Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat"

Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo

Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis

Pada tanggal 18 Agustus 2018 jam 19.30 WIB telah dilaksanakan Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis di Sekitar Area Desa Wonopringgo

Dua Prestasi Nasional di Boyong ke Desa Wonopringgo

Membanggakan!!! Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo berhasil meraih dua prestasi tingkat nasional

Pentas Puas Aroma

Pada tanggal 15 Februari 2018 telah diadakan suatu acara yang sangat menarik dengan tajuk "Pentas Puas" yang diselenggarakan oleh brand Rokok Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Pemerintah Desa Wonopringgo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H - Minal Aidzin Wal Fa Idzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Monday, September 18, 2017

ARAK-ARAKAN KUBAH (NGARAK MUSTOKO) MUSHOLLA DARUSSALAM DESA WONOPRINGGO


"Ngarak Mustoko" atau yang lebih familiar dengan sebutan "Arak-Arakan Kubah" biasanya diselenggarakan pada acara pembangunan Masjid. Lain halnya dengan yang terjadi di Desa Wonopringgo, acara arak-arakan kubah diselenggarakan karena adanya pembangunan Mushola. Untuk Informasi, di Desa Wonopringgo terdapat tujuh Mushola dan satu Masjid. Salah satu dari tujuh Mushola yang ada di Desa Wonopringgo, untuk tahun ini sedang dilakukan pemugaran besar-besaran. Bangunan lama dirubuhkan hampir seluruhnya, hanya menyisakan beberapa bagian saja. Termasuk kubah lama pun di turunkan dan diganti dengan yang baru. Oleh karena itu, kubah baru yang akan dijadikan sebagai ganti kubah yang lama, dilakukan prosesi atau ritual arak-arakan yang pada dasarnya dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Seperti apakah acara tersebut berlangsung? Mari kita saksikan bersama-sama...

"Ngarak Mustoko" (Javanese Language) or more familiar called "Dome Procession" is usually held at the process building of big mosque. Another case with what happened in Wonopringgo Village, ceremonial pageant of dome was held due to the construction of the small mosque (Musholla). For Your Information, in Wonopringgo Village there are seven Musholla and one big Mosque. One of the seven Musholla in Wonopringgo Village, for this year is being done massive restoration. The old building was completely demolished, leaving only a few sections. Including the old dome was lowered and replaced with the new one. Therefore, the new dome does ritual procession which is basically implemented as a form of gratitude to God. What does the event look like? Let's watch it together ...


Kamis, 29 Juni 2017, setelah acara jalan sehat dalam rangka halal bi halal Desa Wonopringgo selesai dilaksanakan sekitar pukul 11.30 WIB, (liputannya dapat dibaca DI SINI) serangkaian acara pasca lebaran di Desa Wonopringgo belum berakhir. Tepatnya pukul 13.00 WIB, diadakan acara yang belum tentu setahun sekali diadakan, atau bahkan sepuluh tahun sekalipun. Karena, acara tersebut bisa terlaksana jikalau ada Mushola atau Masjid yang dilakukan pemugaran atau renovasi secara besar-besaran. Acara tersebut adalah "Arak-arakan Kubah" atau "Ngarak Mustoko". Arak-arakan tersebut dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan karena warga Desa Wonopringgo pada umumnya atau warga Dukuh Sala'an pada khususnya telah berhasil memugar atau merenovasi Mushola yang ada di Dukuh Sala'an. Pada mulanya, rencana renovasi hanya akan dilaksanakan khusus untuk memugar bagian atapnya saja. Namun, karena antusiasme masyarakat yang begitu besarnya, rencana awal tersebut akhirnya berubah menjadi renovasi Mushola secara keseluruhan. Hampir sembilan puluh lima persen bagian awal Mushola diratakan dengan tanah, kemudian hanya menyisakan sedikit bagian saja.

Thursday, June 29, 2017, after healthy walk event in halal bi halal Wonopringgo Village was completed at around 11:30 pm, a series of post-Eid events in Wonopringgo village has not ended. Precisely a t 13.00 pm, held events that are not necessarily once a year held, or even ten years though. Because, the event can be accomplished if there is a mosque or mosque that done the refurbishment or renovation on a large scale. The event is a "Dome Procession" or "Ngarak Mustoko" (Javanese Language). The procession was held as a form of gratitude to God because the villagers of Wonopringgo in general or the residents of Sala'an Hamlet in particular have managed to restore or renovate the existing Musholla in Sala'a Hamlet. Initially, the renovation plan will only be implemented specifically to restore the roof only. However, due to the enormous enthusiasm of the community, the original plan eventually turned into a total Musholla renovation. Nearly ninety-five percent of the early part of the Musholla was flattened to the ground, leaving only a few sections.


Acara ngarak mustoko sendiri dimulai dari depan Musholla Darussalam Dukuh Sala'an Desa Wonopringgo kemudian menuju ke arah Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo, sesampainya di pertigaan GSG Pringgodani, berbelok ke arah utara menuju pasar melewati Blang Lor, Logawan dan Ibnu Siena. Lalu, masuk ke sebelah pasar, kemudian kembali lagi ke Musholla Darussalam melewati kawasan RT 04 dan RT 05. Arak-arakan berakhir di titik awal pemberangkatan yaitu Musholla Darussalam.

The event of Dome Procession starts from in front of Musholla Darussalam Dukuh Sala'an Wonopringgo Village then heads towards Darul Huda Mosque of Wonopringgo Village, arrive at GSG Pringgodani junction, turn north towards the market through Blang Lor, Logawan and Ibnu Siena. Then, to the market, then back to Musholla Darussalam through RT 04 and RT 05. The procession ends at the starting point of departure ie Musholla Darussalam.


Rencana awalnya, kubah musholla akan diarak dengan cara dipanggul, namun karena berbagai pertimbangan, salah satunya mengenai jarak rute yang akan dilalui. Akhirnya rencana tersebut urung dilaksanakan. Hingga akhirnya, kubah Musholla diarak di atas sebuah mobil pick up. Sebelum diarak, kubah masjid dihiasi oleh rangkaian bunga melati yang dililitkan dari bagian atas kubah hingga menjuntai ke bawah. Di atas mobil pick up juga akan ada beberapa orang yang akan memastikan bahwa kubah dalam keadaan aman selama perjalan berlangsung.

Initial plan, the domes of the mosque will be paraded by shouldered together, but due to various considerations, ultimately the plan failed to be implemented. Until finally, the Musholla dome was paraded over by pickup car. Before parade, the dome is decorated by a series of jasmine flowers wrapped from the top of the dome until dangling down. On top of pickup car there will also be some people who will make sure that the dome is safe during the trip.



Arak-arakan ini dimeriahkan oleh penampilan dari Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo yang menampilkan Naga Liong dan Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe) dari Kecamatan Buaran, yang selalu menampilkan atraksi di setiap jalan yang dilalui. Sehingga semakin menambah meriah acara arak-arakan tersebut. Selain itu, turut serta pula dalam rombongan arak-arakan diantaranya adalah Warga Desa Wonopringgo yang terdiri dari Pemerintah Desa Wonopringgo, Hansip, Linmas serta warga sipil dan jamaah Musholla Darussalam.

The procession was enlivened by the performance of Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo featuring Dragon Liong and Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe) from Buaran Subdistrict, which always show the attractions in every road that pass, so that more festive. In addition, also participated in the procession are Wonopringgo Villagers consisting of Government of Wonopringgo Village, Hansip, Linmas as well as civilians and pilgrims Musholla Darussalam.




Sesampainya di kompleks Musholla Darussalam, kubah Musholla langsung diturunkan dari mobil pickup. Kemudian ditaruh pada tempat khusus yang telah disediakan, sebelum kubah diangkat dan dipasang pada bagian atas Musholla. Ada ritual atau kepercayaan unik pada sesaat sebelum kubah dinaikkan. Yaitu, warga dipersilahkan untuk menyentuh kubah tersebut. Kepercayaan yang berkembang pada masyarakat, jika berhasil menyentuh kubah sebelum dinaikkan, konon katanya akan mendapatkan keberkahan tersendiri, yang belum berjodoh bisa saja menjadi enteng jodoh, yang seret rezeki bisa saja menjadi enteng rezeki. Itulah kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Namun bukan berarti semua itu hanya mitos belaka, semuanya bisa terjadi atas izin Allah. Bisa jadi, setelah menyentuh kubah Musholla, menjadikan masyarakat rindu akan kubah tersebut dan memiliki ketertarikan emosional tersendiri. Kemudian, membuatnya lebih sering mengunjungi Musholla Darussalam lalu berdoa dan memohon kepada sang pencipta agar dipermudah segala urusannya, termasuk masalah jodoh dan rezeki. Bisa jadi bukan?

Arriving at the Musholla Darussalam complex, Musholla dome is directly unloaded from the pickup car. Then put in a special place that has been provided, before the dome is lifted and mounted at the top of the mosque. There is a unique ritual or belief in the moment before the dome is raised. That is, residents are welcome to touch the dome. The belief that grows in the society, if successfully touch the dome before it is raised, it is said that it will get its own blessing, which has not a mate could be have a mate, who bad in sustenance could be good in sustenance. That is a growing belief in society. But that does not mean it's just a myth, everything can happen by God's permission. Could it be, after touching the dome of Musholla, making people miss the dome and have an emotional interest in that;s dome. Then, make it more frequent to visit the Mosque Darussalam then pray and beg God's to facilitate all his affairs, including mate and sustenance. Could it be?




Setelah aktivitas di atas dilaksanakan, acara selanjutnya adalah menaikkan kemudian memasang kubah tersebut ke bagian atas Musholla secara manual, tanpa bantuan alat khusus apapun. Alat bantu yang terlihat hanyalah tali tambang, tangga dan bambu. Untuk menaikkan dan memasang kubah pada tempat semestinya, membutuhkan sekitar 4-5 orang dewasa, hingga kubah benar-benar terpasang sebagaimana mestinya.  Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 4.15 WIB kubah mulai dinaikkan. Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 14.25 WIB, kubah terlah berhasil sampai di bagian paling atas Musholla. Aktivitas selanjutnya, adalah memasang secara permanen kubah pada bagian yang telah ditentukan, hingga benar-benar terpasang secara kuat.

After the above activities are implemented, the next event is raise and then install the dome to the top of the Musholla manually, without the aid of any special tool. The only visible tools are ropes, ladders and bamboo. To raise and put the dome in properly places, it takes about 4-5 adults, until the dome is properly installed as it should. It didn't take long, at about 4:15 pm the dome began to rise. Ten minutes later, precisely at 14:25 pm, the dome made it to the very top of the Mosque. The next activity, is to permanently install the dome on the part that has been determined, until it is really installed strongly.


Sesaat setelah kubah terpasang, Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe)" kembali menghibur warga dan peserta pawai dengan gerakan dan lagu yang selaras. Tak lupa, warga lainnya juga ikut hanyut dalam susana suka cita tersebut.

After the dome installed, Paguyuban Kemisan (Gerak Jalan) "Pakem (Wagu Dewe)" re-entertaining the citizens and participants of the parade with the movements and songs are aligned. Not to forget, other residents also drifting in the joy of such fun.




Setelah itu, acara berpindah ke dalam Musholla. Pengurus Musholla, Pemuka Agama dan Pemerintah Desa Wonopringgo turut serta di dalamnya. Acara dimulai dengan berdoa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi syukuran yang ditandai dengan makan bersama. Ada yang unik pada prosesi makan bersama tersebut, makanan disajikan dalam tampah besar yang kemudian dimakan bersama-sama oleh 3-4 orang. Makanan tersebut, biasa disebut olah warga sekitar sebagai "Sego Berkat" yang berisi nasi, ayam kampung, megono, mie berserta potongan sayur dan tidak lupa sambal. Tradisi yang unik bukan? Kami rasa, kalian akan mengatakan iya.


After that, the event moves into the Mosque. The board of Musholla, the Religious Leaders and Government of Wonopringgo Village participated in it. The event starts with praying together which is then followed by a procession of gratitude marked by eating together. There is a unique in the procession of eating together, the food is served in a large winnowing basket which is then eaten together by 3-4 people. The food, by residents around commonly referred as "Sego Berkat" which contains rice, chicken, megono, noodles along with vegetable pieces and do not forget to sauce. Is it an unique tradition? I think, you will definitely say yes.

Seluruh dokumentasi acara ini, dapat dilihat pada tautan berikut DI SINI


Untuk Video acara bisa dilihat melalui tautan berikut ini:


Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Sunday, September 3, 2017

JALAN SEHAT DALAM RANGKA HALAL BI HALAL DESA WONOPRINGGO TAHUN 2017 M ATAU 1438 H / HEALTHY WALK COMMEMORATING HALAL BI HALAL OF WONOPRINGGO VILLAGE IN 2017


Thursday, June 29, 2017 is an important and perhaps historic day for the people of Wonopringgo Village. Because on that day, has been held activities "Halal Bi Halal Village Wonopringgo Year 2017 M or 1438 H". However, there is different thing with halal bi halal activity of Wonopringgo Village this year. Because this activity, in its implementation combined with other activities. Namely, a healthy walk surrounding Wonopringgo Village. How did the event take place? Interesting? Unique? Let's take a look at the reviews of these activities through this article...