Monday, June 12, 2017

6 BULAN BERJALAN, LOKET PEMBAYARAN (PPOB PRINGGODANI) BISA APA? [LAPORAN DESA]

Tidak terasa, enam bulan sudah loket pembayaran online (PPOB) Pringgodani di area Balai Desa Wonopringgo sudah berjalan. Pada dasarnya, loket pembayaran ini sudah ada sejak lama. Namun, kurang ditonjolkan dan diperhatikan. Posisi loket bergabung dengan balai desa (tidak terpisah dan tidak memiliki ruangan tersendiri) serta jam operasional yang mengikuti jam kerja balai desa. Dirasa kurang terpromosikan dan terperhatikan, loket yang semula dikelola oleh desa ini secara resmi diserahkan pengelolaannya kepada Karang Taruna "Pringgodani" Desa Wonopringgo.

Tepatnya tanggal 18 Desember 2016, loket yang merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Wonopringgo ini resmi dikelola oleh Karang Taruna "Pringgodani" Desa Wonopringgo. Karena pengelolaannya diserahkan kepada karang taruna, maka terjalinlah kesepakatan dalam hal pembagian keuntungan bulanan yang diperoleh. Sebagian keuntungan diserahkan kepada BUMDES selaku pemilik badan usaha, sebagian diserahkan pada Karang Taruna selaku pelaksana administratif serta maintenance (perawatan) loket dan sebagian lagi diserahkan pada operator selaku pelaksana harian.
Dibawah pengelolaan karang taruna, loket pembayaran ini semakin berkembang. Perkembangannya dapat dilihat dan dirasakan melalui beberapa aspek sebagai berikut:
  • Loket yang pada awalnya tidak memiliki ruangan tersendiri ini, kini memiliki ruangan tersendiri. Lokasi tepatnya, berada di antara Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) dan Badan Kredit Desa (BKD). Mulanya, ruangan ini merupakan bagian dari BKD, namun karena berbagai pertimbangan, ruangan BKD tersebut dibagi menjadi dua bagian. Ruangan pertama untuk BKD itu sendiri dan ruangan kedua untuk loket pembayaran (PPOB). [Lihat Foto Di Atas]
  • Lalu, jam operasional pun berubah, dilakukan penambahan jam operasional. Semula mengikuti jam kerja balai desa, berubah menjadi jam 09.00-22.00 WIB dipotong istirahat pada jam tertentu. 
  • Jumlah hari operasional pun ditambah. Semula hanya 5 hari (Senin-Jum'at) bertambah menjadi 6 hari (Senin-Sabtu).
  • Layanan yang disajikan pun bertambah, dari yang hanya melayani pembayaran listrik, cicilan bulanan, BPJS serta pembelian pulsa, kini semakin berkembang lebih luas lagi. Sekarang, loket pembayaran ini dapat melayani layanan lama (Listrik, Pulsa, BPJS dan Cicilan) ditambah:
    -  Pembelian tiket (Kereta, Pesawat, Hotel, Konser dan Tempat Wisata)
    -  Pembukaan rekening dan setor tunai (Menabung) yang bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI)
    -  Transfer antar bank
    -  Administrasi wifi desa
    -  Pembayaran PDAM
Karena layanan bertambah, tidak hanya khusus untuk pembayaran tagihan bulanan saja, loket pembayaran ini sekarang berubah sebutan menjadi PPOB (Payment Point Online Bank) yang dapat melayani pembayaran online dalam bentuk apapun ditambah dengan layanan perbankan secara terbatas. Dengan mengemban jargon "BISA BAYAR APAPUN, KECUALI TIKET KE SURGA" harapannya PPOB Pringgodani dapat semakin berkembang dan meningkatkan layanan serta jangkauannya.
Tanpa adanya partisipasi dari segenap warga Desa Wonopringgo, loket ini tidak akan mampu bertahan hingga menyentuh angka enam bulan ini. Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada warga Desa Wonopringgo yang telah turut aktif membantu keberlangsungan PPOB Pringgodani. Besar harapannya agar warga Desa Wonopringgo lain yang belum bertransaksi melalui PPOB Pringgodani dapat mengalihkan transaksinya ke PPOB Pringgodani. Karena keuntungan yang diperoleh dari usaha yang dijalankan dan dikelola oleh desa akan dikembalikan lagi kepada masyarakat, khususnya warga Desa Wonopringgo itu sendiri. (Tunggu liputan khusus kami yang akan membahas tentang ini)

BUMDES dalam bentuk PPOB ini sejalan dengan visi-misi yang saat ini diemban oleh Desa Wonopringgo, yaitu "Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil).
  • Mandiri, sebagai upaya untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk desa dan pengelola, dalam hal ini adalah karang taruna. Harapannya, dari bagi hasil yang didapatkan setiap bulannya, Karang Taruna Pringgodani dapat semakin mandiri secara finansial tanpa harus selalu bergantung pada desa.
  • Aman, transaksi dijamin aman dari penipuan karena jika terjadi kesalahan transaksi, silahkan lakukan komplain langsung ke PPOB atau melalui Halaman Lapor Lur! pada website desawonopringo.com yang harapannya, akan ditindaklanjuti langsung oleh yang bersangkutan.
  • Nyaman, tidak perlu jauh-jauh keluar desa, transaksi atau tagihan masyarakat dapat dilaksanakan di area balai desa. Nyaman bukan?
  • Terampil, dengan adanya badan usaha yang dikelola oleh karang taruna, tujuannya agar pemuda desa dapat mengasah skill atau keterampilannya dalam mengelola suatu bentuk badan usaha. Berkat keterampilan yang diperoleh dari pengelolaan PPOB, harapannya dapat memunculkan bentuk badan usaha baru.
Sekali lagi, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Wonopringgo yang telah mengalihkan segala pembayaran tagihan dan transaksinya melalui PPOB Pringgodani. Besar harapan kami agar warga Desa Wonopringgo lainnya dapat mengalihkan segala pembayaran tagihan dan transaksinya melalui PPOB Pringgodani.
Lantas, 6 bulan berjalan PPOB Pringgodani bisa apa? Begitulah kira-kira bunyi judul artikel ini. Jadi, untuk menjawabnya, telah kami lampirkan laporan yang berkaitan dengan keberlangsungan PPOB Pringgodani. Laporan ini juga dapat diakses melalui menu "LAPORAN DESA" kemudian pilih submenu "Tahun 2017" lalu pilih "Loket Pembayaran (PPOB)". Silahkan lihat laporan keuangan yang telah kami susun dan bagikan. Laporan tersebut akan diperbarui secara berkala setiap satu bulan sekali. LINK LAPORAN PPOB

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman,Nyaman dan Terampil)"

0 komentar:

Post a Comment