Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat"

Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo

Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis

Pada tanggal 18 Agustus 2018 jam 19.30 WIB telah dilaksanakan Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis di Sekitar Area Desa Wonopringgo

Dua Prestasi Nasional di Boyong ke Desa Wonopringgo

Membanggakan!!! Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo berhasil meraih dua prestasi tingkat nasional

Pentas Puas Aroma

Pada tanggal 15 Februari 2018 telah diadakan suatu acara yang sangat menarik dengan tajuk "Pentas Puas" yang diselenggarakan oleh brand Rokok Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Pemerintah Desa Wonopringgo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H - Minal Aidzin Wal Fa Idzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Sunday, November 4, 2018

Pawai Ta'aruf dan Pengajian Umum dalam Rangka Akhirussanah MDA Darul Huda Desa Wonopringgo


Tepat pada tanggal 4 Mei 2018, telah diadakan perayaan Akhirussanah di Desa Wonopringgo. Pada tahun ini, diadakan dua kegiatan berbeda yang dilaksanakan untuk memeriahkan atau mempergingati perayaan Akhirussanah tersebut. Diantaranya adalah Pawai Ta'aruf dan Pengajuan Umum. Namun, ada yang berbeda dengan Pawai Ta'aruf tahun ini dibanding pawai ta'aruf pada tahun sebelumnya. Seperti apakah keseruan serangkaian acara Akhirussanah Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Darul Huda Desa Wonopringgo berlangsung? Simak melalui ulasan berikut...

Right on May 4, 2018, Akhirussanah celebration was held in Wonopringgo Village. This year, two different activities were held to enliven or commemorate the end of the festival. Among them are the Ta'aruf Parade and General Recitation. However, there are something different from this year's Ta'aruf Parade compared to Ta'aruf Parade the previous year. What is the excitement of a series of Darul Huda Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) in Wonopringgo Village? Check through the following reviews ...



Pukul 18.15, peserta pawai ta'aruf telah bersiap di depan Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo untuk membentuk barisan yang telah ditentukan sebelumnya. Peserta pawai ta'aruf sendiri merupakan siswa dari MDA Darul Huda Desa Wonopringgo yang dimulai dari kelas terkecil hingga siswa kelas terbesar. Selain itu, ada juga wisudawan yang tergabung dalam barisan pawai ta'aruf. Dimana para wisudawan tersebut akan melalui prosesi wisuda setelah acara pawai ta'aruf berlangsung. Akhirussanah sendiri sejatinya merupakan perayaan atau ucapan syukur yang dilaksanakan setelah melalui serangkaian ujian. Sementara Pawai Ta'aruf sendiri merupakan serangkaian pawai yang bertujuan untuk lebih mengenalkan MDA dan kegiatan yang ada di MDA kepada masyarakat luas.

At 18.15, the participants of the Ta'aruf parade were prepared in front of the Darul Huda Mosque in Wonopringgo Village to form a predetermined line. The participants of the Ta'aruf parade themselves are students from the MDA Darul Huda Wonopringgo Village, which starts from the smallest class to the largest class. In addition, there were also graduates who joined the ranks of the ta'aruf parade. Where the graduates will go through the graduation procession after the ta'aruf parade takes place. Akhirussanah is actually a celebration or thanksgiving that is carried out after a series of tests. While the Ta'aruf Parade itself is a series of marches aimed at introducing the MDA and the activities in the MDA to the wider community.



Perbedaan yang paling kentara antara pawai ta'aruf pada tahun 2018 ini dibanding tahun 2017 lalu adalah waktu pelaksanaan pawai. Jika tahun 2017 dilaksanakan pada siang hari, lain halnya dengan tahun 2018 ini yang dilaksanakan pada malam hari. Untuk ulasan lengkap tentang serangkaian kegiatan perayaan Akhirussanah MDA Darul Huda Desa Wonopringgo pada tahun 2017 dapat dilihat melalui tautan INI. Setelah para peserta pawai siap pada posisinya masing-masing, pawai ta'aruf segera dimulai. Pawai tersebut dilaksanakan melalui rute yang telah disepakati sebelumnya yaitu dari Masjid Daru Huda Desa Wonopringgo ke arah barat menuju asrama 407. Kemudian belok ke kiri melalui Jalan Raya Wonopringgo menuju ke Pasar Wonopringgo. Lalu, masuk kembali ke Desa Wonopringgo kemudian berkeliling ke area Desa Wonopringgo dahulu sebelum kembali ke titik awal di Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo.

The most obvious difference between the ta'aruf parade in 2018 compared to 2017 is the time of the parade. If 2017 is held during the day, it is different from 2018 which is held at night. For a full review of the series of Akhirussanah activities of the MDA Darul Huda  celebration in Wonopringgo Village in 2017, see the HERE link. After the parade participants were ready for their respective positions, the ta'aruf march began immediately. The march was carried out through a previously agreed route, namely from the Daru Huda Mosque in Wonopringgo Village to the west towards the 407 dormitory. Then turn left via Jalan Wonopringgo to Wonopringgo Market. Then, go back to Wonopringgo Village and then tour the area of Wonopringgo Village before returning to the starting point at Darul Huda Mosque in Wonopringgo Village.



Rombongan pawai dibuka dengan kendaraan taktis yang berfungsi untuk membuka jalan. Kemudian diikuti oleh pembawa banner pawai ta'aruf, disusul dengan pasukan pembawa bandera. Setelah itu berturut-turut barisan pawai diikuti oleh Wisudawan, Penampilan Naga Liong dari Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo, seluruh murid MDA Darul Huda, disusul oleh penampilan kesenian Calung Komppas yang selain sebagai hiburan juga sebagai penutup rombongan pawai. Pada pawai ta'aruf tahun ini, seluruh murid MDA Darul Huda Desa Wonopringgo membawa obor atau yang pada bahasa setempat disebut sebagai oncor. Selain sebagai pembeda dan sebagai penerangan jalan, obor tersebut difungsikan sebagai pemeriah pawai. Selain itu, dengan digunakannya obor tersebut juga sekaligus melestarikan dan mengenalkan kembali obor sebagai alat penerangan tradisional yang sudah sangat jarang digunakan sekarang. Dengan digunakannya obor pada pawai ta'aruf kali ini, dapat memberikan keuinkan tersendiri seakan menghadirkan kembali suasana desa pada tempo dahulu sebelum listrik menjadi konsumsi khalayak ramai seperti sekarang ini.

The parade group opened with a tactical vehicle that served to open the road. Then followed by the bearer of the ta'aruf parade banner, followed by the bandera carrier. After that a row of marches was followed by Graduates, Naga Liong Appearances from Sanggar Bamboe Idjo of Wonopringgo Village, all MDA Darul Huda students, followed by Calung Komppas art performance which was not only as entertainment but also as a closing procession for the parade group. In the ta'aruf parade this year, all Darul Huda MDA students in Wonopringgo Village carried torches or in local languages ​​called oncor. Aside from being a differentiator and as street lighting, the torch is used as a parade embellishment. In addition, with the use of the torch, it also preserves and reintroduces the torch as a traditional lighting tool that is very rarely used now. With the use of the torch in the ta'aruf parade this time, it can provide its own wish as if to bring back the atmosphere of the village in the past before electricity became the consumption of the public as it is today.



Setelah melalui rute yang telah disepakati sebelumnya, rombongan pawai mengakhiri perjalanan tepat pada titik awal keberangkatan yaitu di Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo. Tepat di depan Masjid Darul Huda, rombongan dari Calung Komppas sekali lagi menampilkan kebolehannya dalam memainkan alat musik gabungan yang terdiri dari beberapa alat musik dan juga menyelaraskan dengan gerakan para penari yang juga tergabung dalam kesenian Calung Komppas tersebut. Alat musik yang digunakan diantaranya adalah angklung, mini bass drum serta perkusi dari barang bekas. Tak mau kalah, Sanggar Barongsai Bamboe Idjo juga menunjukkan kebolehannya tepat di depan pengungjung yang telah memadati area Masjid Darul Huda Desa wonopringgo untuk mengikuti acara selanjutnya yaitu Pengajian Umum dalam rangka Akhirussanah MDA Darul Huda Desa Wonopringgo.

After going through the previously agreed route, the parade group ended the trip right at the starting point of departure, namely at Darul Huda Mosque in Wonopringgo Village. Right in front of the Darul Huda Mosque, the group from Calung Komppas once again displayed its skill in playing a combined musical instrument consisting of several musical instruments and also aligned with the movements of the dancers who were also members of the Calung Komppas art. Musical instruments used include angklung, mini bass drums and percussion from used goods. Not to be outdone, Barongsai from Sanggar Bamboe Idjo  also showed their skill right in front of the visitors who had packed the area of the Darul Huda Mosque in Wonopringgo Village to attend the next event, namely General Study in the context of the Darul Huda MDA Community in Wonopringgo Village.



Sebelum menuju acara puncak yaitu pengajian umum, terlebih dahulu kesenian Simptu Duror Desa Wonopringgo menghibur para pengunjung yang telah memadati area Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo. Setelah itu, pembawa acara yang dibawakan langsung oleh Ust.Mustolih mengawali acara pada malam hari itu dengan diadakan prosesi wisuda murid MDA Darul Huda Desa Wonopringgo. Pada tahun 2018 ini, ada 12 siswa MDA Darul Huda yang terdiri dari 3 Putri dan 9 Putra yang akan melaksanakan prosesi wisuda yang dipimpin langsung oleh Ust.Muslih Said, Ust.Wisman serta Ust.Mustolih itu sendiri. Setelah prosesi wisuda berlangsung, diumumkan pula juara dari tiap-tiap kelas yang ada di MDA Darul Huda Desa Wonopringgo dari kelas terkecil hingga kelas terbesar.

Before heading to the peak event, namely general recitation, the art of Simptu Duror from Wonopringgo Village first entertained visitors who had crowded the area of Darul Huda Mosque in Wonopringgo Village. After that, the host was delivered by Ust. Mustolih started the event that night with a graduation procession of MDA Darul Huda students in Wonopringgo Village. In 2018, there were 12 MDA Darul Huda students consisting of 3 daughters and 9 sons who would carry out the graduation procession led by Ust. Muslih Said, Ust.Wisman and Ust. Mustolih itself. After the graduation procession, the champions of each class in the Darul Huda MDA Wonopringgo Village from the smallest to the largest class were announced.



Setelah serangkaian prosesi wisuda dilaksanakan, pembawa acara beralih yang semula disampaikan oleh Ust.Mustolih dialihkan kepada saudari Nia yang langsung mengambil alih acara sekaligus membuka puncak acara yang bertajuk "Pengajian Umum dalam Rangka Akhirussanah MDA Darul Huda Desa Wonopringgo". Acara awali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh tiga murid dari MDA Darul Huda Desa Wonopringgo. Dilanjukan dengan sambutan pertama yang disampaikan oleh Syarifudin selaku Ketua Panitia. Disusul Ust.Mustolih selaku Kepala MDA Darul Huda Desa Wonopringgo, lalu disambung oleh Soetarko selaku Ketua Masjid Jami' Darul Huda Desa Wonopringgo serta sambutan terkahir disampaikan oleh Slamet Haryanto selaku Kepala Desa Wonopringgo. Setelah serangkaian sambutan disampaikan, giliran kesenian Simtu Duror Desa Wonopringgo kembali menampilkan kebolehannya didepan para pengunjung yang ada. Setelah itu, sampailah pada acara puncak yang ditunggu-tunggu yaitu pengajian umum dimana KH. Iptu Akrom, S.Sos yang didapuk menjadi bintang utama pada malah hari itu.

After a series of graduation processions were held, the host switched to what was originally conveyed by Ust. Mustolih was transferred to Nia who immediately took over the event while opening the peak of the event entitled "General Study in the Framework of the End of MDA Darul Huda Village Wonopringgo Village". The program began with the reading of the Qur'anic verses by three students from MDA Darul Huda in Wonopringgo Village. Continued with the first speech delivered by Syarifudin as Chairperson of the Committee. Followed by Ust. Mustolih as the Head of MDA Darul Huda in Wonopringgo Village, then continued by Soetarko as Chair of the Jami' Mosque Darul Huda Wonopringgo Village and the last remarks delivered by Slamet Haryanto as the Head of Wonopringgo Village. After a series of remarks were delivered, Simtu Duror's of Wonopringgo Village showed again their skill in front of the visitors. After that, the peak of the long-awaited event was the general recitation where KH. Iptu Akrom, S.Sos, which was lined up as the main star on that day.



Pada ceramahnya, KH. Akrom menyampaikan beberapa hal yang perlu digaris bawahi oleh para pengunjung sekalian, diantaranya adalah agar para orang tua dapat menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anaknya karena zaman yang serba digital dan serba cepat ini pergaulan menjadi sangat rawan, bisa saja terjerumus ke obat-obatan terlarang atau masuk menjadi anggota aliran atau organisasi yang dilarang pemerintah. Sehingga peran orang tua harus ditingkatkan untuk mengawasi serta mengendalikan pergaulan putra-putrinya. Pada pengajian umum tersebut tak lupa beberapa kali KH. Akrom berkolaborasi dengan Grup Simtu Duror untuk sekedar memainkan suasana agar audiens dapat lebih menikmati ceramah yang disampaikan oleh yang bersangkutan sekaligus agar menjadi hiburan tersendiri bagi audien yang hadir. Setelah itu, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Akrom. Doa bersama tersebut sekaligus menutup serangkaian acara yang diadakan untuk memperingati Akhirussanah MDA Darul Huda Desa Wonopringgo pada tahun 2018.

In his lecture, KH. Akrom conveyed several things that need to be underlined by all visitors, including that parents can look after and supervise their children's association because of this all-digital and fast-paced era, social relations are very vulnerable, they may fall into illegal drugs or enter into a member of a stream or organization that is prohibited by the government. So that the role of parents must be increased to monitor and control the interactions of their children. At the general recitation did not forget several times KH. Akrom collaborates with the Simtu Duror Group to simply play the atmosphere so that the audience can enjoy the lectures delivered by those concerned as well as to be an entertainment for the audience present. After that, the event closed with a joint prayer led by KH. Akrom. The joint prayer also closed a series of events held to commemorate the End of the MDA Darul Huda Village in Wonopringgo Village in 2018.



Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI (sedang dalam proses)
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK (in process)

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Saturday, November 3, 2018

Pengumuman Pengangkatan Sekretaris Desa Wonopringgo


PENGUMUMAN 
Nomor: 141/ 79 /XI/2018


PENGANGKATAN PERANGKAT DESA

DESA WONOPRINGGO KECAMATAN WONOPRINGGO

 KABUPATEN PEKALONGAN
TAHUN 2018


Lowongan: 

JABATAN SEKRETARIS DESA


PERSYARATAN UMUM :
  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Berpendidikan paling rendah Sekolah Menegah Umumatau sederajat;
  3. Berusia 20 (dua uluh) tahun sampi dengan 42 (empat puluh dua) tahun pada saat mengajukan Surat Pendaftaran Pengankatan Perangkat Desa Jabatan Sekretaris Desa;
PERSYARATAN ADMINISTRASI :
  1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk e- KTP (Harus ber-KTP Desa Wonopringgo)
  2. Surat Pernyataan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dibuat  oleh yang bersangkutan diatas kertas bermaterai Rp.6.000;
  3. Surat Surat Pernyataan Memegang Teguh Dan Mengamalkan Pancasila ,Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,Mempertahankan Dan Memelihara Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Dan Bhineka Tunggal Ika, yang dibuat  oleh yang bersangkutan diatas kertas bermaterai Rp.6.000;
  4. Fotocopy Ijazah dari tingkat dasarsampai dengan ijazah terakhir yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang atau surat pernyataan dari pejabat berwenang;
  5. Fotocopy Akte Kelahiran yang dilegalisasi pejabat yang berwenang;
  6. Surat Keterangan berbadan sehat dari Puskesmas atau aparat kesehatan yang berwenang;
  7. Surat Permohonan menjadi Perangkat Desa yang dibuat oleh yang bersangkutan diatas kertas bermaterai Rp.6.000;
  8. Surat pernyataan sanggup bertempat tinggal dan berdomisili di Desa setempat setelah dilantik.
  9. Foto berwarna terbaru ukuran 4x6 sebanyak 4 (empat) lembar.

PERSYARATAN KHUSUS :
  1. Berkelakuan Baik dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian
  2. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer dengan dibuktikan ujian praktek yang merupakan bagian dari ujian Penyaringan.
  3. Berkas Pendaftaran di buat rangkap 3 (tiga) 1 (satu) bandel asli dan 2 (dua) bandel fotocopy dimasukkan dalam stopmap transparan.
  4. Formulir Pendaftaran dapat diambil di Panitia Seleksi (Pansel) Pengangkatan Perangkat Desa atau Download melalui Web.desa www.desawonopringgo.com sesuai jadwal tahapan Pengangkatan Perangkat Desa.
  5. Keterangan lebih lanjut oleh Pansel Pengangkatan Perangkat Desa.
FILE PENTING (Klik Untuk Download):





Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"