Lomba 17 Agustus 2017

Masih Ingatkah Keseruan Lomba 17 Agustus Tahun Kemarin? Terus, Sudah Menyiapkan Apa Untuk 17 Agustus Tahun Ini?

Tamu Istimewa Diawal Tahun

Kunjungan Perpustakaan Nasional dan DPR RI ke Desa Wonopringgo dalam Rangka Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca 2018

MUSRENBANGDES di Desa Wonopringgo Tahun 2018

Kira-kira, apa saja usulan pembangunan untuk tahun 2019 ya? Lalu, sampai mana perkembangan pembangunan di Desa Wonopringgo ya? Mari simak bersama...

MONITORING OLEH PERPUSERU PUSAT

Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo mendapatkan kunjungan dari Perpuseru Pusat. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memonitoring kegiatan yang ada di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo.

OPEN BOOTH PERPUSTAKAAN CERAH DESA WONOPRINGGO

Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo beserta Karangtaruna Pringgodani Desa Wonopringgo berhasil menghadirkan kegiatan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Kegiatan tersebut bertajuk "OPEN BOOTH PERPUSTAKAAN CERAH DESA WONOPRINGGO". Seperti apakah kegiatan tersebut berlangsung? Mari simak melalui uraian berikut ini...

Tuesday, April 17, 2018

Lomba Dalam Rangka Memperingati HUT Republik Indonesia Ke-72 Tahun 2017 / Competition In Order To Commemorate Independence Day of Republic Indonesia to 72 on 2017

Setelah serangkaian upacara bendera dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-72 dilaksanakan, serangkaian acara di Desa Wonopringgo belum berakhir. Karena masih akan ada beberapa acara lagi yang akan dilaksanakan. Salah satunya adalah "Lomba Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-72 Tahun 2017". Pada tahun ini, ada tiga perlombaan yang dilaksanakan pada tepat tanggal 17 Agustus 2017. Yaitu lomba balap makan pisang, lomba makan kerupuk dan lomba panjat pinang. Sebelum tanggal 17 Agustus 2017 juga ada beberapa lomba yang telah dilaksanakan, yaitu lomba tenis meja beregu dan lomba bulu tangkis beregu. Lalu, seperti apakah keseruan lomba tersebut?

After a series of flag ceremonies to commemorate the 72nd anniversary of Republic of Indonesia (RI), the series of events in Wonopringgo Village has not ended. Because there will still be some more events to be held. One of them is "Competition in Order to Commemorate HUT RI-72 Year 2017". In this year, there are three competitions held on 17 August 2017. Namely banana eating races contest, crackers feeding contest and areca nut climbing competition. Prior to August 17, 2017 there were also several competitions that had been held, namely table tennis and team badminton team competition. Then, what does the race like?


Setelah selesai melaksanakan upacara bendera untuk pertamakalinya di Desa Wonopringgo, acara dilanjutkan dengan membersihkan halaman GSG Pringgodani dari segala atribut upacara yang ada. Karena halaman GSG Pringgodani akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan beberapa lomba yang telah direncanakan. Diantaranya adalah lomba makan kerupuk, lomba balap makan pisang dan lomba panjat pinang. Lomba makan pisang diperuntukkan bagi anak-anak baik laki-laki maupun perempuan dan juga untuk ibu-ibu. Kemudian, lomba makan kerupuk hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Lalu, lomba panjat pinang hanya diperuntukkan untuk laki-laki dewasa.


After completing the flag ceremony for the first time in Wonopringgo Village, the event was continued by cleaning the GSG Pringgodani page from all attributes of the ceremony. Because GSG Pringgodani page will be used as a venue for the implementation of several contests that have been planned. Among them are race eating crackers, banana eating race and racing climbing areca nut. The banana eating contest is for both boys and girls as well as for mothers. Then, crackers feeding contest is only for children. Then, racing climbing areca nut is only for adult men.


Sebelum keseluruhan lomba tersebut di mulai, para pemuda dibantu warga Desa Wonopringgo lainnya, mulai membenahi batang pohon pinang yang akan digunakan untuk lomba panjat pinang. Sebelum pohon pinang ditegakkan, panitia mulai mengaitkan hadiah-hadiah pada sebuah lingkaran yang terbuat dari potongan batang bambu yang kemudian dipasang melintang pada ujung batang pinang. Ada juga para pemuda yang menggali lubang untuk nantinya pohon pinang ditanamkan kedalamnya. Selain itu, ada juga para pemuda yang bertugas untuk mengamplas batang pinang agar batang pinang semakin licin. Setelah semua hadiah dikaitkan, batang pinang siap dan lubang sudah siap, batang pinang mulai ditegakkan secara bersama-sama menggunakan bantuan empat buah tali yang saling berlawanan arah dan sebuah tangga bambu. Ada sekitar empat belas orang yang bertugas untuk mendirikan pohon pinang tersebut tepat pada lubang yang telah disiapkan.


Before the whole competition starts, the young people are assisted by other Wonopringgo villagers, starting to fix the pinang tree trunks that will be used for the areca climbing competition. Before the pinang tree is established, the committee begins to link the gifts to a circle made of bamboo sticks which are then mounted across the tip of the areca nut. There are also young men who dig a hole for the areca nut tree planted into it. In addition, there are also young men who are tasked to sand the areca nut stem to more slippery. After all the prizes are attached, the areca nut is ready and the hole is ready too, the areca nut starts to be enforced together using the help of four opposite ropes and a bamboo ladder. There were about fourteen people on duty to erect the betel tree right on the prepared hole.


Lomba makan kerupuk adalah lomba secara indivudual yang diperuntukkan bagi anak-anak. Dalam lomba makan kerupuk, akan ada sebuah tali membentang sepanjang kurang lebih lima meter yang kemudian diantara tali tersebut diberi tali yang menjuntai ke bawah sebanyak lima buah yang digunakan untuk menggantung kerupuk. Setelah peserta siap pada tempat yang telah disediakan, lomba kemudian akan dimulai. Cara memakan kerupuk pada lomba ini adalah tanpa menggunakan bantuan tangan. Jadi, kerupuk yang tergantung tersebut langsung dimakan melalui mulut. Peserta yang tercepat menghabiskan kerupuk dan tanpa ada yang terjatuh adalah pemenang pada perlombaan tersebut.


Lomba balap makan pisang adalah lomba yang diperuntukkan bagi satu pasang kelompok yang akan diadu dengan pasangan kelompok lainnya. Seluruh peserta lomba ditutup matanya menggunakan potongan kain. Satu orang bertugas untuk memasukkan pisang ke mulut pasangannya dan satu orang lainnya bertugas untuk memakan dan menghabiskan pisang secepat mungkin. Lomba dimulai ketika seluruh peserta benar-benar sudah tidak bisa melihat karena adanya kain penutup yang mereka kenakan. Kemudian satu orang berdiri dengan jarak sekitar 7 meter dari satu orang lainnya yang duduk pada sebuah kursi yang telah disiapkan. Setelah memastikan seluruh peserta pandangannya terhalangi dan seluruh peserta telah siap pada tempat yang telah disediakan, lomba baru bisa dimulai. Peserta yang berhasil memasukkan pisang pada mulut pasangannya dan peserta yang lebih dulu menghabiskan pisang adalah pemenang dalam perlombaan tersebut.


The banana racing contest is a race that is reserved for one pair of groups to be pitted against other group pairs. All participants were blindfolded using a piece of cloth. One person is assigned to put the banana into his partner's mouth and one other person is on duty to eat and finish it as quickly as possible. The race begins when all the participants really can not see because of the cover fabric they wear. Then one man stood about 7 meters from one other person sitting in a chair that had been prepared. After ensuring that all participants of the view are blocked and all participants are ready for the space provided, the racing can begin. Participants who successfully inserted bananas in their partner's mouth and the participants who first spent bananas were the winners in the competition.


Lomba panjat pinang adalah lomba beregu yang berisi lima orang. Dalam perlombaan kali ini, ada dua regu yang akan ambil bagian. Lomba panjat pinang ini adalah perlombaan yang secara bahu membahu bersama-sama memanjat pohon pinang tersebut kemudian berusaha mengantarkan salah seorang dari anggota grup agar mencapai titik puncak yang berjarak sekitar enam meter dari permukaan tanah. Setiap grup diberi kesempatan selama sepuluh menit untuk bisa meraih puncak. Jika dalam waktu yang telah ditentukan belum berhasil merain puncak, kesempatan diberikan kepada grup lainnya. Apabila dalam berkali-kali kesempatan kedua grup masih belum berhasil mencapai puncak, anggota grup ditambah dari yang semula lima orang tiap grup menjadi enam orang. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat mencapai puncak dan mengambil seluruh hadiah yang telah disediakan.


Race climbing areca is a team competition that contains five people. In the race this time, there are two teams that will take part. This areca climbing contest is a race that shoulder to shoulder together climbing pinang tree then try to deliver one of the group members to reach the top point which is about six meters from the ground. Each group is given a chance for ten minutes to reach the top. If within the specified time has not reach the top point, the opportunity is given to the other group. If in the second chance the two groups still have not reached the top, group members added from five people per group to six people per group. It is intended to reach the top point and take all the prizes that have been provided.

Begitulah serangkaian acara perlombaan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-72 Tahun 2017 yang telah dilaksanakan di Desa Wonopringgo. Dalam waktu enam bulan ke depan, kita akan kembali memasuki bulan Agustus. Sudah siapkah menyambut datangnya bulan Agustus mendatang?


Such is the series of events in order to commemorate the 72nd anniversary of the Republic of Indonesia Year 2017 which has been implemented in the Village Wonopringgo. In the coming months, we will be back in August. Are you ready for the next August?

Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Galeri Foto Lomba Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-72 Tahun 2017 / Photo Gallery of Competition In Order To Commemorate Independence Day of Republic Indonesia to 72 Year 2017

Setelah serangkaian upacara bendera dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-72 dilaksanakan, serangkaian acara di Desa Wonopringgo belum berakhir. Karena masih akan ada beberapa acara lagi yang akan dilaksanakan. Salah satunya adalah "Lomba Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-72 Tahun 2017". Pada tahun ini, ada tiga perlombaan yang dilaksanakan pada tepat tanggal 17 Agustus 2017. Yaitu lomba balap makan pisang, lomba makan kerupuk dan lomba panjat pinang. Sebelum tanggal 17 Agustus 2017 juga ada beberapa lomba yang telah dilaksanakan, yaitu lomba tenis meja beregu dan lomba bulu tangkis beregu. Lalu, seperti apakah keseruan lomba tersebut?

After a series of flag ceremonies to commemorate the 72nd anniversary of the Republic of Indonesia (RI), the series of events in Wonopringgo Village has not ended. Because there will still be some more events to be held. One of them is "Competition in Order to Commemorate HUT RI-72 Year 2017". In this year, there are three competitions held on 17 August 2017. Namely the banana racing contest, the crack feeding contest and the areca climbing competition. Prior to August 17, 2017 there were also several competitions that had been held, namely table tennis and team badminton team competition. Then, what does the race like?

Informasi Lebih Lanjut: BACA DI SINI
For More Info: HERE

Thursday, February 22, 2018

Kunjungan Perpustakaan Nasional dan DPR RI ke Desa Wonopringgo dalam Rangka Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca / Visit of National Library and Legislative Assembly of Republic Indonesia to Wonopringgo Village in the Framework of National Reading Movement


Tanggal 20 Februari 2018, Desa Wonopringgo kedatangan tamu istimewa yang jauh-jauh datang dari Jakarta. Tamu tersebut adalah perwakilan dari Perpustakaan Nasional Indonesia dan DPR RI Komisi X yang diwakili oleh ibu dr.Marlinda Irwanti, SE, Msi. Selain itu, juga ada perwakilan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pekalongan serta beberapa tamu undangan lainnya yang aktif dan bergerak pada bidang literasi di Kabupaten Pekalongan.

On February 20, 2018, Wonopringgo Village was visited by a special guest who came from Jakarta. The guests are representatives of the National Library of Indonesia and Legislative Assembly Republic Indonesia of the Commission X represented by the mother dr.Marlinda Irwanti, SE, Msi. In addition, there are also representatives from the Central Java Provincial Library, Regional Library of Pekalongan Regency as well as several other invited guests who are active and engaged in the field of literacy in Pekalongan District.

Galeri Foto Kunjungan Perpustakaan Nasional dan DPR RI ke Desa Wonopringgo dalam Rangka Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca / Photos Gallery Visit of National Library and Legislative Assembly of Republic Indonesia to Wonopringgo Village in the Framework of National Reading Movement


Tanggal 20 Februari 2018, Desa Wonopringgo kedatangan tamu istimewa yang jauh-jauh datang dari Jakarta. Tamu tersebut adalah perwakilan dari Perpustakaan Nasional Indonesia dan DPR RI Komisi X yang diwakili oleh ibu dr.Marlinda Irwanti, SE, Msi. Selain itu, juga ada perwakilan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pekalongan serta beberapa tamu undangan lainnya yang aktif dan bergerak pada bidang literasi di Kabupaten Pekalongan.

On February 20, 2018, Wonopringgo Village was visited by a special guest who came from Jakarta. The guests are representatives of the National Library of Indonesia and Legislative Assembly Republic Indonesia of the Commission X represented by the mother dr.Marlinda Irwanti, SE, Msi. In addition, there are also representatives from the Central Java Provincial Library, Regional Library of Pekalongan Regency as well as several other invited guests who are active and engaged in the field of literacy in Pekalongan District.

Kunjungan tersebut merupakan serangkaian acara "Safarai Gerakan Gemar Membaca Nasional" yang diadakan di Kabupaten Pekalongan. Dimana Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo merupakan salah satu perpustakaan desa yang mendapat kesempatan untuk ditinjau langsung dalam acara tersebut. Safari Gerakan Gemar Membaca Nasional sendiri merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan peningkatan budaya gemar membaca bagi masyarakat Indonesia.

The visit is a series of events "Safarai Gerakan Nasional Gemar Membaca" held in Pekalongan Regency. Where "Cerah" Library of Wonopringgo Village is one of the village library that gets a chance to be reviewed directly in the event. "Safarai Gerakan Nasional Gemar Membaca" itself is one effort to realize the improvement of reading culture for the people of Indonesia.


Informasi Lebih Lanjut: BACA DI SINI
For More Info: HERE

Monday, January 29, 2018

Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) / Deliberation of Village Planning and Development

Pada hari Rabu, 17 Januari 2017 telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) di wilayah Desa Wonopringgo. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memantapkan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa tahun anggaran 2018 serta menyepakati RKP Desa tahun anggaran 2019. Lalu pada tahun 2018 ini, Desa Wonopringgo akan melakukan pembangunan atau perencanaan apa saja sih? Kemudian tahun 2019 mendatang, Desa Wonopringgo akan melakukan pembangunan atau perencanaan apa saja? Mari kita simak melalui uraian berikut...


On Wednesday, January 17, 2017 has been implemented Village Planning and Development in Wonopringgo Village. This activity is intended to strengthen the Village Development Work Plan in 2018 budget year and agree on Village Development Work Plan in 2019 budget year. Then in 2018, Wonopringgo Village will do any development or planning anyway? Then in 2019, Wonopringgo Village will do any development or planning? Let's look through the following description ...


Pukul 20.00 WIB para pemangku kepentingan desa yang terdiri dari Pemerintah Desa Wonopringgo, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ketua Rukun Warga (RW) dan Ketua Rukun Tetangga (RT), Karang Taruna, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Wonopringgo serta ada beberapa tamu undangan yang terdiri dari Camat Wonopringgo, Komandan Koramil (Danramil) 407 dan Pendamping Desa dan juga perwakilan organisasi lain yang ada di Desa Wonopringgo, mulai berdatangan ke tempat diselenggarakannya acara di Gedung Serbaguna (GSG) Pringgodani Desa Wonopringgo. Untuk mengisi kekosongan acara, sembari menunggu tamu undangan lainnya memasuki ruangan, terlebih dahulu disajikan video-video kegiatan yang telah berlangsung di Desa Wonopringgo melalui layar LCD. Untuk informasi, Desa Wonopringgo bisa dikatakan sebagai pelopor desa-desa di Kabupaten Pekalongan yang memiliki dokumentasi berupa video kegiatan.


At 20.00 hrs, village stakeholders consisting of Wonopringgo Village Government, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ketua Rukun Warga (RW) dan Ketua Rukun Tetangga (RT), Karang Taruna, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) of Wonopringgo Village and there were several invited guests consisting of Wonopringgo Sub-district Head, Military Rayon Command 407 and Village Counselor as well as representatives of other organizations in Wonopringgo Village, began to arrive to the event held in Pringgodani Multipurpose Building of Wonopringgo Village. To fill the void of the event, while waiting for other invited guests to enter the room, first presented the video activities that have taken place in the Village Wonopringgo through the LCD screen. For information, Wonopringgo Village can be said as a pioneer of villages in Pekalongan Regency which has documentation in the form of videos.


Acara dibuka oleh pembawa acara yang pada malam itu dibawakan langsung oleh saudara Bawon Warjoyo. Setelah pembukaan acara, kemudian acara dilanjutkan dengan meneriakkan yel-yel penyemangat, yaitu yel-yel Desa Wonopringgo. Sudah tau kan bagaimana yel-yel Desa Wonopringgo? "Wonopringgo? Maju! Wonopringgo? Bersatu! Wonopringgo? MANTap! Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!" (Kata bercetak miring diserukan secara bersama-sama, kata bercetak tegak diserukan oleh pemimpin yel-yel).


This event was opened by an event host that was delivered by Mr.Bawon Warjoyo. After the opening of the event, then the event continued with shouting yell-yell, the yell-yell of Wonopringgo Village. Do you know how the yell-yell Wonopringgo Village? "Wonopringgo? Maju! Wonopringgo? Bersatu! Wonopringgo? MANTap! Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!"(The slanted word is called together, the upright word is called by the leader of yell-yell). 


Setelah itu acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Camat Wonopringgo. Dalam sambutannya, Camat Wonopringgo menakankan bahwa fungsi dari diadakannya musrenbangdes adalah untuk menampung aspirasi-aspirasi masyarakat desa. Supaya apa yang dikerjakan oleh pemerintah desa dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan tepat sasaran. Selain itu, Camat Wonopringgo juga menambahkan, agar masyarakat benar-benar menganggap musrenbangdes ini adalah hal yang serius, jangan hanya diam membiarkan pemerintah desa bekerja sendirian. Jadi, harus ada kerjasama dan pengertian yang selaras agar semuanya dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.


After that, the event continued with greetings. The first speech was delivered by Head of Wonopringgo Sub-district. In his speech, he implies that the function of the "MUSRENBANGDES" is to accommodate aspirations of the village community. So that what is done by the village government can be beneficial to the surrounding community and on target. In addition, the Head of Wonopringgo Sub-district also added that for people to really consider this musrenbangdes is a serious matter, do not just silence to let the village government work alone. So, there must be cooperation and understanding in harmony so that everything can go according to what is expected.


Setelah itu, sambutan kedua disampaikan oleh Slamet Haryanto selaku Kepala Desa Wonopringgo. Dalam sambutannya, Kepala Desa Wonopringgo meyampaikan bahwa pekerjaan untuk anggaran tahun 2017 telah dilaksanakan sepenuhnya tanpa ada yang tertinggal sedikitpun. Hasil dari pekerjaan tersebut akan disampaikan secara mendetai pada acara yang akan datang, yaitu saat Musyawarah Desa (Musdes) yang akan dilahkasakan pada akhir bulan Januari 2018. Lalu, untuk penyusunan anggaran tahun 2018 sedang dikebut untuk diselasaikan sebelum acara musdes. Supaya Dana Desa tahap pertama di tahun 2018 dapat dicairkan antara bulan Februari sampai Maret tahun ini. Lalu, Kepala Desa Wonopringgo juga menjelaskan progres-progres pembangunan di Desa Wonopringgo yang terbagi menjadi beberapa tahap, salah satunya pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) Pringgodani yang akan dilanjutkan pengerjaannya pada tahun anggaran 2018. Diharapkan pada tahun ini pembangunan GSG Pringgodani akan terselesaikan seluruhnya.


After that, the second speech was delivered by Slamet Haryanto as the Head of Wonopringgo Village. In his speech, he conveyed that the work for the 2017 budget has been fully implemented without any left behind. The results of the work will be submitted in detail at the upcoming event, which is the Village Deliberation (Musdes) which will be held at the end of January 2018. Then, for preparation of the 2018 budget year is being accelerated before the musdes event. The first phase of "Dana Desa" in 2018 can be withdrawn between February or March this year. Then, he also explained the development progresses in Wonopringgo village which is divided into several stages, one of which is the construction of Multipurpose Building (GSG) Pringgodani which will be continued in 2018 budget year. It is expected that this year the GSG Pringgodani will be completed entirely.


Sambutan yang ketiga disampaikan oleh Danramil 407. Dalam sambutannya, Danramil menekankan bahwa para orang tua harus mengawasi pergaulan anak-anaknya. Karena bergaul zaman sekarang musti memiliki kehati-hatian ekstra. Jangan sampai orang tua lalai, kemudian tidak tahu atau bahkan membiarkan anak-anaknya terjerumus kedalam pergaulan yang sesat. Sebagi catatan, dengan adanya Dana Desa, kegiatan di desa jadi bergejolak. Organisasi-organisi di desa seakan-akan memiliki semangat baru karena mendapatkan suntikan dana dari pemerintah desa. Seharusnya orang tua dapat mengarahkan anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan yang berbau positif tersebut. Siapa tau dengan mengikuti kegiatan yang bersifat positif tersebut, dapat menghasilkan prestasi yang tidak diduga-duga sebelumnya. Selain itu, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Danramil, organisasi di desa dapat mengalihkan dan menjauhkan dari pergaulan yang kurang baik dan kurang bermanfaat.


The third speech was delivered by Commander of Military Rayon Command (Danramil) 407. In his speech, Danramil stressed that parents should keep an eye on the association of their children. Because associating today must have extra caution. Don't neglect or don't know or even let your children fall into a misguided association. As a note, with the Village Fund, activities in the village so passionate. The village organizations seem to have a new spirit of getting an injection of funds from the village government. Parents should be able to direct their children to follow positive activities. Who knows by following activities that are positive, can produce unexpected achievements. Moreover, in accordance with what Danramil says, organizations in the village can divert and keep away from unfavorable and less useful associations.


Kemudian sambutan terakhir disampaikan oleh saudara Midjo selaku ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ketua BPD menekankan supaya masyarakat dapat mengawasi kinerja pemerintah desa. Spanduk-spanduk penggunaan Dana Desa yang disebar dan ditempel di tempat-tempat keramaian jangan hanya dipandangi dan hanya dijadikan hiasan saja. Masyarakat harus memahami dan mengetahui apa saja yang akan dilakukan atau dikerjakan di Desa Wonopringgo pada tahun anggaran berjalan. Masyarakat juga bisa mengawasi apa yang telah dikerjakan oleh pemerintah desa. Apakah sudah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Jika tidak sesuai, silahkan laporkan ke BPD, supaya dapat ditindaklanjuti. Harapannya apa yang dilakukan oleh pemerintah desa dapat berjalan sesuai kendali, karena selama ini apa yang dikerjakan oleh pemerintah Desa Wonopringgo serta jajarannya telah berjalan pada koridor yang benar dan menuju ke arah yang semakin baik.


Then the last speech was delivered by Mr.Midjo as chairman of the Village Consultative Board (BPD). The head of BPD emphasizes that the community can oversee the performance of the village government. Village Fund usage banners are spread and affixed in crowded places should not just be looked at and only used as decoration. The community must understand and know what will be done or done in Wonopringgo Village in the current budget year. Community of WOnopringgo Village can also monitor what the village government has done. Is it in accordance with what has been planned. If it is not appropriate, please report it to BPD, so it can be acted upon. It is hoped that what the village government can do runs in control, because so far what has been done by the government of Wonopringgo Village and its staff has been running on the right corridor and towards the better.


Setelah acara sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan usulan pengajuan proyek atau program yang akan dilaksanakan di tahun 2019 oleh Ketua RT, Ketua RW serta organisasi yang ada di Desa Wonopringgo. Setelah semua lapisan masyarakat menyampaikan usulannya, kira-kira didapatkan kumpulan usulan-usulan sebagai berikut:


After the speech was finished, the event continued with the proposed submission of projects or programs that will be implemented in 2019 by the Head of RT, Head of RW and the existing organization in Wonopringgo Village. After all the layers of society submitted their suggestions, there were approximately a collection of proposals as in the picture above:

Setelah itu, usulan tersebut akan dibawa ke tingkat kecamatan. Kemudian akan dilaksanakannya Musrenbang tingkat kecamatan, kemudian akan diusulkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yaitu ke tingkat kabupaten.

After that, the proposal will be brought to the kecamatan level. Then the Musrenbang will be implemented at the sub-district level, then it will be proposed to a higher level, ie to the regency level.

Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI (Sedang Dalam Pengerjaan)
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK (In Process)

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Sunday, January 28, 2018

Galeri Foto Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa Wonopringgo / Photo Gallery of Village Planning and Development in Wonopringgo Village


Pada hari Rabu, 17 Januari 2017 telah dilaksanakan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) di wilayah Desa Wonopringgo. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memantapkan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa tahun anggaran 2018 serta menyepakati RKP Desa tahun anggaran 2019. Lalu pada tahun 2018 ini, Desa Wonopringgo akan melakukan pembangunan atau perencanaan apa saja sih? Kemudian tahun 2019 mendatang, Desa Wonopringgo akan melakukan pembangunan atau perencanaan apa saja? Mari kita simak melalui uraian berikut...

On Wednesday, January 17, 2017 has been implemented Village Planning and Development in Wonopringgo Village. This activity is intended to strengthen the Village Development Work Plan in 2018 budget year and agree on Village Development Work Plan in 2019 budget year. Then in 2018, Wonopringgo Village will do any development or planning anyway? Then in 2019, Wonopringgo Village will do any development or planning? Let's look through the following description...

Informasi Lebih Lanjut: BACA DI SINI

For More Info: HERE

Thursday, January 18, 2018

Monitoring Program Kerja di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo Oleh Perpuseru Pusat / Monitoring Work Program on Cerah Library of Village Wonopringgo By Perpuseru Central

Pada hari Rabu, 17 Januari 2018 Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo mendapatkan kunjungan dari Perpuseru Pusat. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memonitoring kegiatan yang ada di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Selain itu, dalam kunjungan tersebut juga ada diskusi singkat mengenai pengembangan kegiatan di perpustakaan. Kunjungan ini bukan kunjungan biasa, karena dihadiri langsung oleh perwakilan dari Perpuseru pusat yang datang langsung dari Jakarta. Bagaimanakah kunjungan tersebut berlangsung? Lalu, menghasilkan apa? Mari kita simak sama-sama melalui uraian berikut ini...


On Wednesday, January 17, 2018 Cerah Library of Wonopringgo Village gets a visit from "Perpuseru" Central. The visit is intended to monitor the activities in Cerah Library of Wonopringgo Village. In addition, there were also brief discussions on the development of library activities. This visit was not an ordinary visit, as it was attended by representatives from Perpuseru central  who came directly from Jakarta. How did the visit last? Then, what produce? Let us look together through the following description...

Tepat pukul 09.30 WIB, rombongan yang wakili oleh segenap Pengurus Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan, Fasilitator Perpuseru Kabupaten Pekalongan serta tamu istimewa dari Perpuseru pusat. Pada kesempatan kali ini, Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan diwakili oleh saudara Untung, saudara Wahyu dan saudari Mirta. Sementara itu, Fasilitator Perpuseru Kabupaten Pekalongan diwakili oleh saudara Najakh. Untuk tamu istimewa dari Perpuseru Pusat diwakili oleh saudari Niklah Dina Nomida yang menjabat sebagai Koordinator Perpuseru wilayah Jawa Tengah - Kalimantan.

Exactly at 09.30 WIB, entourage represented by administrators Regional Library of Pekalongan Regency, Facilitator Perpuseru of Pekalongan Regency and special guest from Perpuseru central. On this occasion, Regional Library of Pekalongan Regency was represented by Mr. Untung, Mr. Wahyu and Mrs. Mirta. Meanwhile, Facilitator of Perpuseru Pekalongan Regancy was represented by Mr. Najakh. For the special guests of Perpuseru Central is represented by Mrs. Niklah Dina Nomida who serves as the coordinator of Perpuseru Central Java - Kalimantan.

Untuk informasi, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo telah tergabung dalam program Perpuseru yang digawangi oleh Coca-Cola Foundation dan Bill & Melinda Gates Foundation serta Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan.

For information, Cerah Library of Wonopringgo Village has been incorporated in the program of Perpuseru which is headed by Coca-Cola Foundation and Bill & Melinda Gates Foundation and Regional Library of Pekalongan Regency.

Sesampainya di area Balai Desa Wonopringgo, rombongan langsung disambut oleh Kepala Desa Wonopringgo dan juga segenap pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Setelah itu, rombongan langsung dipersilahkan masuk ke dalam Balai Desa Wonopringgo. Di dalam Balai Desa Wonopringgo terjadi perbincangan yang sangat menarik. Saudari Dina selaku Koordinator Perpuseru Pusat banyak berbagi cerita dan membagikan semangat untuk terus mengembangkan perpustakaan di desa. Selain itu, Dina juga menekankan agar pengurus perpustakaan desa mampu membuat sesuatu atau kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Supaya kedepannya perpustakaan bisa menjadi tempat rujukan untuk memperoleh informasi dan juga bisa menjadi pusat kegiatan yang ada di desa.

Arriving at the area of Wonopringgo Village Hall, the entourage was immediately greeted by Village Head of Wonopringgo and also administrators Cerah Library of Wonopringgo Village. After that, the entourage is directly invited into the Village Hall Wonopringgo. In the Village Hall of Wonopringgo there was a very interesting conversation. Mrs. Dina as the Coordinator of Perpuseru Central shared many stories and shared the spirit to keep on developing library in the village. In addition, Mrs. Dina also emphasized that the administrators of village library are able to create something or activities that are beneficial to surrounding community. In the future, the library can be a reference place to obtain information and can also be a center of activities in the village.

Menurut Dina, Desa Wonopringgo memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Namun, karena kurangnya informasi dan fasilitas yang dimiliki oleh masyarakat pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) mengakibatkan potensi yang seharusnya bisa meledak tersebut belum bisa berkembang sesuai yang diharapkan. Seharusnya, pengurus perpustakaan desa yang mayoritas diisi oleh pemuda-pemudi yang hidup di era yang serba digital ini, dapat membaca kekurangan tersebut. Lalu, membuat kegiatan atau pelatihan yang bisa meminimalisir kekurangan tersebut di atas. Namun tanpa sumbangsih dari masyarakat, program yang dirancang oleh perpustakaan dan pemerintah desa akan mati sebelum berkembang. Jadi, partisipasi masyarakat sangatlah diperlukan.

According to Mrs. Dina, Wonopringgo Village has many potentials that can be developed. However, due to lack of information and facilities owned by the community of Small, Micro and Medium Enterprises (MSMEs), the potential that could have exploded could not develop as expected. Supposedly, majority of village library managers filled by young people living in this digital age can read the shortcomings. Then, create an activity or training that can minimize the above deficiencies. But without the contributions of the community, programs designed by libraries and village governments will die before they develop. Thus, community participation is necessary.



Karena keterbatasan waktu, kunjungan yang sangat bermanfaat ini harus berakhir dalam waktu yang singkat. Tepat pukul 12.00 WIB rombongan perpustakaan dan perpuseru harus meninggalkan Desa Wonopringgo. Karena harus mengejar waktu untuk mengunjungi sekaligus memonitoring perpustakaan atau taman bacaan lain yang juga bermitra dengan perpuseru. Sebelum meninggalkan Desa Wonopringgo, rombongan terlebih dahulu mengunjungi Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo yang berada di halaman area Balai Desa Wonopringgo. Kembali, saudara Dina menambahkan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo sudah cukup baik. Bahkan sudah lebih baik dibandingkan desa-desa lainnya yang belum memiliki ataupun tergerak untuk mengembangkan perpustakaan di desa. Namun, harus terus melakukan inovasi atau gebrakan yang sangat berguna bagi masyarakat sekitar agar Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo dapat semakin berkembang lagi kedepannya.

Due to time constraints, this very useful visit should end in a short time. Precisely at 12.00 pm entourage of library and perpuseru must leave Wonopringgo Village. Having to pursue the time to visit and monitor libraries that also partner with the perpuseru. Before leaving the village of Wonopringgo, the entourage visited Cerah Library Village of Wonopringgo located in the courtyard area of Wonopringgo Village Hall. Again, Mrs. Dina added that what has been done by the Administrator Library of Wonopringgo Village is good enough. Even better than other villages that don't have or be active to develop the library in the village. However, it should continue to innovate or breakthrough that is very useful for the surrounding community to Cerah Library of Wonopringgo Village can be more evolve in the future.

Setelah kunjungan monitoring tersebut, Pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo langsung bergerak cepat untuk menambal kekurangan-kekurangan yang ada. Selain itu, para pengurus perpustakaan juga mulai pelan-pelan dan sedikit demi sedikit menerapkan usulan yang didapat dari kunjungan monitoring tersebut di atas. Tidak hanya itu, kedepannya juga akan ada kegiatan atau pelatihan yang telah disusun oleh Pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Penasaran kegiatan apa yang akan kita lakukan? Nantikan cerita-cerita menggebrak kami lainnya.

After the monitoring visit, administrator Cerah Library of Wonopringgo Village immediately moved quickly to patch up the deficiencies. In addition, the librarian administrators also began slowly and gradually apply proposals obtained from the monitoring visits mentioned above. Not only that, in the future there will also be activities or training that has been prepared by the administrator Cerah Library of Wonopringgo Village that will be very beneficial to the surrounding community. Curious what activities will we do? Look forward to our other hit stories.




Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Wednesday, January 17, 2018

Buka Lapak Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo / Open Booth "Cerah" Library of Wonopringgo Village

Tahun Baru, Kegiatan Baru. Begitulah kira-kira kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan yang ada di Desa Wonopringgo kali ini. Karena pada awal tahun ini, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo beserta Karangtaruna Pringgodani Desa Wonopringgo berhasil menghadirkan kegiatan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Kegiatan tersebut bertajuk "OPEN BOOTH PERPUSTAKAAN CERAH DESA WONOPRINGGO". Seperti apakah kegiatan tersebut berlangsung? Mari simak melalui uraian berikut ini...


New Year, New Activity. That's roughly the right word to describe the existing situation in Wonopringgo Village for this time. Because at the beginning of this year, "Cerah Library" of Wonopringgo Village along with Karangtaruna Pringgodani Wonopringgo Village succeeded in presenting new activities that never existed before. The event is entitled "OPEN BOOTH CERAH LIBRARY of WONOPRINGGO VILLAGE". What did activity look like? Let's look through the following description ...

Pada dasarnya, minat baca masyarakat Indonesia tidaklah rendah. Namun, karena kurangnya fasilitas penunjang, seperti contoh: Tidak adanya toko buku besar di Pekalongan, harga buku yang cenderung semakin mahal dari tahun ke tahun dan minimnya informasi. Sehingga membuat seolah-olah minat baca masyarakat Indonesia terlihat rendah. Padahal, nyatanya tidak selalu begitu. Masyarakat Indonesia hanya kurang mendapatkan dukungan akan keberadaan bahan bacaan yang murah, mudah, bervariasi dan berkualitas.

Basically, interest in reading of Indonesian society is not low. However, due to the lack of supporting facilities, such as the absence of major bookstores in Pekalongan, the price of books tend to be more expensive from year to year and the lack of information. So as make reading interest of Indonesian society look low. In fact, it is not always that case. Indonesians are lacking of support for the availability of cheap, easy, varied and quality reading materials.



Berbekal dari hal tersebut di atas, pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo serta Karangtaruna Pringgodani memiliki gagasan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Yaitu dengan cara menghadirkan kegiatan yang bertajuk "OPEN BOOTH". Open Booth adalah kegiatan yang dilaksanakan dengan cara membawa beberapa koleksi buku yang ada di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo, kemudian memajang buku koleksi tersebut pada lapak yang telah disediakan. Kegiatan yang untuk pertama kali ini berhasil dilaksanakan bersamaan dengan acara Car Free Day pada hari Minggu, 14 Januari 2017 pukul 06.30-08.30 WIB bertempat di area Alun-Alun Kajen, tepatnya di sekitaran Jalan Semeru. Pada dasarnya, kegiatan ini memiliki tujuan untuk membangkitkan minat baca dengan cara memfasilitasi bahan bacaan gratis dan berkualitas untuk masyarakat luas, utamanya masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Armed with above, the administrators of Cerah Library of Wonopringgo Village and Karangtaruna Pringgodani have new ideas that have never been done before. That is by presenting activities entitled "OPEN BOOTH". Open Booth is an activity carried out by bringing some collection of books in Cerah Library of Wonopringgo Village, then displaying collection books on the stall that has been provided. The first event was successfully carried out simultaneously with Car Free Day event on Sunday, January 14, 2017 at 06.30-08.30 WIB held at Kajen Square area, precisely in the vicinity of Semeru Street. Basically, this activity has some goal to generate interest in reading by facilitating free and quality reading materials for the wider community, especially the people in Pekalongan Regency.



Bahan bacaan gratis dan berkualitas di sini memiliki arti bahwa masyarakan atau pengunjung bebas membaca buku apapun yang tersedia di sekitaran lapak yang kami dirikan tanpa dipungut biaya apapun. Pada kesempatan kali ini, jumlah buku yang dibawa hanya sekitar 67 judul buku saja. Walaupun jumlah buku yang dibawa tidak terlalu banyak, namun berhasil menarik minat beberapa pengunjung Car Free Day yang ada di Alun-Alun Kajen. Hal itu menandakan bahwa sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia tidaklah rendah. Kalau minat baca masyarakat Indonesia rendah, pasti tidak akan ada satupun orang yang akan mengunjungi booth yang kami sediakan.

Free reading materials and quality here means that the community or visitors are free to read any book that is available in the surrounding stalls that we established at no charge whatsoever. On this occasion, the number of books that we brought only about 67 book titles only. Although the number of books that were brought not too much, but managed to attract some visitors of Car Free Day in Kajen Square. It indicates that the actual interest of reading Indonesian society is not low. If the interest of reading Indonesian society is low, surely there will be no one who will visit our booth.



Jadi, bagaimana? Apakah kalian setuju bahwa minat baca masyarakat Indonesia itu rendah?

So how? Do you agree that reading interest of Indonesian society are low?

Bantu kami menghapus citra negatif yang tidak terbukti tersebut dengan cara menghadiri Open Booth yang akan kami laksanakan selanjutnya. Silahkan baca sepuasnya, gratis, tidak dipungut biaya apapun. Kalau masih belum puas, datang saja ke Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo (Ada di google maps) yang berada di area Balai Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Perpustakaan kami BUKA SETIAP HARI Kecuali tanggal merah dari jam 09.00 - 22.00 WIB.

Help us remove the unproven negative image by attending Open Booth which will carry out next. Read unlimited, free of charge, free of charge. If still not satisfied, just come to Cerah Library of Wonopringgo  Village (Available on google maps) located in the area of Wonopringgo Village Hall, Pekalongan Regency. Our Libraries OPEN EVERY DAY except red dates from 09.00 - 22.00 WIB.


Ayo tunjukkan pada masyarakat luas bahwa minat baca masyarakat Indonesia tidak rendah.
SALAM LITERASI!!!

Let's show to the public that the reading interest of Indonesian society are not low.
REGARDS LITERACY!!!

Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI (Sedang Dalam Pengerjaan)
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK (In Process)

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Galeri Foto Buka Lapak Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo / Photo Gallery of Open Booth "Cerah" Library of Wonopringgo Village

Tahun Baru, Kegiatan Baru. Begitulah kira-kira kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan yang ada di Desa Wonopringgo kali ini. Karena pada awal tahun ini, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo beserta Karangtaruna Pringgodani Desa Wonopringgo berhasil menghadirkan kegiatan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Kegiatan tersebut bertajuk "OPEN BOOTH PERPUSTAKAAN CERAH DESA WONOPRINGGO". Seperti apakah kegiatan tersebut berlangsung? Mari simak melalui uraian berikut ini...

New Year, New Activity. That's roughly the right word to describe the existing situation in Wonopringgo Village for this time. Because at the beginning of this year, "Cerah Library" of Wonopringgo Village along with Karangtaruna Pringgodani Wonopringgo Village succeeded in presenting new activities that never existed before. The event is entitled "OPEN BOOTH CERAH LIBRARY of WONOPRINGGO VILLAGE". What did activity look like? Let's look through the following description ...

Informasi Lebih Lanjut: BACA DI SINI

For More Info: HERE