Thursday, January 3, 2019

Perayaan Pergantian Tahun Baru di Desa Wonopringgo / New Year's Eve Celebration in Wonopringgo Village


Ada yang berbeda dengan perayaan pergantian tahun baru di Desa Wonopringgo kali ini. Mengusung tema "The Countdown to 2019", yang berarti hitung mundur ke 2019. Serangkaian acara yang diadakan merupakan acara yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Penasaran seperti apa keseruan acara tersebut berlangsung? Sedikit bocoran, ada persembahan grup musik baru yang keseluruhnya beranggotakan masyarakat Desa Wonopringgo. Untuk keseruan lebih lengkapnya, mari simak melalui tulisan berikut ini...

There is something different from the New Year's Eve celebration in Wonopringgo Village at this time. The theme is "The Countdown to 2019", which means a countdown to 2019. A series of events that have never been held before. What is the excitement of the event held? A little leak, there is a new music group offering which are members from Wonopringgo Village. For more info, let's look through the following article ...



Acara pergantian tahun baru ini diinisiasi oleh Pemerintah Desa Wonopringgo yang berkolaborasi dengan sekelompok pemuda Desa Wonopringgo. Acara tersebut sengaja dilaksanakan dengan tujuan supaya pemuda-pemudi dan masyarakat Desa Wonopringgo tidak merayakan pergantian malam tahun baru ke luar area desa. Seperti kita ketahui, zaman sekarang pergaulan muda-mudi tidak dapat dikendalikan, akan menjadi sangat berbahaya ketika sekelompok muda-mudi menghadiri malam pergantian tahun ke lokasi yang sulit dijangkau oleh orang tua atau pun kerabatnya. Terlebih dilakukan hingga larut menjelang atau bahkan hingga dini hari tiba. Selain itu, acara tersebut dilaksanakan supaya masyarakat Desa Wonopringgo tidak terjebak kemacetan di simpul-simpul kemacetan yang akan membuat jalanan menjadi semakin macet. Oleh karena hal tersebut, Pemerintah Desa Wonopringgo dan sekelompok pemuda desa menginisiasi sebuah kegiatan supaya menghindari kemungkinan hal-hal negatif yang akan timbul dengan adanya situasi di atas dengan mengadakan acara pergantian tahun di area Desa Wonopringgo.

This new year's eve celebration was initiated by the Wonopringgo Village Government in collaboration with a group of young people from Wonopringgo Village. The event was intentionally carried out with the aim that the young people and the people of Wonopringgo Village did not celebrate the turn of the New Year's Eve celebration  outside the village area. As we know, today the association of young people cannot be controlled, it will be very dangerous when a group of young people attend new year's eve night celebration  to a location that is difficult for parents or relatives to reach. Moreover, it is done until late at night or even until early morning arrives. In addition, the event was held so that the people of Wonopringgo Village would not be stuck in traffic jams that would make the streets more congested. Because of this, the Wonopringgo Village Government and a group of village youth initiated an activity to avoid the possibility of negative things that would arise with the situation above by holding this new year's eve celebration in the Wonopringgo Village area.



Acara pertama kali dibuka oleh penampilan grup band Lintar dkk yang menawarkan diri langsung kepada panitia pelaksana untuk menjadi salah satu pengisi acara. Setelah itu, dilanjutkan dengan Sinema Rakjat yang memutarkan film The Nun. Setelah film selesai, dilanjutkan dengan penampilan dari Wakil 1 Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2018 yang membawakan sekitar 5 lagu. Dilanjut dengan peresmian gedung baru Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo dan Penampilan spesial dari grup musik baru bentukan Desa Wonopringgo melalui Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo serta ditutup dengan pesta kembang api disusul penerbangan lampion.

The event was first opened by the appearance of the band Lintar and friends who offered themselves directly to the organizing committee to become one of the performers. After that, it continued with the "Sinema Rakjat" taht playing the film The Nun. After the film was finished, it was followed by the appearance of the Deputy 1 of Tourism Ambassador of Pekalongan Regency at 2018 which brought about 5 songs. Continued with the inauguration of the new building of Cerah Village Library of Wonopringgo Village and a special appearance from the new music group formed by Wonopringgo Village through the Cerah Village Library of Wonopringgo Village and closed with fireworks followed by lantern flights.



Ada yang berbeda dibanding perayaan pergantian tahun 2018 dibanding 2019 kali ini. Dimana pada tahun 2018 acara pergantian tahun baru dilaksanakan di dalam GSG Pringgodani Desa Wonopringgo sedangkan perayaan pergantian tahun 2019 ini dilaksanakan di halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo. Dimana ada panggung mini yang disiapkan untuk melakukan pertunjukan yang dilakukan oleh para seniman lokal di Kabupaten Pekalongan. Ada yang unik dengan panggung yang disediakan, karena panggung mini tersebut adalah panggung bongkar-pasang yang sengaja dibuat sebagai panggung multifungsi. Maksudnya, apabila tidak sedang ada acara, panggung tersebut merupakan sekumpulan besi yang digunakan untuk memisahkan area rak buku dengan area baca di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Sedangkan apabila ada acara, besi-besi tadi dirakit sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah panggung mini yang cukup untuk menggelar acara yang tidak terlampau besar.

There is something different than new year eve celebration at 2018 than new year eve celebration at this time. Where in 2018 the new year eve celebration are held in GSG Pringgodani Wonopringgo Village while in 2019 are held on the outdoor of GSG Pringgodani of Wonopringgo Village. Where there is a mini stage that is prepared to perform performances performed by the performers of local artist in Pekalongan Regency. There is something unique with the stage provided, because the mini stage is a staging platform which is deliberately made as a multifunctional stage. That is, if there is no event, the stage is a group of iron used to separate the bookshelf area with the reading area in the Cerah Library of Wonopringgo Village. Whereas if there is an event, a group of iron are assembled in such a way as to form a mini stage that is sufficient to hold an event that is not too large.


Saat acara berlangsung, tetesan air hujan sedikit merubah susunan acara yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ada beberapa acara yang terpaksa dihilangkan agar acara kembali berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Diantaranya adalah peresmian gedung baru Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo yang pada akhirnya hanya dilakukan pengenalan secara lisan tentang gedung baru serta pelayanan baru yang ada di perpustakaan desa milik pemerintah Desa Wonopringgo tersebut. Apresiasi patut diberikan kepada masyarakat Desa Wonopringgo yang hadir dalam acara tersebut karena walaupun hujan turun, antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara yang berlangsung tersebut sampai akhir dengan antusiasme yang tetap tinggi.

When the event took place, raindrops slightly changed the arrangement of the programs that had been prepared in advance. There were a number of events that had to be removed so that the program went back according to a predetermined schedule. Among them were the inauguration of the new Cerah Village Library of Wonopringgo Village, which in the end only carried out a verbal introduction to new buildings and new services in the village library owned by the Wonopringgo Village government. Appreciation should be given to the people of Wonopringgo Village who were present at the event because even though it was raining, the enthusiasm of the community in participating in the event lasted until the end with high enthusiasm.


"The Countdown to 2019" dimulai sejak 31 Desember 2018 pukul 20.00 WIB dan berakhir pada keesokan harinya tanggal 1 Januari 2019 sekitar pukul 00.30 WIB. Ketika jam telah menunjukkan pukul 23.55 WIB pembawa acara yang pada malam hari itu dibawakan langsung oleh saudara Istiqomah langsung mengambil alih perannya dalam mengarahkan acara sesuai dengan alurnya. Selain itu, pembawa acara juga mulai menaikkan euforia serta adrenalin pengunjung dengan mengomando panitia untuk mematikan lampu disekitaran GSG Pringgodani. 10 detik menjelang momen pergantian tahun tiba, Istiqomah mulai mengagetkan dan menaikkan adrenalin pengunjung dengan hitungan mundurnya yang sangat menggelegar setengah berteriak, 10...9...8... hingga pada akhirnya menyebut angka 1... Kembang api yang disediakan panitia langsung menyala tepat pada hitungan terakhir yang dibacakan oleh pembawa acara. Dor...dor...dor...

"The Countdown to 2019" starts on December 31, 2018 at 20.00 WIB and ends the next day January 1, 2019 around 00.30 WIB. When the clock was shown at 23.55 WIB the host who was delivered by Istiqomah that night immediately took over his role in directing the program according to the plot. In addition, the host also began to increase euphoria and adrenaline of visitors by commanding the committee to turn off the lights around the GSG Pringgodani. 10 seconds before the turn of the year arrived, Istiqomah began to shock and raise the adrenaline of visitors with a very booming countdown half screaming, 10 ... 9 ... 8 ... to finally mention the number 1 ... Fireworks provided by the committee immediately lit right at the last count read by the host. Dor ... bro ... bang ...



Eouforia dan adrenalin masyarakat Desa Wonopringgo langsung memuncak ketika mendengar ledakan kembang api pertama yang disulut oleh panitia. Seketika berbagai pasang kepala yang beberapa menit sebelumnya tertuju pada pembawa acara langsung menengadahkan kepalanya ke atas untuk menikmati keindahan dan keserasian kembang api pilihan yang sedang menampakkan keelokannya. Tak lupa, smartphone para pengunjung juga langsung ditengadahkan ke atas untuk merekam keindahan pesta kembang api yang sedang berlangsung. Setelah Pesta kembang api tersebut berakhir yang berjarak kurang lebih sekitar 4 menit dari ledakan kembang api pertama, pembawa acara mengomando panitia untuk menyalakan sebagian lampu karena akan diadakan persiapan penerbangan lampion yang langsung diberi aba-aba oleh pembawa acara. Dengan komando yang ciamik, penerbangan lampion berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan. Saat penerbangan lampion dilaksanakan, iringan lagu dari grup musik baru bentukan Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo langsung mengiringi dengan tembang kenangan yang semakin menghangatkan suasana malam pergantian tahun baru tersebut. Btw, band baru ini belum memiliki nama panggung resmi. Mungkin ada pembaca yang bisa memberikan usul agar diberi nama apakah band baru ini?

Eouforia and adrenaline from the people of Wonopringgo village immediately peaked when they heard the first fireworks explosion sparked by the committee. Immediately various pairs of heads which a few minutes earlier were directed to the host immediately raised his head up to enjoy the beauty and harmony of the choice fireworks that were showing their beauty. Not to forget, the visitors' smartphones were also held up to record the beauty of the ongoing fireworks. After the fireworks ended, which was located approximately 4 minutes from the first fireworks explosion, the host instructed the committee to turn on some lights because there would be preparations for lantern flights that were immediately given the signal by the emcee. With good command, flight lanterns take place at almost the same time. When the lantern flight was carried out, the accompaniment of songs from the new music group formed by Cerah Village Library of Wonopringgo Village immediately accompanied with memorable songs that warmed the atmosphere of the new year's eve celebration . Btw, this new band doesn't have an official stage name yet. Maybe there is a reader who can give a suggestion to what name is this new band?



Itulah sedikit gambaran tentang perayaan pergantian tahun baru di Desa Wonopringgo yang sepenuhnya dirancang oleh warga Desa Wonopringgo tanpa melibatkan unsur lain diluar Desa Wonopringgo. Bagaimana perayaan pergantian tahun baru di desa mu? Atau para pembaca sekalian ada usul supaya acara perayaan pergantian tahun depan dilaksanakan seperti apa? Silahkan tinggalkan cerita pergantian malam tahun baru dan juga saran acara untuk pergantian tahun baru melalui kolom komentar yang telah disediakan di bawah. Atau ada sebagian pembaca yang ingin mengusulkan nama yang cocok untuk grup musik baru di Desa Wonopringgo silahkan sampaikan juga melalui kolom komentar.

That is a bit of a picture of the New Year's Eve celebration in Wonopringgo Village which was fully designed by the people of Wonopringgo Village without involving other elements outside Wonopringgo Village. How is your New Year's Eve celebration in your village? Or the readers all have suggestions that what will happen next year? Please leave the story of the turn of the New Year's Eve celebration and also the program suggestions for the new year eve celebration through the comments column provided below. Or there are some readers who want to propose a suitable name for a new music group in Wonopringgo Village, please submit it via the comments column.



Sampai jumpa di acara perayaan pergantian tahun baru selanjutnya!

See you at the next New Year's Eve celebration!

Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE


Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI 
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK 

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

0 komentar:

Post a Comment