tersebut urung dilaksanakan. Hingga akhirnya, kubah Musholla diarak di atas sebuah mobil pick up. Sebelum diarak, kubah masjid dihiasi oleh rangkaian bunga melati yang dililitkan dari bagian atas kubah hingga menjuntai ke bawah. Di atas mobil pick up juga akan ada beberapa orang yang akan memastikan bahwa kubah dalam keadaan aman selama perjalan berlangsung.

Initial plan, the domes of the mosque will be paraded by shouldered together, but due to various considerations, ultimately the plan failed to be implemented. Until finally, the Musholla dome was paraded over by pickup car. Before parade, the dome is decorated by a series of jasmine flowers wrapped from the top of the dome until dangling down. On top of pickup car there will also be some people who will make sure that the dome is safe during the trip.



Arak-arakan ini dimeriahkan oleh penampilan dari Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo yang menampilkan Naga Liong dan Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe) dari Kecamatan Buaran, yang selalu menampilkan atraksi di setiap jalan yang dilalui. Sehingga semakin menambah meriah acara arak-arakan tersebut. Selain itu, turut serta pula dalam rombongan arak-arakan diantaranya adalah Warga Desa Wonopringgo yang terdiri dari Pemerintah Desa Wonopringgo, Hansip, Linmas serta warga sipil dan jamaah Musholla Darussalam.

The procession was enlivened by the performance of Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo featuring Dragon Liong and Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe) from Buaran Subdistrict, which always show the attractions in every road that pass, so that more festive. In addition, also participated in the procession are Wonopringgo Villagers consisting of Government of Wonopringgo Village, Hansip, Linmas as well as civilians and pilgrims Musholla Darussalam.




Sesampainya di kompleks Musholla Darussalam, kubah Musholla langsung diturunkan dari mobil pickup. Kemudian ditaruh pada tempat khusus yang telah disediakan, sebelum kubah diangkat dan dipasang pada bagian atas Musholla. Ada ritual atau kepercayaan unik pada sesaat sebelum kubah dinaikkan. Yaitu, warga dipersilahkan untuk menyentuh kubah tersebut. Kepercayaan yang berkembang pada masyarakat, jika berhasil menyentuh kubah sebelum dinaikkan, konon katanya akan mendapatkan keberkahan tersendiri, yang belum berjodoh bisa saja menjadi enteng jodoh, yang seret rezeki bisa saja menjadi enteng rezeki. Itulah kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Namun bukan berarti semua itu hanya mitos belaka, semuanya bisa terjadi atas izin Allah. Bisa jadi, setelah menyentuh kubah Musholla, menjadikan masyarakat rindu akan kubah tersebut dan memiliki ketertarikan emosional tersendiri. Kemudian, membuatnya lebih sering mengunjungi Musholla Darussalam lalu berdoa dan memohon kepada sang pencipta agar dipermudah segala urusannya, termasuk masalah jodoh dan rezeki. Bisa jadi bukan?

Arriving at the Musholla Darussalam complex, Musholla dome is directly unloaded from the pickup car. Then put in a special place that has been provided, before the dome is lifted and mounted at the top of the mosque. There is a unique ritual or belief in the moment before the dome is raised. That is, residents are welcome to touch the dome. The belief that grows in the society, if successfully touch the dome before it is raised, it is said that it will get its own blessing, which has not a mate could be have a mate, who bad in sustenance could be good in sustenance. That is a growing belief in society. But that does not mean it's just a myth, everything can happen by God's permission. Could it be, after touching the dome of Musholla, making people miss the dome and have an emotional interest in that;s dome. Then, make it more frequent to visit the Mosque Darussalam then pray and beg God's to facilitate all his affairs, including mate and sustenance. Could it be?




Setelah aktivitas di atas dilaksanakan, acara selanjutnya adalah menaikkan kemudian memasang kubah tersebut ke bagian atas Musholla secara manual, tanpa bantuan alat khusus apapun. Alat bantu yang terlihat hanyalah tali tambang, tangga dan bambu. Untuk menaikkan dan memasang kubah pada tempat semestinya, membutuhkan sekitar 4-5 orang dewasa, hingga kubah benar-benar terpasang sebagaimana mestinya.  Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 4.15 WIB kubah mulai dinaikkan. Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 14.25 WIB, kubah terlah berhasil sampai di bagian paling atas Musholla. Aktivitas selanjutnya, adalah memasang secara permanen kubah pada bagian yang telah ditentukan, hingga benar-benar terpasang secara kuat.

After the above activities are implemented, the next event is raise and then install the dome to the top of the Musholla manually, without the aid of any special tool. The only visible tools are ropes, ladders and bamboo. To raise and put the dome in properly places, it takes about 4-5 adults, until the dome is properly installed as it should. It didn't take long, at about 4:15 pm the dome began to rise. Ten minutes later, precisely at 14:25 pm, the dome made it to the very top of the Mosque. The next activity, is to permanently install the dome on the part that has been determined, until it is really installed strongly.


Sesaat setelah kubah terpasang, Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe)" kembali menghibur warga dan peserta pawai dengan gerakan dan lagu yang selaras. Tak lupa, warga lainnya juga ikut hanyut dalam susana suka cita tersebut.

After the dome installed, Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe)" re-entertaining the citizens and participants of the parade with the movements and songs are aligned. Not to forget, other residents also drifting in the joy of such fun.




Setelah itu, acara berpindah ke dalam Musholla. Pengurus Musholla, Pemuka Agama dan Pemerintah Desa Wonopringgo turut serta di dalamnya. Acara dimulai dengan berdoa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi syukuran yang ditandai dengan makan bersama. Ada yang unik pada prosesi makan bersama tersebut, makanan disajikan dalam tampah besar yang kemudian dimakan bersama-sama oleh 3-4 orang. Makanan tersebut, biasa disebut olah warga sekitar sebagai "Sego Berkat" yang berisi nasi, ayam kampung, megono, mie berserta potongan sayur dan tidak lupa sambal. Tradisi yang unik bukan? Kami rasa, kalian akan mengatakan iya.


After that, the event moves into the Mosque. The board of Musholla, the Religious Leaders and Government of Wonopringgo Village participated in it. The event starts with praying together which is then followed by a procession of gratitude marked by eating together. There is a unique in the procession of eating together, the food is served in a large winnowing basket which is then eaten together by 3-4 people. The food, by residents around commonly referred as "Sego Berkat" which contains rice, chicken, megono, noodles along with vegetable pieces and do not forget to sauce. Is it an unique tradition? I think, you will definitely say yes.

Seluruh dokumentasi acara ini, dapat dilihat pada tautan berikut DI SINI


Untuk Video acara bisa dilihat melalui tautan berikut ini:


Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Sunday, September 3, 2017

JALAN SEHAT DALAM RANGKA HALAL BI HALAL DESA WONOPRINGGO TAHUN 2017 M ATAU 1438 H / HEALTHY WALK COMMEMORATING HALAL BI HALAL OF WONOPRINGGO VILLAGE IN 2017


Thursday, June 29, 2017 is an important and perhaps historic day for the people of Wonopringgo Village. Because on that day, has been held activities "Halal Bi Halal Village Wonopringgo Year 2017 M or 1438 H". However, there is different thing with halal bi halal activity of Wonopringgo Village this year. Because this activity, in its implementation combined with other activities. Namely, a healthy walk surrounding Wonopringgo Village. How did the event take place? Interesting? Unique? Let's take a look at the reviews of these activities through this article...

Saturday, August 12, 2017

AGENDA DESA WONOPRINGGO BULAN AGUTUS 2017

Doakan, hadiri, ramaikan dan sebarkan serangkaian acara yang akan dilaksanakan di Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah pada bulan Agustus Tahun 2017 ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. UPACARA PERINGATAN HUT RI KE-72 TAHUN 2017


Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-72 di tahun 2017 ini, akan dilaksanakan Tirakatan RT di Pertigaan Masing-Masing RT dan Upacara Bendera di Halaman GSG (Gedung Serbaguna) Pringgodani Desa Wonopringgo. 
Tirakatan RT akan dilaksanakan di pertigaan masing-masing RT pada tanggal 16 Agustus 2017 jam 19.30 WIB. Biasanya dalam acara tersebut akan diadakan doa bersama kemudian dilanjutkan dengan makan-makan bersama untuk menambah rasa persaudaraan diantara warga Desa Wonopringgo.
Keesokan harinya, pada tanggal 17 Agustus 2017 jam 07.00 WIB akan dilaksanakan Upacara Bendera di halaman GSG Pringgodani. Ini adalah upacara yang pertama kali dilaksanakan pada masa kepemimpinan Slamet Haryanto selaku Kepala Desa Wonopringgo dan Wike Oktaviana selaku Ketua Karang Taruna Pringgodani Desa Wonopringgo. Acara ini diprakarsai karena adanya kolaborasi yang sangat cantik antara Pemerintah Desa Wonopringgo dan Karang Taruna Pringgodani Desa Wonopringgo serta bantuan dan partisipasi segenap Warga Desa Wonopringgo yang mendukung terlaksananya upacara ini. Rencananya, yang akan bertugas pada upacara kali ini adalah kolaborasi antara pemuda Desa Wonopringgo yang tergabung dalam Karang Taruna serta segenap Pemerintah Desa Wonopringgo. Upacara ini dapat dihadiri oleh umum. Upacara yang pertama kali ini patut dinantikan bukan? Jadilah bagian dari sejarah.

NB: UNTUK INFORMASI TEMPAT PENYELANGGARAAN, DAPAT DILIHAT MELALUI GOOGLE MAPS DENGAN KATA KUNCI "BALAI DESA WONOPRINGGO" 

2. LOMBA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT RI KE-72 TAHUN 2017


Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-72 di tahun 2017 ini, akan diselenggarakan lomba yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu LOMBA KATEGORI IBU-IBU, LOMBA KATEGORI ANAK dan LOMBA KATEGORI DEWASA. Untuk lomba kategori ibu-ibu yang akan diselenggarakan yaitu Lomba Rias dan Lomba Gendong Pasangan. Untuk lomba kategori anak, yang akan diselenggarakan adalah Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Sekolah Dasar (SD), Lomba Adzan dan Gobak Sodor. Sementara untuk lomba kategori dewasa, yang akan diselenggarakan Lomba Badminton, Tenis Meja (Ganda dan Single), catur dan Panjat Pinang. Rencananya, acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2017 setelah pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT RI ke-72. Jangan lupa, akan ada hadiah menarik yang telah menanti anda semua Warga Desa Wonopringgo. Persiapkan Diri Mulai dari Sekarang!

NB: UNTUK INFORMASI TEMPAT PENYELANGGARAAN, DAPAT DILIHAT MELALUI GOOGLE MAPS DENGAN KATA KUNCI "BALAI DESA WONOPRINGGO" 

3. FESTIVAL 1000 PIRING NASI GORENG GRATIS DAN PENTAS SENI


Pada tanggal 19 Agustus 2017 jam 19.00 WIB akan dilaksanakan Festival 1000 Piring Nasi Goreng Gratis di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo. Acara ini diselenggarakan sebagai ajang untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Pekalongan yaitu OVOP (One Village One Product) dimana setiap desa harus memiliki minimal satu produk yang dapat diunggulkan. Ajang ini juga sekaligus sebagai ajang promosi dan pengenalan Produk Unggulan Desa Wonopringgo, yaitu Nasi Goreng. Selain itu, acara ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-72. Menurut data, dari sekitar lima ratusan rumah yang ada di Desa Wonopringgo, seratus diantaranya adalah sebagai penjual nasi goreng. Jika asumsi kotor setiap penjual nasi goreng membutuhkan dua orang pelayan, dapat dipastikan bahwa ada sekitar tiga ratusan rumah di Desa Wonopringgo menggantungkan hidupnya dari produk nasi goreng. Oleh karena itu, untuk mendukung program OVOP, Pemerintah Desa Wonopringgo dibantu oleh Karang Taruna Pringgodani bermaksud akan melaksanakan Festival 1000 Piring Nasi Goreng. Dengan tujuan untuk mempromosikan sekaligus mengukuhkan potensi yang ada di Desa Wonopringgo, yaitu NASI GORENG. Rencananya, acara ini juga akan dimeriahkan Pentas Seni yang akan diisi oleh Karang Taruna Pringgodani, SDN 01 Wonopringgo, TK Dharma Wanita dan lain-lain, serta ada beberapa tamu undangan. Akan ada beberapa penampilan spesial yang akan diisi oleh Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2017 juga beberapa pengisi acara menarik lainnya. Don't miss it!
Konon katanya, nasi goreng terlezat adalah buatan warga Desa Wonopringgo. Yakin akan melewatkan kesempatan ini? Tentunya tidak kan? Ayo habiskan 1000 Piring Nasi Goreng yang Kami Sediakan!!!

NB: UNTUK INFORMASI TEMPAT PENYELANGGARAAN, DAPAT DILIHAT MELALUI GOOGLE MAPS DENGAN KATA KUNCI "BALAI DESA WONOPRINGGO"

4. KARNAVAL TINGKAT KECAMATAN DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT RI KE-72 TAHUN 2017


Masih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-72 tahun 2017 ini, Kontingen Desa Wonopringgo akan mengikuti Karnaval Tingkat Kecamatan yang akan diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus 2017. Pada karnaval tahun ini, Kontingan Desa Wonopringgo akan secara khusus menampilkan hasil karya tangan-tangan kreatif pemuda Desa Wonopringgo yang tergabung dalam Karang Taruna Pringgodani. Apa yang akan ditampilkan? Tunggu liputan khususnya. Pawai arak-arakan dalam rangka Karnaval Tingkat Kecamatan ini akan dimulai dari Halaman GSG Pringgodani sekitar jam 13.00 WIB. Kemudian menuju lapangan asrama 407, melalui Jalan Raya Wonopringgo menuju ke arah pasar. Di depan kantor Kecamatan Wonopringgo (Panggung penilaian) akan ditampilkan koreo khusus. Kemudian iring-iringan pawai karnaval dilanjutan hingga ke Perempatan Sedayu. Dua tahun yang lalu, secara berturut-turut Kontingen Desa Wonopringgo selalu berhasil meraih juara satu. Akankah tahun ini Desa Wonopringgo dapat menciptakan sejarah baru dengan kembali meraih predikat nomor satu? Patut kita nantikan bersama. Ayo Ciptakan Sejarah, Bawa Pulang Lagi Piala Itu!!! MERDEKA!!!

Itulah serangkaian acara yang dapat diikuti pada bulan Agustus tahun 2017 ini. Tidak menutup kemungkinan, acara lainnya yang belum tercantum dalam rangkaian acara di atas akan dapat dilaksanakan juga di bulan ini. 

NB: UNTUK INFORMASI TEMPAT PENYELANGGARAAN, DAPAT DILIHAT MELALUI GOOGLE MAPS DENGAN KATA KUNCI "BALAI DESA WONOPRINGGO"

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Wednesday, July 5, 2017

SEJARAH TERCIPTA!! PESANTREN KILAT PERTAMA DI DESA WONOPRINGGO / HISTORY CREATED!! THE FIRST "PESANTREN KILAT" EVENT IN WONOPRINGGO VILLAGE

Di Desa Wonopringgo, ada yang berbeda pada Bulan Ramadhan tahun ini. Dikarenakan adanya pelaksanaan suatu kegiatan bertemakan agama. Kegiatan tersebut adalah Pesantren Kilat Mini sekaligus Buka Bersama. Pada Bulan Ramadhan tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan sebanyak tiga kali selama satu bulan, dilaksanakan setiap hari Minggu ba'da Ashar selama Bulan Ramadhan. Tepatnya pada tanggal 4, 11 dan 18 Juni tahun 2017.

Acara tersebut di selenggarakan oleh Sanggar Belajar Cerah yang merupakan bagian dari Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo serta dibantu oleh Karang Taruna Pringgodani Desa Wonopringgo. Perlu diketahui, ini adalah acara pesantren kilat pertama yang berhasil diselenggarakan oleh Sanggar Belajar Cerah Desa Wonopringgo, sekaligus juga sebagai acara pesantren kilat yang untuk pertama kalinya berhasil diselenggarakan di lingkungan Desa Wonopringgo. Perlu diketahui pula, ini adalah untuk pertamakalinya juga, acara di Desa Wonopringgo menggunakan pamflet cetak berwarna berukuran A3 yang difungsikan sebagai sarana promosi untuk kegiatan yang akan dilangsungkan. Sejarah Tercipta!!!
Sejatinya, acara tersebut hanya ditujukan untuk anak usia sekolah yang telah terdaftar di Sanggar Belajar Cerah saja. Namun, karena melihat antusias masyarakat Desa Wonopringgo yang cukup tinggi, akhirnya acara tersebut ditujukan untuk seluruh anak usia sekolah yang ada di Desa Wonopringgo.
Acara tersebut dilaksanakan di Gedung Serbaguna (GSG) Pringgodani Desa Wonopringgo yang pembangunannya masih berjalan hingga saat ini. Namun, tidak mengurangi kekhidmatan keberlangsungan acara. Karena pada dasarnya GSG Pringgodani telah dapat digunakan secara fungsional. Acara dimulai dengan kata sambutan dan pembacaan doa yang sekaligus dibuka langsung oleh saudara Ibnu Ziyad yang menjabat sebagai ketua Sanggar Belajar Cerah Desa Wonopringgo. Setelah itu, dilanjutkan dengan menonton film-film bertema pendidikan umum, pendidikan islami ataupun agama serta film-film motivasi. Menjelang waktu berbuka puasa, kira-kira pukul 17.00 WIB serangkaian acara dilanjutkan dengan ceramah atau kuliah singkat yang di bawakan langsung oleh ustadz-ustadz yang ada di Desa Wonopringgo, diantaranya adalah Ustadz Wisman dan Ustadz Mustolih.
Memasuki acara berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa berbuka puasa yang dipimpin langsung oleh ustad yang mengisi ceramah, yang kemudian diikuti oleh peserta. Setelah itu dilanjutkan dengan acara buka bersama. Pada pelaksaan acara kali ini, pihak penyelenggara baru bisa menyediakan takjil untuk berbuka saja, sementara untuk makan masih belum bisa disediakan sekaligus oleh pihak penyelenggara. Oleh karena itu, untuk makan dibawa sendiri oleh masing-masing peserta dari rumah. Setelah berbuka puasa, dilanjutkan dengan sholat berjamaah, kemudian serangkaian acara tersebut selesai dan ditutup dengan foto bersama.
Acara yang merupakan program dari Sanggar Belajar Cerah Desa Wonopringgo ini dilaksanakan dengan tujuan untuk lebih mendekatkan para pengajar di sanggar belajar cerah dengan anggota yeng telah terdaftar di sanggar belajar. Selain itu, acara ini dimanfaatkan juga untuk mempromosikan sanggar beljar cerah kepada peserta pesantren kilat yang belum tergabung di Sanggar Belajar Cerah Desa Wonopringgo. Perlu diketahui, pendanaan dari acara ini sebagian berasal dari Karang Taruna Pringgodani Desa Wonopringgo dan sebagian lagi berasal dari keuntungan yang didapat dari usaha PPOB (Pembayaran Online) yang juga dikelola langsung oleh Karang Taruna Pringgodani Desa Wonopringgo. Harapannya untuk tahun-tahun berikutnya, acara ini tetap diselenggarakan dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi. Serta sajian buka puasa yang lebih bervariasi lagi. Jadi, tidak hanya berupa takjil saja, tetapi bisa sekaligus menyediakan makan untuk berbuka puasa. Mungkin, tahun depan ada yang mau berpartisipasi membatu acara ini? :D
Untuk galeri foto lengkap acara, dapat dilihat di menu samping bagian kanan di halaman utaman website desawonopringgo.com pada tautan "Galeri Foto" atau dapat dilihat melalui tautan berikut ini KLIK

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"


ENGLISH

In Wonopringgo Village, there are something different on Ramadhan this year. Due implementation of religious themed activities. These activities are called "Pesantren Kilat Mini" and breaking the fasting together. In Ramadan this year, this event are held on every Sunday after Ashar during Ramadan. Precisely on 4, 11 and 18 June 2017.
This event are organized by "Cerah's Library of Wonopringgo Village" and assisted by "Karang Taruna Pringgodani" Wonopringgo Village. FYI, this is the first time "Pesantren Kilat" event there are organized by Cerah's Library of Wonopringgo Village. As well as "Pesantren Kilat" event which is for the first time successfully held in the environment of Wonopringgo Village. Also note, this is for the first time also, event in Wonopringgo Village using a color print pamphlet size of A3 that functioned to promote event that will be held. History Created !!!
Initially, this event is only aimed for school aged children who have enrolled in "Sanggar Belajar Cerah". However, due to considerable enthusiasm of society Wonopringgo Village, finally this event are aimed at all school aged children in Wonopringgo Village.
This event was held on Multipurpose Building Pringgodani in Wonopringgo Village which is currently under construction. However, it doesn't diminish the sustainability of the event. Because basically Multipurpose Buildings Pringgodani has been able to use functionally. This event started with a welcome speech and prayer readings which was simultaneously opened by Ibnu Ziyad who served as chairman of "Sanggar Belajar Cerah" Wonopringgo Village. After that, followed by watching films on theme of general education, Islamic or religious education and motivational films. Approaching time of breaking the fasting, about 17.00 WIB the events followed by a lecture or short lecture that brought directly by the cleric in Wonopringgo Village, among them are Ustadz Wisman and Ustadz Mustolih.
Entering the time of breaking the fasting, the event continued with recitation of breaking the fasting prayer, lead by cleric who filled the lecture, which was then followed by the participants. After that, followed with breaking fasting together. On this event, the organizers just can provide takjil (Food and drink that use to breaking the fasting), while meals can't be provided at once by the organizers, because the limited of cost. Therefore, meals brought by each participant from home. After breaking the fast, followed by praying in congregation, then series of this event are completed and closed with a photo together.
This event which is a program of "Sanggar Belajar Cerah" Wonopringgo Village was held with aim to more familiarize tutors in "Sanggar Belajar Cerah" with members who have registered in "Sanggar Belajar Cerah". In addition, this event is also used to promote "Sanggar Belajar Cerah" to participants who aren't yet incorporated on "Sanggar Belajar Cerah" Wonopringgo Village. FYI, funding from this event is partly from Karang Taruna Pringgodani Desa Wonopringgo and partly derived from profits of PPOB (Online Payment) which is also managed directly by Karang Taruna Pringgodani Wonopringgo Village. Hopefully for the next years, this event will be held with more participants and the organizers can provide more varied food and meals. So, not only takjil only, but can also provide meals to break the fasting. Maybe, next year someone or you will participate to help this event? : D
For full photo of this event, it can be seen in the right side menu on main page of desawonopringgo.com on the "Photo Gallery" link or can be viewed through by following link CLICK

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"