Thursday, February 22, 2018

Kunjungan Perpustakaan Nasional dan DPR RI ke Desa Wonopringgo dalam Rangka Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca / Visit of National Library and Legislative Assembly of Republic Indonesia to Wonopringgo Village in the Framework of National Reading Movement


Tanggal 20 Februari 2018, Desa Wonopringgo kedatangan tamu istimewa yang jauh-jauh datang dari Jakarta. Tamu tersebut adalah perwakilan dari Perpustakaan Nasional Indonesia dan DPR RI Komisi X yang diwakili oleh ibu dr.Marlinda Irwanti, SE, Msi. Selain itu, juga ada perwakilan dari Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pekalongan serta beberapa tamu undangan lainnya yang aktif dan bergerak pada bidang literasi di Kabupaten Pekalongan.

On February 20, 2018, Wonopringgo Village was visited by a special guest who came from Jakarta. The guests are representatives of the National Library of Indonesia and Legislative Assembly Republic Indonesia of the Commission X represented by the mother dr.Marlinda Irwanti, SE, Msi. In addition, there are also representatives from the Central Java Provincial Library, Regional Library of Pekalongan Regency as well as several other invited guests who are active and engaged in the field of literacy in Pekalongan District.


Kunjungan tersebut merupakan serangkaian acara "Safarai Gerakan Gemar Membaca Nasional" yang diadakan di Kabupaten Pekalongan. Dimana Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo merupakan salah satu perpustakaan desa yang mendapat kesempatan untuk ditinjau langsung dalam acara tersebut. Safari Gerakan Gemar Membaca Nasional sendiri merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan peningkatan budaya gemar membaca bagi masyarakat Indonesia.

The visit is a series of events "Safarai Gerakan Nasional Gemar Membaca" held in Pekalongan Regency. Where "Cerah" Library of Wonopringgo Village is one of the village library that gets a chance to be reviewed directly in the event. "Safarai Gerakan Nasional Gemar Membaca" itself is one effort to realize the improvement of reading culture for the people of Indonesia.



Tepat pukul 14.00WIB rombongan Perpusda, Perpustakaan Nasional dan DPR RI sampai di GSG Pringgodani. Sebelum memasuki GSG Pringgodani, rombongan telah disambut oleh Slamet Haryanto selaku Kepala Desa Wonopringgo beserta perangkat Desa Wonopringgo, Indah Septyani Selaku Ketua PKK Desa Wonopringgo berserta anggota dan Ibnu Ziyad Selaku Ketua Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo beserta anggota.

Exactly at 14.00 pm, the delegation of the Library, National Library and Legislative Assembly of Republic Indonesia has reached GSG Pringgodani. Before entering GSG Pringgodani, the entourage was welcomed by Slamet Haryanto as the Head of Wonopringgo Village along with the Wonopringgo Village Staff, Indah Septyani as Chairman Fostering Family Welfare (PKK) of Wonopringgo Village along with the members and Ibnu Ziyad as the Chairman "Cerah" Library of Wonopringgo Village and its members.


Di dalam GSG Pringgodani pembawa acara yang dibawakan oleh Istiqomah langsung mengambil alih peran. Pembawa acara dengan gesit langsung mengucapkan selamat datang kepada segenap tamu yang telah hadir di GSG Pringgodani. Setelah itu, pembawa acara mulai memainakan perannya dengan membacakan susunan acara yang telah disusun sebelumnya. Pada acara tersebut ada beberapa sambutan yang akan disampaikan oleh Perwakilan Desa Wonopringgo, Perwakilan Perpustakaan Nasional Indonesia, Perwakilan komisi X DPR RI dan Perwakilan Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Setelah serangkaian acara di dalam GSG Pringgodani dilaksanakan, barulah segenap rombongan akan melakukan peninjauan langsung ke Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo.


Inside GSG Pringgodani, the host brought by Istiqomah took over the role. The nimble host immediately greeted all the guests who had attended at GSG Pringgodani. After that, the emcee begins to play his part by reading out the arrangement of events that have been prepared beforehand. In the event there are some speeches that will delivered by Wonopringgo Village Representative, Representative of National Library of Indonesia, Representatives Legislative Assembly Commission X and Representative Cerah Library of Wonopringgo Village. After a series of events in the GSG Pringgodani implemented, then the whole group will conduct a direct visit to Cerah Library of Wonopringgo Village.



Kembali lagi ke acara di dalam GSG Pringgodani, sambutan pertama disampaikan langsung oleh Slamet Haryanto selaku Kepala Desa Wonopringgo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pada tahun 2018 ini, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo akan dirobohkan. Sebagai gantinya, akan dibuatkan bangunan baru yang lebih besar dibanding yang ada sekarang. Bangunan baru tersebut akan diletakaan pada bagian depan GSG Pringgodani yang sekaligus akan menjadi muka depan GSG Pringgodani. Targetnya, sebelum tahun 2019 Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo akan menempati bangunan baru. Selain itu, disampaikan pula prestasi-prestasi yang selama ini pernah diraih oleh Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo dan juga pengurus serta anggotanya. Diantaranya adalah menjadi juara 1 Pemuda Pelopor bidang Pendidikan tingkat Kabupaten Pekalongan, juara 1 Duta Wisata Kabupaten Pekalongan, Juara Video Wisata Tingkat Kabupaten Pekalongan dan Pemenang Lomba Cerita Impact Kategori Video Tingkat Nasional.

Back again to the event on GSG Pringgodani, the first speech delivered directly by Slamet Haryanto as the Head of Wonopringgo Village. In his speech, he said that in the year 2018, Cerah Library of Wonopringgo Village will be torn down. Instead, new buildings will be created larger than present. The new building will be placed in front of GSG Pringgodani which will also become the front face of GSG Pringgodani. The target is, before the year 2019 Cerah Library of Wonopringgo Village will occupy new buildings. In addition, also delivered the achievements that have been achieved by Cerah Library of Wonopringgo Village and also the board and its members. Among them are becoming champion 1 of Youth Pioneers Education field in Pekalongan Regency, Champion 1 of Tourism Ambassador in Pekalongan Regency, Champion of Video Tour in Pekalongan Regency and Winner Contest Story Impact Video Category in National Level.




Setelah itu, sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan dari Perpusnas Republik Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa apa yang selama ini telah dilakukan oleh Desa Wonopringgo dan Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo sudah sangat baik. Sudah berada diatas rata-rata apa yang telah dilakukan oleh desa-desa lainnya di Kabupaten Pekalongan. "Saya sempat speechless tidak menyangka binaan Perpusda (Kabupaten Pekalongan) ada yang akan membangun gedung perpustakaan seperti ini". Hal tersebut disampaikan karena sebelumnya Kepala Desa Wonopringgo telah memamerkan proyeksi rencana gedung perpustakaan desa yang baru. Menurut beliau, seharusnya hal tersebut bisa ditiru oleh desa-desa lainnya. Dimana penyediaan bahan bacaan yang berkualitas akan dapat dilaksanakan dari tingkat yang terkecil yaitu tingkat desa. Hal tersebut akan sangat berpengaruh bagi minat baca masyarakat Indonesia. Karena akan dapat menumbuhkan minat baca masyarakat sekitar. Selain itu, hal tersebut juga akan sejalan dengan Gerakan Nasional Gemar Membaca yang digalang oleh pemerintah pusat.

After that, the second speech was delivered by the representatives of the National Library of Indonesia. In her speech, she said that what has been done by Wonopringgo Village and Library of Wonopringgo are very good. Already above average what has been done by other villages in Pekalongan Regency. "I was speechless, i don't expect that coaching of Perpusda (Pekalongan Regency) there who will build a library building like this". This was stated because previously the Head of Wonopringgo Village had exhibited the projection of the new village library building plan. According to him, should it be imitated by other villages. Where the provision of quality literature will be implemented from the smallest level of village level. It will be very influential for the reading interest of Indonesian society. Because it will be able to foster interest in reading the surrounding community. In addition, it will also be in line with "Gerakan Nasional Gemar Membaca" by the central government.



Sambutan yang ketiga disampaikan oleh perwakilan dari Perputakaan Daerah Kabupaten Pekalongan. Sambutan tersebut disampaikan langsung oleh Ibu Tutik yang merupakan Kepala Perpusda Kabupaten Pekalongan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo ini merupakan salah satu perpustakaan desa yang benar-benar aktif yang ada di Kabupaten Pekalongan. Banyak kegiatan-kegiatan positif yang telah dilaksanakan. Sehingga berhasil menghasilkan prestasi-prestasi yang sangat membanggakan. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo akan diikutsertakan dalam lomba perpustakaan tingkat provinsi mewakili Kabupaten Pekalongan yang akan dilaksanakan pada tahun ini.

The third speech was delivered by representatives from regional library Kabupaten Pekalongan. The speech was delivered directly by Mrs.Tutik who is the Head of regional library in Pekalongan Regency. In his speech, she conveyed that the Library of Sunny Village Wonopringgo is one of the village library that is really active in Pekalongan District. Many positive activities have been done. So that it produces achievements that are very proud. In addition, he also said that Cerah Library of Wonopringgo Village will be included in the provincial library competition representing Pekalongan Regency which will be held this year.




Kemudian, sambutan keempat disampaiakan oleh perwakilan dari Komisi X DPR RI. Dimana sambutan tersebut disampaikan langsung oleh dr. Marlinda Irwanti, SE. M.Si. Perlu diketahui, Marlinda Irwanti merupakan penyiar Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang telah malang-melintang menghiasi pertelevisian Republik Indonesia medio 90an hingga 2000 awal. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa "Kalau gedung perpustakaan yang baru sudah jadi, ini bisa menjadi percontohan. Kalau bisa nggak cuman di Kabupaten Pekalongan, bisa di Jawa Tengah ataupun Nasional". Selain itu, beliau juga menambahkan "Sumber kehidupan manusia terletak pada jantungnya, apabila jantung sudah mati, maka habislah sudah manusia tersebut. Begitu juga dengan Pendidikan. Jantungnya pendidikan adalah buku. Apabila anak-anak kita sudah tidak mau membaca buku, yasudah... pendidikan kita tewas. Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh Desa Wonopringgo patut diapresiasi" yang kemudian disambut oleh gemuruh tepuk tangan dari seluruh audiens yang hadir di GSG Pringgodani.

Then, the fourth speech was delivered by a representative from Commission X of Legislative Assembly. Where speech is delivered directly by dr. Marlinda Irwanti, SE. M.Si. Please note, Marlinda Irwanti is a broadcaster Television Republic of Indonesia (TVRI) which has been adroit across the television Republic of Indonesia from the early 90s to early 2000s. In his speech, he said that "If the new library building is ready, it can be a pilot, if it can not be cuman in Pekalongan Regency, it can be in Central Java or National". In addition, he also added "The source of human life lies in the heart, when the heart is dead, then the human has finished, so also with education, the heart of education is a book, if our children don't want to read books, alright... our education is dead, therefore what is done by Wonopringgo Village should be appreciated" which was then greeted by a roar of applause from all audiences present at GSG Pringgodani.




Sesuai dengan apa yang telah disampaiakan oleh perwakilan dari Perpusnas bahwa desa diharuskan untuk menghadirkan bahan bacaan yang berkualitas untuk warganya. Terlebih lagi bagi desa yang sulit atau diluar jangkauan untuk dengan mudahnya memperoleh bahan bacaan berkualitas. Maka dari itu, pengembangan perpustakaan desa merupakan suatu keharusan. Dimana hal tersebut sangat berpengaruh untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Agar sumber daya manusia yang ada bisa semakin baik dan semakin baik lagi kedepannya. Sehingga Gerakan Gemar Membaca Nasional yang telah dirancang oleh pemerintah pusat dapat dilaksanakan. Dengan harapan dapat memberikan manfaat yang sangat berarti bagi masyarakat dikemudian hari.

In accordance with what has been conveyed by representatives of the National Library of Indonesia that the village is required to present quality reading materials for its citizens. Especially for difficult or out of reach villages tahat easily obtain quality reading materials. Therefore, the development of village library is a must. Where it is very influential to increase interest in reading the community. In order for existing human resources can be better and better still in the future. So the "Gerakan Gemar Membaca Nasional" that has been designed by the central government can be implemented. With the hope of providing significant benefits to the community in the future.




Sambutan terakhir disampaikan langung oleh Ibnu Ziyad selaku ketua Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan oleh Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Mulai dari kegiatan peminjaman buku, sanggar belajar, open booth atau buka lapak Perpustakaan Cerah sampai inovasi apa yang akan dilakukan oleh Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Terbaru, Perpustakaan Desa Wonopringgo akan melakukan otomasi buku. Dimana setiap buku yang ada di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo akan dilengkapi barcode khusus. Kartu anggota perpustakaan yang baru juga akan dilengkapi dengan barcode. Dengan adanya barcode tersebut, akan mempercepat proses peminjaman buku yang ada di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Apabila hal tersebut telah terlaksana, Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo akan menjadi pionir dalam hal tersebut. Karena belum ada perpustakaan desa di Kabupaten Pekalongan yang telah melakukan otomasi seperti apa yang akan diterapkan di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo.

The last speech was delivered directly by Ibnu Ziyad as the chairman of Cerah Library in Wonopringgo Village. In his speech, he conveyed what activities had been carried out by Cerah Library of Wonopringgo Village. Starting from the lending activities of books, learning, open booth of Cerah Library until what innovations will be done by Cerah Library of Wonopringgo Village. Latest, Wonopringgo Village Library will do book automation. Where every book in Cerah Library of Wonopringgo Village will be equipped with special barcode. New library member cards will also come with a barcode. With the barcode, will accelerate the process of borrowing books in Cerah Library of Wonopringgo Village. Once this has been done, Cerah Library of Wonopringgo Village will be a pioneer in that regard. Because there is no village library in Pekalongan Regency that has done what kind of automation will be applied in Cerah Library of Village Wonopringgo.




Setelah semua sambutan dilaksanakan. Seluruh audiens dipersilahkan untuk melakukan peninjauan langsung ke Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Sebelum memasuki perpustakaan, audiens terlebih dahulu dihibur dengan penampilan dari Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo yang menampilkan kesenian Naga Lion tepat di depan pintu masuk GSG Pringgodani. Pertunjukan berlangsung cukup meriah, hingga warga sekitar yang penasaran dengan penampilan Sanggar Bamboe Idjo memenuhi halaman GSG Pringgodani. Setelah sekitar 10 menit Sanggar Bamboe Idjo menunjukkan kebolehannya didepan para audiens, pertunjukan kesenian Naga Lion selesai.




After all speechs are done. All audiences are welcome to conduct a direct observation to the Cerah Library of Wonopringgo Village. Before entering the library, the audience first entertained with the appearance of Sanggar Bamboe Idjo of Wonopringgo Village featuring Dragon Lion art precise in front of the entrance GSG Pringgodani. The show took place quite lively, until the surrounding residents who are curious about the performance of Sanggar Bamboe Idjo coming to GSG Pringgodani page. After about 10 minutes of Sanggar Bamboe Idjo shows their skills in front of the audience, Dragon Lion art performance is finished.




Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Didalam perpustakaan, banyak masukan-masukan positif yang diberikan oleh perwakilan dari Perpusnas dan juga Ibu Marlinda mengenai fasilitas-fasilitas ataupun kegiatan-kegiatan yang perlu diperbaiki, ditambah atau dihadirkan lagi. Harapannya, supaya Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo dapat semakin baik lagi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, Ketua Perpustakaan Cerah juga sedikit mempraktekkan otomasi yang telah sebagian diterapkan pada koleksi buku yang ada di Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo.





Then the activity continued with a direct review to Cerah Library of Wonopringgo Village. In the library, many positive inputs are given by representatives from the National Library and also Mrs. Marlinda about the facilities or activities that need to be improved, added or presented again. The hope, so that Cerah Library of Wonopringgo Village can be better again in doing service to the community. In addition, the Chairman of Cerah Library also doing a little practice of automation that has been partially applied to the collection of books in Cerah Library of Wonopringgo Village.




Setelah selesai meninjau Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo, dilakukan sesi foto bersama di depan perpustakaan dan juga di depan GSG Pringgodani Desa Wonopringgo. Mulai dari pengurus Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo, Perangkat Desa Wonopringgo, Sanggar Bamboe Idjo dan juga masyarakat sekitar berebut untuk berfoto dengan ibu Marlinda yang notabene merupakan artis ibu kota. Setelah kegiatan tersebut dilaksanakan, ibu Marlinda beserta rombongan langsung meninggalkan GSG Pringgodani untuk melanjutkan ke agenda selanjutnya.



After finished reviewing Cerah Library of Wonopringgo Village, conducted a photo session together in front of the library and also in front of GSG Pringgodani Village Wonopringgo. Starting from the administrators of the Library of Sunny Village Wonopringgo, Village Staff of Wonopringgo, Sanggar Bamboe Idjo Members and also the surrounding community scramble to take pictures with Marlinda mother who in fact is a capital artist. After the activity was implemented, Mrs.Marlinda and entourage immediately left GSG Pringgodani to proceed to the next agenda.


Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI (Sedang Dalam Pengerjaan)
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK (In Process)

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

0 komentar:

Post a Comment