Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat"

Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo

Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis

Pada tanggal 18 Agustus 2018 jam 19.30 WIB telah dilaksanakan Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis di Sekitar Area Desa Wonopringgo

Dua Prestasi Nasional di Boyong ke Desa Wonopringgo

Membanggakan!!! Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo berhasil meraih dua prestasi tingkat nasional

Pentas Puas Aroma

Pada tanggal 15 Februari 2018 telah diadakan suatu acara yang sangat menarik dengan tajuk "Pentas Puas" yang diselenggarakan oleh brand Rokok Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Pemerintah Desa Wonopringgo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H - Minal Aidzin Wal Fa Idzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Showing posts with label Artikel Desa. Show all posts
Showing posts with label Artikel Desa. Show all posts

Saturday, January 5, 2019

Pelantikan Sekretaris Desa dan Perangkat Desa Wonopringgo / Inauguration of Village Secretary and Devices of Wonopringgo Village


Akhirnya! Setelah menunggu 9 tahun lamanya, Desa Wonopringgo kembali memiliki Sekretaris Desa atau yang biasa dikenal masyarakat dengan sebutan Carik. Penantian panjang tersebut berakhir tepat pada tanggal 2 Januari 2019 di GSG Pringgodani Desa Wonopringgo. Sosok Carik yang baru merupakan pemuda asli Wonopringgo yang berhasil mengalahkan pemuda lainnya dalam seleksi yang telah dilaksanakan pada bulan lalu. Penasaran siapa sosok dibalik jabatan sekretaris desa yang baru? Mari simak melalui tulisan berikut ini...

Finally! After waiting 9 years, Wonopringgo Village again has a Village Secretary or commonly known by the community as Carik. The long wait ended on January 2, 2019 at GSG Pringgodani, Wonopringgo Village. The new Carik was a native of Wonopringgo who was managed to defeat another young man in the selection held last month. Curious about who is behind the position of the new village secretary? Let's look through the following article...



GSG Pringgodani merupakan saksi bisu terciptanya sejarah baru di Desa Wonopringgo. Karena gedung serbaguna yang pembiayaannya diperoleh dari Dana Desa ini menjadi tempat yang digunakan untuk melangsungkan acara yang sangat bersejarah bagi Desa Wonopringgo. Acara yang dimaksud adalah acara seperti sebagaimana yang telah tercantum dari judul tulisan ini, yaitu Pelantikan Sekretaris Desa dan Perangkat Desa Wonopringgo.

GSG Pringgodani  is a silent witness to the creation of new history in Wonopringgo Village. Because the multipurpose building whose funding was obtained from the Village Fund was the place used to hold a very historic event for Wonopringgo Village. The event in question is an event as stated in the title of this paper, namely the Inauguration of Village Secretaries and Official of Wonopringgo Village.



Tepat pukul 09.00 WIB beberapa tamu undangan telah memasuki GSG Pringgodani dengan melakukan proses administrasi di meja penerima tamu yang sudah disediakan. Namun, hingga pukul 10.30 acara belum kunjung dimulai karena banyak tamu undangan dan beberapa unsur yang berkepentingan belum hadir di tempat berlangsungnya acara. Acara mengalami keterlambatan karena ada hal-hal yang diluar rencana manusia. tepat pukul 10.45 keberlangsungan acara tersebut mulai menampakkan batang hidungnya.

Exactly at 09.00 WIB some invited guests had entered the GSG Pringgodani by carrying out the administrative process at the reception desk that was provided. However, until 10:30 the event had not yet begun because many invited guests and several important elements were not present at the venue. The event has been delayed because there are things that are beyond human plans. at exactly 10:45 the continuation of the event began to show his nose.


9 Tahun merupakan waktu yang tidak bisa dikatakan sebentar bagi sebuah desa mengimpi-impikan kembali memiliki Sekretaris Desa. Kekosongan tersebut sebelumnya diisi oleh Bawon Warjoyo yang menjabat sebagai plt. Sekretaris Desa Wonopringgo sejak tahun 2009. Jabatan kosong tersebut harus diisi karena merupakan amanat undang-undang yang mengharuskan untuk sesegera mungkin mengisi jabatan-jabatan yang kosong dalam roda pemerintahan desa, oleh karena itu dilakukan lah seleksi untuk pemilihan jabatan sebagai Sekretaris Desa yang baru.

9 Years is a time that cannot be said for a while for a village to dream of having a Village Secretary again. The vacancy was previously filled by Bawon Warjoyo who served as plt. The Secretary of the Village of Wonopringgo since 2009. This vacant position must be filled because it is a mandate of the law which requires that as soon as possible fill vacant positions within the wheels of village government. Therefore, selection is made for the selection of positions as the new Village Secretary.



Maendi Kustantityo merupakan sosok yang diberi kesempatan oleh Tuhan YME untuk mengemban jabatan yang memiliki peranan penting dalam roda pemerintahan Desa Wonopringgo kedepannya. Setelah acara pelantikan ini, mungkin nama Maendi yang merupakan sapaan akrab beliau akan mulai tergantikan dengan sebutan sebagai "Pak Carik". Pak Carik kelahiran Pekalongan pada tahun 1982 ini berhasil menjadi pucuk pimpinan dalam serangkaian proses seleksi yang telah dilaksanakan dengan mengalahkan 7 pendaftar lainnya.

Maendi Kustantityo is who was given the opportunity by Lord to assume a position that has an important role in the wheels of the future Wonopringgo Village government. After this inauguration, perhaps Maendi's name, which is his familiar greeting, will begin to be replaced as "Pak Carik". Mr. Carik, born in Pekalongan in 1982, managed to become the leader of a series of selection processes that have been carried out by defeating 7 other registrants.



Selain nama Maendi Kustantityo yang menjadi pemeran utama pada acara ini, tersebut juga nama lain yang menghiasi percaturan acara tersebut. Kesemua nama tersebut merupakan perangkat Desa Wonopringgo. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Ema Kusumastuti yang menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Keuangan.
Dwi Janarko menjabat sebagai Kaur Umum dan Perencanaan.
Agus Bekti sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kesra dan Pelayanan.
Heri Kurniawan sebagai Kaur Pemerintahan.
Bawon Warjoyo sebagai Kepala Dusun (Kadus) 1.
Hapri Sudibyo sebagai Kadus 2.

In addition to the name Maendi Kustantityo who was the main actor in this event, it was also another name that decorated the event. All of these names are the devices of Wonopringgo Village. Are as follows:
Ema Kusumastuti who served as Head of Financial Affairs.
Dwi Janarko served as General Affairs and Planning.
Agus Bekti as Head of Section (Kasi) Kesra and Services.
Heri Kurniawan as Head of Government.
Bawon Warjoyo as Hamlet Head (Kadus) 1.
Hapri Sudibyo as Kadus 2.




Acara berlangsung sangat khidmat, terlebih saat pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Slamet Haryanto selaku Kepala Desa Wonppringgo yang kemudian diikuti oleh nama-nema terlampir yang akan dilantik sebagai perangkat desa di Desa Wonopringgo. Selain itu, disaksikan pula oleh panitia pelaksana tingkat kecamatan, rohaniawan, saksi-saksi, Perwakilan dari Polsek Wonopringgo, Perwakilan dari Koramil 407, tokoh masyarakat, tokoh agama serta segenap tamu undagan dari unsur RT dan RW serta undangan lain yang tidak bisa disebutkan satu-satu.

The event took place very solemnly, especially when the oath was led by Slamet Haryanto as the Village Head of Wonppringgo which was then followed by the names of the attached ones which would be appointed as village officials in Wonopringgo Village. In addition, also witnessed by the subdistrict level executive committee, clergy, witnesses, Representatives from Wonopringgo Sub-District Police, Representatives from Koramil 407, community leaders, religious leaders and all undagan guests from the RT and RW elements and other invitations who could not mentioned one by one.



Acara berlangsung singkat, setelah pengambilan sumpah di atas kitab suci Al-Qur'an (Karena semua yang akan dilantik dan diambil sumpahnya beragama muslim) dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara yang dilakukan oleh perangkat desa yang akan dilantik, rohaniawan, para saksi dan terakhir oleh Kepala Desa Wonopringgo. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Slamet Haryanto selaku Kepala Desa Wonopringgo. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa "Mulai hari ini Desa Wonopringgo sudah memiliki Sektretaris Desa" yang kemudian disambut tepuk tangan dari para hadirin yang menghadiri acara tersebut. Selain itu beliau juga menitipkan pesan kepada Carik baru "Supaya dapat bergabung dengan teman-teman perangkat lainnya. Jangan malu dan jangan gengsi untuk bertanya kepada perangkat desa yang lebih senior. Kepada masyarakat desa juga mohon pengertiannya karena sekretaris desanya masih baru. Selain itu harapannya agar pemerintahan Desa Wonopringgo semakin solid dengan adanya amunisi baru sehingga akan membawa manfaat bagi masyarakat".

The event was brief, after taking an oath on the Holy Qur'an (because all those who will be sworn in and taken their oath are Muslim) followed by the signing of the minutes carried out by the village officials who will be appointed, clergy, witnesses and finally by the Chief Wonopringgo Village. After that, the event continued with remarks delivered by Slamet Haryanto as the Head of Wonopringgo Village. In his remarks, he said that "From today Wonopringgo Village already has a Village Secretary" which was then applauded from the attendees who attended the event. In addition, he also sent a message to the new Carik "To be able to join with other friends. Don't be ashamed and don't be proud to ask more village officials. The village community also begs for understanding because the village secretary is new. Wonopringgo's village administration is getting more solid with new ammunition that will bring benefits to the community ".



Setelah serangkaian acara pelatikan tersebut dilaksanakan, acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh tokoh agama dan kemudian ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari Pemerintah Desa Wonopringgo kepada ketua RT dan ketua RW yang telah menjabat pada periode sebelumnya. Acara diakhiri dengan dilaksanakannya foto bersama serta ucapan selamat dari para undangan yang hadir kepada seluruh perangkat Desa Wonopringgo yang baru saja dilantik. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan hiburan dari band baru yang terbentuk dari Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo.


After a series of events were held, the event ended with a prayer reading by religious leaders and then closed by giving a memento from the Government of Wonopringgo Village to the RT head and RW chairman who had served in the previous period. The event ended with a joint photo and congratulations from the invitees who attended all the Wonopringgo Village officials who had just been appointed. After that, the program continued with entertainment from a new band formed from the Cerah Village Library of Wonopringgo Village.



Selamat bertugas Pak Carik baru 😀
Congratulations on the duty of the new Carik 😀

Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI (sedang dalam proses)
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK (in process)

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Thursday, January 3, 2019

Perayaan Pergantian Tahun Baru di Desa Wonopringgo / New Year's Eve Celebration in Wonopringgo Village


Ada yang berbeda dengan perayaan pergantian tahun baru di Desa Wonopringgo kali ini. Mengusung tema "The Countdown to 2019", yang berarti hitung mundur ke 2019. Serangkaian acara yang diadakan merupakan acara yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Penasaran seperti apa keseruan acara tersebut berlangsung? Sedikit bocoran, ada persembahan grup musik baru yang keseluruhnya beranggotakan masyarakat Desa Wonopringgo. Untuk keseruan lebih lengkapnya, mari simak melalui tulisan berikut ini...

There is something different from the New Year's Eve celebration in Wonopringgo Village at this time. The theme is "The Countdown to 2019", which means a countdown to 2019. A series of events that have never been held before. What is the excitement of the event held? A little leak, there is a new music group offering which are members from Wonopringgo Village. For more info, let's look through the following article ...



Acara pergantian tahun baru ini diinisiasi oleh Pemerintah Desa Wonopringgo yang berkolaborasi dengan sekelompok pemuda Desa Wonopringgo. Acara tersebut sengaja dilaksanakan dengan tujuan supaya pemuda-pemudi dan masyarakat Desa Wonopringgo tidak merayakan pergantian malam tahun baru ke luar area desa. Seperti kita ketahui, zaman sekarang pergaulan muda-mudi tidak dapat dikendalikan, akan menjadi sangat berbahaya ketika sekelompok muda-mudi menghadiri malam pergantian tahun ke lokasi yang sulit dijangkau oleh orang tua atau pun kerabatnya. Terlebih dilakukan hingga larut menjelang atau bahkan hingga dini hari tiba. Selain itu, acara tersebut dilaksanakan supaya masyarakat Desa Wonopringgo tidak terjebak kemacetan di simpul-simpul kemacetan yang akan membuat jalanan menjadi semakin macet. Oleh karena hal tersebut, Pemerintah Desa Wonopringgo dan sekelompok pemuda desa menginisiasi sebuah kegiatan supaya menghindari kemungkinan hal-hal negatif yang akan timbul dengan adanya situasi di atas dengan mengadakan acara pergantian tahun di area Desa Wonopringgo.

This new year's eve celebration was initiated by the Wonopringgo Village Government in collaboration with a group of young people from Wonopringgo Village. The event was intentionally carried out with the aim that the young people and the people of Wonopringgo Village did not celebrate the turn of the New Year's Eve celebration  outside the village area. As we know, today the association of young people cannot be controlled, it will be very dangerous when a group of young people attend new year's eve night celebration  to a location that is difficult for parents or relatives to reach. Moreover, it is done until late at night or even until early morning arrives. In addition, the event was held so that the people of Wonopringgo Village would not be stuck in traffic jams that would make the streets more congested. Because of this, the Wonopringgo Village Government and a group of village youth initiated an activity to avoid the possibility of negative things that would arise with the situation above by holding this new year's eve celebration in the Wonopringgo Village area.



Acara pertama kali dibuka oleh penampilan grup band Lintar dkk yang menawarkan diri langsung kepada panitia pelaksana untuk menjadi salah satu pengisi acara. Setelah itu, dilanjutkan dengan Sinema Rakjat yang memutarkan film The Nun. Setelah film selesai, dilanjutkan dengan penampilan dari Wakil 1 Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2018 yang membawakan sekitar 5 lagu. Dilanjut dengan peresmian gedung baru Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo dan Penampilan spesial dari grup musik baru bentukan Desa Wonopringgo melalui Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo serta ditutup dengan pesta kembang api disusul penerbangan lampion.

The event was first opened by the appearance of the band Lintar and friends who offered themselves directly to the organizing committee to become one of the performers. After that, it continued with the "Sinema Rakjat" taht playing the film The Nun. After the film was finished, it was followed by the appearance of the Deputy 1 of Tourism Ambassador of Pekalongan Regency at 2018 which brought about 5 songs. Continued with the inauguration of the new building of Cerah Village Library of Wonopringgo Village and a special appearance from the new music group formed by Wonopringgo Village through the Cerah Village Library of Wonopringgo Village and closed with fireworks followed by lantern flights.



Ada yang berbeda dibanding perayaan pergantian tahun 2018 dibanding 2019 kali ini. Dimana pada tahun 2018 acara pergantian tahun baru dilaksanakan di dalam GSG Pringgodani Desa Wonopringgo sedangkan perayaan pergantian tahun 2019 ini dilaksanakan di halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo. Dimana ada panggung mini yang disiapkan untuk melakukan pertunjukan yang dilakukan oleh para seniman lokal di Kabupaten Pekalongan. Ada yang unik dengan panggung yang disediakan, karena panggung mini tersebut adalah panggung bongkar-pasang yang sengaja dibuat sebagai panggung multifungsi. Maksudnya, apabila tidak sedang ada acara, panggung tersebut merupakan sekumpulan besi yang digunakan untuk memisahkan area rak buku dengan area baca di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Sedangkan apabila ada acara, besi-besi tadi dirakit sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah panggung mini yang cukup untuk menggelar acara yang tidak terlampau besar.

There is something different than new year eve celebration at 2018 than new year eve celebration at this time. Where in 2018 the new year eve celebration are held in GSG Pringgodani Wonopringgo Village while in 2019 are held on the outdoor of GSG Pringgodani of Wonopringgo Village. Where there is a mini stage that is prepared to perform performances performed by the performers of local artist in Pekalongan Regency. There is something unique with the stage provided, because the mini stage is a staging platform which is deliberately made as a multifunctional stage. That is, if there is no event, the stage is a group of iron used to separate the bookshelf area with the reading area in the Cerah Library of Wonopringgo Village. Whereas if there is an event, a group of iron are assembled in such a way as to form a mini stage that is sufficient to hold an event that is not too large.


Saat acara berlangsung, tetesan air hujan sedikit merubah susunan acara yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ada beberapa acara yang terpaksa dihilangkan agar acara kembali berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Diantaranya adalah peresmian gedung baru Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo yang pada akhirnya hanya dilakukan pengenalan secara lisan tentang gedung baru serta pelayanan baru yang ada di perpustakaan desa milik pemerintah Desa Wonopringgo tersebut. Apresiasi patut diberikan kepada masyarakat Desa Wonopringgo yang hadir dalam acara tersebut karena walaupun hujan turun, antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara yang berlangsung tersebut sampai akhir dengan antusiasme yang tetap tinggi.

When the event took place, raindrops slightly changed the arrangement of the programs that had been prepared in advance. There were a number of events that had to be removed so that the program went back according to a predetermined schedule. Among them were the inauguration of the new Cerah Village Library of Wonopringgo Village, which in the end only carried out a verbal introduction to new buildings and new services in the village library owned by the Wonopringgo Village government. Appreciation should be given to the people of Wonopringgo Village who were present at the event because even though it was raining, the enthusiasm of the community in participating in the event lasted until the end with high enthusiasm.


"The Countdown to 2019" dimulai sejak 31 Desember 2018 pukul 20.00 WIB dan berakhir pada keesokan harinya tanggal 1 Januari 2019 sekitar pukul 00.30 WIB. Ketika jam telah menunjukkan pukul 23.55 WIB pembawa acara yang pada malam hari itu dibawakan langsung oleh saudara Istiqomah langsung mengambil alih perannya dalam mengarahkan acara sesuai dengan alurnya. Selain itu, pembawa acara juga mulai menaikkan euforia serta adrenalin pengunjung dengan mengomando panitia untuk mematikan lampu disekitaran GSG Pringgodani. 10 detik menjelang momen pergantian tahun tiba, Istiqomah mulai mengagetkan dan menaikkan adrenalin pengunjung dengan hitungan mundurnya yang sangat menggelegar setengah berteriak, 10...9...8... hingga pada akhirnya menyebut angka 1... Kembang api yang disediakan panitia langsung menyala tepat pada hitungan terakhir yang dibacakan oleh pembawa acara. Dor...dor...dor...

"The Countdown to 2019" starts on December 31, 2018 at 20.00 WIB and ends the next day January 1, 2019 around 00.30 WIB. When the clock was shown at 23.55 WIB the host who was delivered by Istiqomah that night immediately took over his role in directing the program according to the plot. In addition, the host also began to increase euphoria and adrenaline of visitors by commanding the committee to turn off the lights around the GSG Pringgodani. 10 seconds before the turn of the year arrived, Istiqomah began to shock and raise the adrenaline of visitors with a very booming countdown half screaming, 10 ... 9 ... 8 ... to finally mention the number 1 ... Fireworks provided by the committee immediately lit right at the last count read by the host. Dor ... bro ... bang ...



Eouforia dan adrenalin masyarakat Desa Wonopringgo langsung memuncak ketika mendengar ledakan kembang api pertama yang disulut oleh panitia. Seketika berbagai pasang kepala yang beberapa menit sebelumnya tertuju pada pembawa acara langsung menengadahkan kepalanya ke atas untuk menikmati keindahan dan keserasian kembang api pilihan yang sedang menampakkan keelokannya. Tak lupa, smartphone para pengunjung juga langsung ditengadahkan ke atas untuk merekam keindahan pesta kembang api yang sedang berlangsung. Setelah Pesta kembang api tersebut berakhir yang berjarak kurang lebih sekitar 4 menit dari ledakan kembang api pertama, pembawa acara mengomando panitia untuk menyalakan sebagian lampu karena akan diadakan persiapan penerbangan lampion yang langsung diberi aba-aba oleh pembawa acara. Dengan komando yang ciamik, penerbangan lampion berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan. Saat penerbangan lampion dilaksanakan, iringan lagu dari grup musik baru bentukan Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo langsung mengiringi dengan tembang kenangan yang semakin menghangatkan suasana malam pergantian tahun baru tersebut. Btw, band baru ini belum memiliki nama panggung resmi. Mungkin ada pembaca yang bisa memberikan usul agar diberi nama apakah band baru ini?

Eouforia and adrenaline from the people of Wonopringgo village immediately peaked when they heard the first fireworks explosion sparked by the committee. Immediately various pairs of heads which a few minutes earlier were directed to the host immediately raised his head up to enjoy the beauty and harmony of the choice fireworks that were showing their beauty. Not to forget, the visitors' smartphones were also held up to record the beauty of the ongoing fireworks. After the fireworks ended, which was located approximately 4 minutes from the first fireworks explosion, the host instructed the committee to turn on some lights because there would be preparations for lantern flights that were immediately given the signal by the emcee. With good command, flight lanterns take place at almost the same time. When the lantern flight was carried out, the accompaniment of songs from the new music group formed by Cerah Village Library of Wonopringgo Village immediately accompanied with memorable songs that warmed the atmosphere of the new year's eve celebration . Btw, this new band doesn't have an official stage name yet. Maybe there is a reader who can give a suggestion to what name is this new band?



Itulah sedikit gambaran tentang perayaan pergantian tahun baru di Desa Wonopringgo yang sepenuhnya dirancang oleh warga Desa Wonopringgo tanpa melibatkan unsur lain diluar Desa Wonopringgo. Bagaimana perayaan pergantian tahun baru di desa mu? Atau para pembaca sekalian ada usul supaya acara perayaan pergantian tahun depan dilaksanakan seperti apa? Silahkan tinggalkan cerita pergantian malam tahun baru dan juga saran acara untuk pergantian tahun baru melalui kolom komentar yang telah disediakan di bawah. Atau ada sebagian pembaca yang ingin mengusulkan nama yang cocok untuk grup musik baru di Desa Wonopringgo silahkan sampaikan juga melalui kolom komentar.

That is a bit of a picture of the New Year's Eve celebration in Wonopringgo Village which was fully designed by the people of Wonopringgo Village without involving other elements outside Wonopringgo Village. How is your New Year's Eve celebration in your village? Or the readers all have suggestions that what will happen next year? Please leave the story of the turn of the New Year's Eve celebration and also the program suggestions for the new year eve celebration through the comments column provided below. Or there are some readers who want to propose a suitable name for a new music group in Wonopringgo Village, please submit it via the comments column.



Sampai jumpa di acara perayaan pergantian tahun baru selanjutnya!

See you at the next New Year's Eve celebration!

Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE


Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI 
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK 

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Sunday, September 2, 2018

Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat" Desa Wonopringgo




Wonopringgo, Pekalongan – Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu, 25 Juli 2018. Ritual ini rutin dilakukan warga Wonopringgo setiap kalender Jawa menunjukkan tanggal 12 sebagai wujud pelestarian budaya turun temurun. Adapun pembersihan sumur keramat bertujuan untuk menjaga kelestarian sumur peninggalan leluhur serta sebagai wujud rasa hormat dan terima kasih kepada para leluhur atas jasanya membangun Desa Wonopringgo.

Tuesday, July 3, 2018

Pentas Puas Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo / "Pentas Puas Aroma" in outdoor of GSG Pringgodani Wonopringgo Village


Pada tanggal 15 Februari 2018 telah diadakan suatu acara yang sangat menarik dengan tajuk "Pentas Puas" yang diselenggarakan oleh brand Rokok Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Acara tersebut diselenggarakan berkat kerjasama antara Brand Aroma dengan Pemerintah Desa Wonopringgo serta Karang Taruna Pringgodani Desa Wonopringgo. Dalam acara tersebut ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya adalah Festival Jajan Pasar, Fun Game serta hiburan rakyat. Lalu bagaimana keseruan acara tersebut berlangsung? Mari kita simak bersama-sama melalui uraian berikut ini...

Thursday, June 14, 2018

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H / HAPPY EID MUBARAK 1439 H


Pemerintah Desa Wonopringgo Mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H" - Minal 'Aidzin Wal Fa Idzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Thursday, June 7, 2018

Mulai Bulan Juni, di Desa Wonopringgo Bisa Internetan Gratis Sepuasnya / Starting in June, in Wonopringgo Village you Can Access Free Internet Service as much as you Want



Mulai bulan Juni tahun 2018, Perpustakaan CERAH Desa Wonopringgo meluncurkan program baru yaitu "Internetan Gratis Sepuasnya di Perpustakaan". Jadi, siapapun yang berkunjung ke Perpusdes Cerah bisa menikmati layanan internet gratis sepuasnya tanpa dipungut biaya apapun. Layanan ini diluncurkan untuk meningkatkan akses internet warga desa yang bisa di catat datanya secara langsung. Selain itu, juga untuk memasyarakatkan penggunaan internet kepada masyarakat. Agar internet bisa dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat desa. Lalu, apa aja syaratnya untuk menikmati layanan Internet Gratis di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo ini?

Starting in June of 2018, "CERAH" Library of Wonopringgo Village launched a new program called "Free Free Internet in the Library". So, anyone visiting Cerah Library  can enjoy free internet service as much as possible without any charge. This service is launched to increase internet access of villagers who can be recorded data directly. In addition, also to socialize the use of Internet to the public. In order for the internet can be enjoyed by all villagers. Then, what are the conditions to enjoy Free Internet service in Cerah Library of Wonopringgo Village?

Layanan ini terjalin antara kerjasama dari berbagai pihak. Diantaranya adalah Perpusdes Cerah, Pemerintah Desa Wonopringgo, BUMDes Pringgodani, Perpuseru by Coca-Cola Foundation serta aplikasi Kunang-Kunang. Khusus untuk dua pihak yang disebutkan terakhir, yaitu Perpuseru by Coca-Cola Foundation dan aplikasi Kunang-Kunang adalah pihak-pihak yang berhasil menjalin kerjasama dengan Pemerintah Desa Wonopringgo melalui Perpusdes Cerah yang akan menyediakan perangkat komputer lengkap serta aplikasi khusus yang disebut Kunang-Kunang.

This service is established between the cooperation of various parties. Among them are Cerah Library, Wonopringgo Village Government, "Pringgodani" Business Entity Village, Perpuseru by Coca-Cola Foundation and Kunang-Kunang application. Especially for the last two parties, namely Perpuseru by Coca-Cola Foundation and Kunang-Kunang application are two parties who successfully established cooperation with the Government of Wonopringgo Village through Cerah Library which will provide complete computer and special application called Kunang-Kunang.


Aplikasi Kunang-Kunang tersebut memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah dapat menangkat situs-situs yang masuk dalam kategori berbahaya dan seharusnya tidak boleh untuk diakses anak dibawah umur, atau mungkin tidak boleh diakses oleh orang dewasa juga. Seperti situs pornografi, judi online, situs berbau radikal dan situs-situs negatif lainnya. Jadi, dengan adanya aplikasi Kunang-Kunang yang telah ada di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo, para orang tua tidak perlu khawatir kalau anaknya mulai mengakses internet. Karena ada admin khusus yang akan memantau lalulintas internet di Desa Wonopringgo yang melalui jaringan Internet Desa (Saat ini baru bisa diakses di Perpusdes Cerah) melalui catatan laporan yang diperoleh dari aplikasi Kunang-Kunang. Sehingga situs-situs yang berbau negatif dapat ditangkal dan diblokir sedini mungkin agar tidak dapat diakses melalui jaringan internet yang disediakan oleh Pemerintah Desa Wonopringgo.

The application of Kunang-Kunang has several advantages such as being able to remove sites that fall into dangerous categories and should not be accessible to minors, or may not be accessible to adults as well. Such as pornographic sites, online gambling, radical sites and other negative sites. So, with the application of Kunang-Kunang that already exist in Cerah Library of Wonopringgo Village, parents do not have to worry if their children start to access the internet. Because there is a special admin that will monitor internet traffic in Wonopringgo Village through the Village Internet network (Currently only accessible in Perpusdes Cerah) through report notes obtained from Kunang-Kunang application. So that the sites that smell negative can be denied and blocked as early as possible so that can not be accessed through internet network provided by Government of Wonopringgo Village.


Layanan internet gratis ini dapat diakses melalui tiga perangkat komputer yang disediakan GRATIS pula oleh Perpusdes Cerah atau bisa juga diakses melalui perangkat pribadi yang dimiliki oleh pengunjung. Kedepannya, menurut rencana (Apabila tidak ada kendala software) layanan internet sehat yang ada di Perpusdes Cerah akan diperluas jangkauannya ke seluruh titik hotspot milik Pemerintah Desa Wonopringgo. Jadi, diharapkan nantinya segala aktivitas dunia maya yang ada di Desa Wonopringgo dapat dikendalikan ke arah yang aman bagi segala usia. Tentunya, hal ini merupakan berita yang baik bagi para orang tua, karena anak-anaknya melakukan dan mengakses melalui jaringan internet sehat milik Pemerintah Desa Wonopringgo.

This free internet service can be accessed through three computer devices provided FREE also by Cerah Library or can also be accessed through personal device owned by the visitor. In the future, according to the plan (If there is no constraint software) healthy internet service in the Perpusdes Cerah will be extended to all hotspots own by Government of Wonopringgo Village . So, it is expected that all cyberspace activities in Wonopringgo Village can be controlled in a safe direction for all ages. Of course, this is good news for parents, because their children do and access through the healthy internet network owned by Government of Wonopringgo Village.


Syarat untuk melakukan akses internet gratis di Perpusdes Cerah hanya dengan memiliki kartu anggota Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Biaya untuk meenjadi anggota sekaligus memiliki kartu anggota adalah nol rupiah alias tidak dipungut biaya apapun alias GRATIS. Mau internetan gratis? Tinggal ke Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Belum jadi anggota? Tinggal daftar melalui tautan INI (Link aktif, tinggal klik jika ingin melakukan pendaftaran). Panduan lengkap proses pendaftaran juga bisa dilihat melalui tutan tadi.

Requirement to perform free internet access in Perpusdes Cerah only by having a member card from Cerah Library of Wonopringgo Village. The cost to be a member at the same time has a member card is zero rupiah namely free of charge namely FREE. Want free internet service? Come to Perpusdes Cerah Wonopringgo Village. Not yet a member? Live list via THIS LINK (Active Link, live click if you want to register). Complete guidance of the registration process can also be seen through the above.


Jadi, masih tunggu apa lagi? Ayo manfaatkan fasilitas internet gratis tersebut 😁😁😁😁
So, what are you waiting for? Let's take advantage of this free internet facility 😁😁😁😁

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Monday, May 28, 2018

Pionir Website Desa Bilingual (Dwi Bahasa) di Indonesia / Pioneer of Bilingual Village Website in Indonesia



Website desa dwi bahasa (Jamak disebut sebagai bilingual) merupakan suatu bentuk terobosan yang telah dilaksanakan oleh Desa Wonopringgo melalui portal desawonopringgo.comBilingualisasi website desawonopringgo.com sudah dimulai sejak bulan Juli 2017 dan masih terus berjalan hingga sekarang. Pembuatan website desa bilingual tersebut dimaksudkan untuk lebih menginternasionalkan Desa Wonopringgo dimata masyarakat dunia, diluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya kunjungan dari luar wilayah Indonesia yang mencapai angka lebih dari 5000 (Lima Ribu) kunjungan setiap tahunnya. Lima besar negara asing yang melakukan kunjungan ke website desawonopringgo.com berturut-turut dimulai dari Amerika Serikat, Ukraina, Israel, Perancis dan Tiongkok. Selain kelima negara tersebut, masih banyak negara asing lain yang juga pernah berkunjung ke website Desa Wonopringgo diantaranya adalah Rusia, India, Belanda, Rumania dan lain sebagainya. Kami sadar, angka tersebut masih sangatlah kecil. Namun, kalau bukan sekarang, kapan lagi?

The bilingual village website is a breakthrough that has been implemented by Wonopringgo Village  through the website of desawonopringgo.com. The bilingual process on website of desawonopringgo.com has been started since July 2017 and it still running until now. Workmanship of bilingual village website is intended to further internationalize Wonopringgo Village in the eyes of the world community, outside the territory of the Unitary State Republic of Indonesia. This is evidenced by the number of visitors from outside of Indonesia which reached more than 5000 (Five Thousand) visits each year. The top five foreign countries visiting website of desawonopringgo.com start from the United States, Ukraine, Israel, France and China. In addition to these five countries, there are many other foreign countries who have also visited the website of Wonopringgo Village including Russia, India, Netherlands, Romania and others. We realize that the figure is still very small. But if not now, when again?

Tidak Terdeteksi Adanya Website Desa Bilingual Pada Mesin Pencari Google / Undetected Bilingual Village Website on Google Search Engine 
Pembuatan website desa bilingual ini sepenuhnya dikerjakan oleh talenta-talenta muda Desa Wonopringgo yang sebagian besar tergabung dalam kepengurusan Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo, Karangtaruna Pringgodani Desa Wonopringgo dan beberapa tergabung dalam Sanggar Barongsai Bamboe Idjo Desa Wonopringgo. Mungkin pengalihan bahasa dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris yang ada di website Desa Wonopringgo masih sangat jauh dari kata bagus. Karena memang keterbatasan yang dimiliki oleh talenta muda yang ada di desa kami. Pada dasarnya, tidak ada barang seorang pun talenta muda Desa Wonopringgo yang sangat fasih dalam berbahasa Inggris. Namun, bukan menjadi suatu halangan bagi kami untuk terus berusaha menyajikan konten bilingual di desawonopringgo.com

The making of this bilingual village website is fully done by the young talents of Wonopringgo Village which mostly joined in to management of Village Library  "Cerah" Wonopringgo Village, Karangtaruna Pringgodani of Wonopringgo Village  and some joined in Barongsai Bamboe Idjo of Wonopringgo Village. Perhaps the translation from Bahasa Indonesia to English in the website of Wonopringgo Village is still very far from good way. Because of the limitations possessed by young talents in our village. Basically, there is no one of young talent in Wonopringgo Village that is very fluent in English. However, it is not an obstacle for us to keep trying to present bilingual content at desawonopringgo.com

Setelah Tulisan Ini Keluar, Mulai Terdeteksi Adanya Website Desa Bilingual Pada Mesin Pencari Google / After This Article Published. Detecting Bilingual Village Website on Google Search Engines
Berkat adanya Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo yang bermitra dengan Perpuseru, Coca-cola Foundation serta Bill & Mellinda Gates Foundation menjadikan pengerjaan website bilingual ini dapat terus dikerjakan hingga saat ini. Pasalnya, di dalam perpustakaan desa tersebut, telah tersedia 3 (Tiga) perangkat komputer lengkap beserta akses internet gratis yang semakin memudahkan pengerjaan website desa bilingual tersebut. Berkat kemajuan zaman, kelemahan yang telah kami sampaikan pada paragraf sebelumnya dapat dikurangi dengan adanya fasilitas luar biasa yang disediakan oleh Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo. Sehingga, talenta muda kami dapat menggunakan internet sebagai alat bantu untuk menerjemahkan kata dalam Bahasa Indonesia menjadi kata-kata yang kemudian membentuk kalimat dalam Bahasa Inggris.

Thanks to being Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village who are partnering with Perpuseru, Coca-cola Foundation and Bill & Mellinda Gates Foundation, this bilingual website can continue until now. The reason is, in the village library, has available 3 (Three) complete computer device along with free internet access which makes it easier for production of the bilingual village website. Because to the progress of the times, the weaknesses that we have, that we describe in the previous paragraph can be reduced by the extraordinary facilities provided by Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village. Thus, our young talents can use the internet as a tool to translate words from Indonesian into words that then form a sentence in English.


Perlahan-lahan, kami akan terus memperbaiki penggunaan kosa kata asing yang akan terus kami terapkan pada desawonopringgo.com. Agar website desa bilingual pertama di Indonesia ini dapat terus berjalan dalam koridor website desa bilingual yang akan semakin baik kedepannya. Kami sadar betul apa yang sedang kami kerjakan ini masih sangat jauh dari kata baik. Namun, apa salahnya mencoba? Toh orang asing tersebut tentu akan sangat memahami betul kekurangan kami dalam menggunakan bahasa asing bukan? Coba bayangkan, apabila ada banyak website desa bilingual di wilayah Indonesia ini. Akan banyak negara asing di luar sana yang dengan mudahnya memperoleh hal-hal menarik yang bisa disajikan pada website desa tanpa perlu melakukan proses translasi dahulu bukan? Jika demikian, setidaknya akan sedikit mematahkan paradigma yang mengatakan bahwa masyarakat desa adalah masyarakat ndeso yang ketinggalan zaman bukan?

Slowly, we will continue to improve the use of foreign vocabulary that we will continue to apply in desawonopringgo.com. In order for the first bilingual village website in Indonesia it can continue to run in the bilingual village website corridor which will be better in the future. We are well aware what we are doing is still very far from good way. However, what's wrong with trying? After all, the foreigner will surely really understand our shortcomings in using a foreign language is not it? Just imagine it, if there are many bilingual village websites in Indonesia. There will be many foreign countries out there who can easily find interesting things that can be presented on the village website without process any translation again, right? If so, at least it will slightly break the paradigm that says the village community is an outmoded society of "ndeso" is not it?

Jadi, sudah siap merubah website desa biasa menjadi website desa bilingual kawan? Sudah siap mematahkan paradigma negatif tentang masyarakat desa kawan?

So, are you ready to change the ordinary village website into a bilingual village website? Ready to break the negative paradigm about village community?

Dengan ini kami mengukuhkan diri sebagai Pionir Website Desa Bilingual di Indonesia. Pasalnya, ketika kami melakukan pencarian melalui google, belum ada website desa yang benar-benar menyisipkan bahasa asing dalam setiap postingan yang dibuat. Sebenarnya sudah ada desa yang mengklaim melakukan hal tersebut, namun ketika kami melakukan penelusuran secara langsung pada website desa yang telah disebutkan tersebut, nyatanya hal tersebut tidak benar-benar dilakukan dan diterapkan. Jadi, Pionir Website Desa Bilingual di Indonesia adalah website milik Desa Wonopringgo pada portal desawonopringgo.com

We hereby establish ourselves as Pioneers of Bilingual Village Website in Indonesia. Because, when we searching through google, there is no village website that actually insert a foreign language in every post made. There are already villages that claim to do so, but when we searching directly on the mentioned village website, in fact it is not really done and implemented. So, Pioneer of Bilingual Village Website in Indonesia is website owned by Wonopringgo Village at desawonopringgo.com



Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Tuesday, May 15, 2018

Transparansi Anggaran Desa Tahun 2018 dan Realisasi Anggaran Tahun 2017 serta Laporan Lainnya / Budget Transparency on 2018 and Budget Realization on 2017 and Other Report

Untuk tahun ini, Desa Wonopringgo memperoleh pendapatan sejumlah Rp1.493.557.751 yang diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp181.650.000, Dana Desa (DD) sebesar Rp729.469.000, Bagi Hasil Pajak & Retribusi (BHPR) sebesar Rp25.135.851, Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp302.302.900 serta Bantuan Keuangan Provinsi sebesar Rp255.000.000 Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat melalui gambar infografis dibawah ini:

For this year, Wonopringgo Village earns total of IDR1,493,557,751 earned from Local Revenue (PAD) of IDR181,650,000, Village Fund (DD) amounting to IDR729,469,000, Tax & Revenue Sharing (BHPR) of IDR25,135,851 , Village Fund Allocation (ADD) amounting to IDR302.302.900 and Provincial Financial Aid IDR255.000.000 For more details please see through the infographic picture below:
Klik Untuk Memperbesar / Click To Zoom In
Selain melalui gambar atau tautan di atas, APBDes Desa Wonopringgo Tahun Anggaran 2018 dapat juga dilihat melalui halaman utama desawonopringgo.com pada bagian sebelah kiri layar. Sementara itu, untuk Rencana Penggunaan Anggaran Dana Desa (RPD) Tahun Anggaran 2018 yang merupakan rincian dari infografis APBDes 2018, dapat dilihat melalui tautan berikut:

In addition through the image or link above, APBDes Desa Wonopringgo Fiscal Year 2018 can also be viewed through the main page of desawonopringgo.com on the left side of the screen. In the meantime, for the Budgetary Usage Plan (RPD) of Fiscal Year 2018, which is a breakdown of the inflation of APBDes 2018, can be seen through the following links:

Klik Untuk Uraian Lebih Rinci / Click For Detailed Description 
Untuk laporan realisasi pelaksanaan APBDes Desa Wonopringgo Tahun Anggaran 2017, yaitu proses atau hasil yang sudah dicapai pada Anggaran Tahun 2017 atau Laporan Penggunaan Dana Desa tahun Anggaran 2017 dapat disaksikan secara rinci melalui tautan berikut:

For the report on the realization of APBDes Wonopringgo Village on 2017, that is the process or the results achieved in the 2017 Budget or Village Fund Usage Report can be witnessed in detail through the following link:

Klik Untuk Uraian Lebih Rinci / Click For Detailed Description
Selain melalui tautan di atas, laporan realisasi pelaksanaan APBDes Desa Wonopringgo Tahun Anggaran 2017 dapat disaksikan melalui halaman utama desawonopringgo.com pada tab "Laporan Desa" Lalu pilih tab "Tahun 2017" yang akan tersedia sepanjang waktu. Untuk mendukung laporan tersebut di atas, Desa Wonopringgo telah membuat video Laporan Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2017 yang bisa disaksikan melalui tautan di bawah ini atau melalui Channel Youtube Desa Wonopringgo atau melalui halaman utama desawonopringgo.com pada bagian sebelah kiri layar.

In addition to the above link, the realization report of the implementation of APBDes Wonopringgo Village Fiscal Year 2017 can be watched through the main page of desawonopringgo.com on the tab "Laporan Desa" Then select the tab "Tahun 2017" which will be available all the time. In support of that report, Wonopringgo Village has made a video of the Village Fund Usage Reports of Fiscal Year 2017 that can be watched through the links below or through the Youtube Channel of Wonopringgo Village or through the main page of desawonopringgo.com on the left side of the screen.



Sementara itu, untuk Laporan Rukun Kematian Tahun 2017 dan Tahun 2018 dapat disaksikan secara rinci melalui tautan berikut:

Klik Untuk Uraian Lebih Rinci / Click For Detailed Description
Selain melalui tautan di atas, Laporan Rukun Kematian Tahun 2017 dan Tahun 2018 dapat pula disaksikan melalui halaman utama desawonopringgo.com pada tab "Laporan Desa" Lalu pilih tab "Tahun 2018" yang akan tersedia sepanjang waktu.

In addition to the above link, "Laporan Rukun Kematian" 2017 and 2018 can also be watched through the main page of desawonopringgo.com on the tab of "Laporan Desa" then select the tab of "Tahun 2018" which will be available at all times.

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Friday, May 4, 2018

Penilaian Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 / Assessment of Village Library Competition in Central Java Province on 2018

Seperti yang telah diberitakan secara singkat DI SINI dan DI SINI, bahwa Perpustakaan Desa (Perpusdes) "Cerah" Desa Wonopringgo berhasil masuk menjadi nominasi enam (6) besar Perpustakaan Desa tingkat Provinsi Jawa Tengah terbaik Tahun 2018. Tepat pada tanggal 25 April 2018, tim juri yang berasal dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah mengunjungi Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo untuk melakukan kunjungan sekaligus penilaian lapangan.

As already briefly reported HERE and HERE, that Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village successfully entered into six nomination the best of Library in Central Java Province on 2018. Right on April 25, 2018, judge team from Official of Archives and Library Central Java, visited Cerah Library of Wonopringgo Village to conduct a field visit.


Friday, April 27, 2018

Perpustakaan Desa Cerah Desa Wonopringgo Meluncurkan Kartu Anggota Baru / Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village Launches a New Member Card

Bulan Mei dan April tahun ini mungkin menjadi salah satu periode tersibuk sebelum kegiatan menyibukkan lainnya berdatangan. Karena, periode tersebut merupakan hari dimana Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo sedang mempersiapkan berbagai macam hal yang memang harus dipersiapkan. Desa Wonopringgo berhasil memperoleh kesempatan emas yang sangat berharga. Pasalnya, Perpustakaan desa kita menjadi wakil dari Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti suatu perlombaan yang sangat bergengsi. Bukan main-main, kali ini Desa Wonopringgo, khususnya Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo akan mewakili Kabupaten Pekalongan dalam ajang "Lomba Perpustakaan tingkat Provinsi Jawa Tengah". Tapi tunggu dulu... cerita menarik lainnya akan kami suguhkan pada paragraf selanjutnya. Akan sangat menyayangkan apabila anda hanya membaca sampai paragraf ini saja. Lalu, seperti apakah rupa hal menarik tersebut?


May and April on this year, may be one of the busiest periods before other busy activities arrive. Because, this period is the day where the Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village is preparing various things that must be prepared. Wonopringgo Village managed to gain a precious golden opportunity. Because our village library is representative of Pekalongan Regency to follow a very prestigious competition. Not kidding, this time Wonopringgo Village especially the Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village will represent Pekalongan Regency in the event of "Central Java Library Competition". But wait a minute ... another interesting story will serve in the next paragraph. It would be very unfortunate if you just read until this paragraph only. Then, what kind of the interesting things?


Bisa saja hal ini dikatakan sebagai sebuah sejarah. Karena ini merupakan kesempatan untuk pertamakalinya bagi Desa Wonopringgo, menjadi wakil Kabupaten Pekalongan dalam lomba perpustakaan tingkat Provinsi Jawa Tengah. Lebih dari itu, karena berita baiknya, Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo berhasil masuk menjadi nominasi 6 besar perpustakaan desa terbaik se-Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Minimal, perpustakaan desa kita akan mendapatkan penghargaan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Paling tidak, kita sudah mengamankan predikat Juara Harapan 3 pada ajang tersebut. Namun, bukan Desa Wonopringgo namanya jika hanya berpuas diri pada keadaan itu. Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh predikat yang lebih baik. Karena target dan harapan yang kami inginkan tidak main-main, oleh karena itu, Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo banyak melakukan terobosan menarik. Salah satunya dengan meluncurkan kartu anggota.


It could be said to be a history. Because this is the first opportunity for Wonopringgo Village, become the representative of Pekalongan Regency in the library competition level Central Java Province. More than that, because the other good news, Village Library  "Cerah" Wonopringgo Village successfully entered into the nomination of the top 6 best village libraries in Central Java Province in 2018. At a minimum, our village library will get an award at Central Java Provincial level. At least, we have secured the title of vice 3 champion at the event. However, is not Wonopringgo Village namely if only complacent on that situation. We will keep trying our best to get a better predicate. Because our targets and expectations that we want are not kidding, therefore, the Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village made many interesting breakthroughs. One of them by launching membership card.


Kartu anggota yang kami maksud bukan hanya kartu anggota alakadarnya yang berkesan "yang penting ada" namun lebih dari itu. Kartu anggota Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo sengaja didesain secara khusus untuk mempercepat proses peminjaman buku. Karena selama ini, proses peminjaman buku di perpustakaan kami tergolong dalam kategori yang menyita waktu alias lama. Apalagi ketika peminjam yang datang jumlahnya sangat banyak, pasti akan sangat menyita waktu. Karena pada mulanya, sistem peminjaman yang ada di perpustakaan kami masih menggunakan pencatatan manual satu persatu melalui aplikasi microsoft excel pada komputer petugas.

The member card we mean is not just carelessly member card who was impressed "perfunctory" but more than that. The members in Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village deliberately designed specifically to accelerate the process of borrowing books. Because all this time, the process of borrowing books in our library belong to the category that takes a long time. Especially when the borrowers who come very much, will be very time-consuming. Because at first, the lending system in our library are still using manual recording one by one through microsoft excel application on the officer's computer.


Berbekal dari permasalahan tersebut, akhirnya proses peminjaman dan pengembalian buku yang ada di perpustakaan kami telah berubah menjadi sistem otomasi menggunakan komputer. Sebenarnya, selain mengandalkan kecepatan otomasi pada komputer, sistem peminjaman dan pengembalian buku yang dilakukan secara manual masih digunakan. Hal tersebut dilakukan ketika ada kendala pada komputer, semisal ketika listrik padam. Sistem otomasi yang kami gunakan juga bukan sistem otomasi yang ala kadarnya. Sistem otomasi tersebut mengintegrasikan basis data yang kami miliki dengan barcode yang ada pada kartu anggota serta barcode yang ada pada label buku. Jadi, ketika ada pengunjung yang akan meminjam buku, tinggal pindai barcode yang ada pada kartu anggota untuk menampilkan data peminjam. Setelah itu, tinggal scan barcode yang ada pada buku yang akan dipinjam, untuk menampilkan data buku yang akan dipinjam. Semudah itu proses peminjaman buku yang ada di Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo. Dengan sistem peminjaman yang baru ini, proses peminjaman dan pengembalian buku dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit.

Because of these problems, ultimately the process of borrowing and returning books in our library has been transformed into a computerized automation system. Actually, in addition to relying on the speed of automation on the computer, manual borrowing and return systems are still used. This is done when there are obstacles on the computer, such as when power outages. The automation system that we use are not a simple automation system. The automation system integrates our data base with the existing barcodes on member cards as well as the barcodes contained on the book labels. So, when there are visitors who will borrow books, just scan the barcode that is on the member card to display the data of the borrower. After that, just scan the existing barcode on the book to be borrowed, to display the data of books to be borrowed. It's that easy process of borrowing books in the Village Library "Cerah" Desa Wonopringgo. With this new lending system, the process of borrowing and returning books can be completed in less than a minute.


Lantas, sudah punya kah kamu kartu anggota Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo? Kalau belum, kamu bisa melakukan pendaftaran online melalui website desawonopringgo.com atau melalui tautan INI. Setelah itu, tinggal mengaktifkan nomor anggota dan memperoleh kartu anggota yang akan kamu dapatkan pada hari itu juga. Hebatnya, kartu yang lumayan canggih itu dibuat dengan tidak memungut biaya apapun dari calon anggota perpustakaan, alias gratis. Walaupun kartu gratisan, tetapi ada banyak keuntungan yang diperoleh bagi pemilik kartu anggota tersebut. Diantaranya adalah:
1. Bebas biaya peminjaman buku.
2. Bebas biaya peminjaman CD/DVD/Film.
3. Bebas biaya peminjaman bahan pustaka lainnya.
4. Bebas akses komputer.
5. Bebas akses internet (Khusus di komputer Perpusdes)

So, have you got a card member in Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village? If not, you can register online through desawonopringgo.com website or via THIS link. After that, just activate the member number and get the membership card that you will get on the same day. Remarkably, the sophisticated card was made with no charge of any candidate members of the library, it's free. Although the card is free, but there are many advantages to the owner of the card. Among that are:
1. Free of books loan.
2. Free of CD / DVD / Film loan.
3. Free of other library materials loan.
4. Free of computer access.
5. Free of internet access (Especially on computer library).



Jadi, tunggu apalagi? Segera miliki kartu anggota Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo. Info lebih lanjut, hubungi Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo.

So what are you waiting for? Immediately have a member card in Library Village "Cerah" of Wonopringgo Village . For more information, just contact Library Village "Cerah" of Wonopringgo Village


Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Tuesday, April 17, 2018

Lomba Dalam Rangka Memperingati HUT Republik Indonesia Ke-72 Tahun 2017 / Competition In Order To Commemorate Independence Day of Republic Indonesia to 72 on 2017

Setelah serangkaian upacara bendera dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-72 dilaksanakan, serangkaian acara di Desa Wonopringgo belum berakhir. Karena masih akan ada beberapa acara lagi yang akan dilaksanakan. Salah satunya adalah "Lomba Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-72 Tahun 2017". Pada tahun ini, ada tiga perlombaan yang dilaksanakan pada tepat tanggal 17 Agustus 2017. Yaitu lomba balap makan pisang, lomba makan kerupuk dan lomba panjat pinang. Sebelum tanggal 17 Agustus 2017 juga ada beberapa lomba yang telah dilaksanakan, yaitu lomba tenis meja beregu dan lomba bulu tangkis beregu. Lalu, seperti apakah keseruan lomba tersebut?

After a series of flag ceremonies to commemorate the 72nd anniversary of Republic of Indonesia (RI), the series of events in Wonopringgo Village has not ended. Because there will still be some more events to be held. One of them is "Competition in Order to Commemorate HUT RI-72 Year 2017". In this year, there are three competitions held on 17 August 2017. Namely banana eating races contest, crackers feeding contest and areca nut climbing competition. Prior to August 17, 2017 there were also several competitions that had been held, namely table tennis and team badminton team competition. Then, what does the race like?


Setelah selesai melaksanakan upacara bendera untuk pertamakalinya di Desa Wonopringgo, acara dilanjutkan dengan membersihkan halaman GSG Pringgodani dari segala atribut upacara yang ada. Karena halaman GSG Pringgodani akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan beberapa lomba yang telah direncanakan. Diantaranya adalah lomba makan kerupuk, lomba balap makan pisang dan lomba panjat pinang. Lomba makan pisang diperuntukkan bagi anak-anak baik laki-laki maupun perempuan dan juga untuk ibu-ibu. Kemudian, lomba makan kerupuk hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Lalu, lomba panjat pinang hanya diperuntukkan untuk laki-laki dewasa.


After completing the flag ceremony for the first time in Wonopringgo Village, the event was continued by cleaning the GSG Pringgodani page from all attributes of the ceremony. Because GSG Pringgodani page will be used as a venue for the implementation of several contests that have been planned. Among them are race eating crackers, banana eating race and racing climbing areca nut. The banana eating contest is for both boys and girls as well as for mothers. Then, crackers feeding contest is only for children. Then, racing climbing areca nut is only for adult men.


Sebelum keseluruhan lomba tersebut di mulai, para pemuda dibantu warga Desa Wonopringgo lainnya, mulai membenahi batang pohon pinang yang akan digunakan untuk lomba panjat pinang. Sebelum pohon pinang ditegakkan, panitia mulai mengaitkan hadiah-hadiah pada sebuah lingkaran yang terbuat dari potongan batang bambu yang kemudian dipasang melintang pada ujung batang pinang. Ada juga para pemuda yang menggali lubang untuk nantinya pohon pinang ditanamkan kedalamnya. Selain itu, ada juga para pemuda yang bertugas untuk mengamplas batang pinang agar batang pinang semakin licin. Setelah semua hadiah dikaitkan, batang pinang siap dan lubang sudah siap, batang pinang mulai ditegakkan secara bersama-sama menggunakan bantuan empat buah tali yang saling berlawanan arah dan sebuah tangga bambu. Ada sekitar empat belas orang yang bertugas untuk mendirikan pohon pinang tersebut tepat pada lubang yang telah disiapkan.


Before the whole competition starts, the young people are assisted by other Wonopringgo villagers, starting to fix the pinang tree trunks that will be used for the areca climbing competition. Before the pinang tree is established, the committee begins to link the gifts to a circle made of bamboo sticks which are then mounted across the tip of the areca nut. There are also young men who dig a hole for the areca nut tree planted into it. In addition, there are also young men who are tasked to sand the areca nut stem to more slippery. After all the prizes are attached, the areca nut is ready and the hole is ready too, the areca nut starts to be enforced together using the help of four opposite ropes and a bamboo ladder. There were about fourteen people on duty to erect the betel tree right on the prepared hole.


Lomba makan kerupuk adalah lomba secara indivudual yang diperuntukkan bagi anak-anak. Dalam lomba makan kerupuk, akan ada sebuah tali membentang sepanjang kurang lebih lima meter yang kemudian diantara tali tersebut diberi tali yang menjuntai ke bawah sebanyak lima buah yang digunakan untuk menggantung kerupuk. Setelah peserta siap pada tempat yang telah disediakan, lomba kemudian akan dimulai. Cara memakan kerupuk pada lomba ini adalah tanpa menggunakan bantuan tangan. Jadi, kerupuk yang tergantung tersebut langsung dimakan melalui mulut. Peserta yang tercepat menghabiskan kerupuk dan tanpa ada yang terjatuh adalah pemenang pada perlombaan tersebut.


Lomba balap makan pisang adalah lomba yang diperuntukkan bagi satu pasang kelompok yang akan diadu dengan pasangan kelompok lainnya. Seluruh peserta lomba ditutup matanya menggunakan potongan kain. Satu orang bertugas untuk memasukkan pisang ke mulut pasangannya dan satu orang lainnya bertugas untuk memakan dan menghabiskan pisang secepat mungkin. Lomba dimulai ketika seluruh peserta benar-benar sudah tidak bisa melihat karena adanya kain penutup yang mereka kenakan. Kemudian satu orang berdiri dengan jarak sekitar 7 meter dari satu orang lainnya yang duduk pada sebuah kursi yang telah disiapkan. Setelah memastikan seluruh peserta pandangannya terhalangi dan seluruh peserta telah siap pada tempat yang telah disediakan, lomba baru bisa dimulai. Peserta yang berhasil memasukkan pisang pada mulut pasangannya dan peserta yang lebih dulu menghabiskan pisang adalah pemenang dalam perlombaan tersebut.


The banana racing contest is a race that is reserved for one pair of groups to be pitted against other group pairs. All participants were blindfolded using a piece of cloth. One person is assigned to put the banana into his partner's mouth and one other person is on duty to eat and finish it as quickly as possible. The race begins when all the participants really can not see because of the cover fabric they wear. Then one man stood about 7 meters from one other person sitting in a chair that had been prepared. After ensuring that all participants of the view are blocked and all participants are ready for the space provided, the racing can begin. Participants who successfully inserted bananas in their partner's mouth and the participants who first spent bananas were the winners in the competition.


Lomba panjat pinang adalah lomba beregu yang berisi lima orang. Dalam perlombaan kali ini, ada dua regu yang akan ambil bagian. Lomba panjat pinang ini adalah perlombaan yang secara bahu membahu bersama-sama memanjat pohon pinang tersebut kemudian berusaha mengantarkan salah seorang dari anggota grup agar mencapai titik puncak yang berjarak sekitar enam meter dari permukaan tanah. Setiap grup diberi kesempatan selama sepuluh menit untuk bisa meraih puncak. Jika dalam waktu yang telah ditentukan belum berhasil merain puncak, kesempatan diberikan kepada grup lainnya. Apabila dalam berkali-kali kesempatan kedua grup masih belum berhasil mencapai puncak, anggota grup ditambah dari yang semula lima orang tiap grup menjadi enam orang. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat mencapai puncak dan mengambil seluruh hadiah yang telah disediakan.


Race climbing areca is a team competition that contains five people. In the race this time, there are two teams that will take part. This areca climbing contest is a race that shoulder to shoulder together climbing pinang tree then try to deliver one of the group members to reach the top point which is about six meters from the ground. Each group is given a chance for ten minutes to reach the top. If within the specified time has not reach the top point, the opportunity is given to the other group. If in the second chance the two groups still have not reached the top, group members added from five people per group to six people per group. It is intended to reach the top point and take all the prizes that have been provided.

Begitulah serangkaian acara perlombaan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-72 Tahun 2017 yang telah dilaksanakan di Desa Wonopringgo. Dalam waktu enam bulan ke depan, kita akan kembali memasuki bulan Agustus. Sudah siapkah menyambut datangnya bulan Agustus mendatang?


Such is the series of events in order to commemorate the 72nd anniversary of the Republic of Indonesia Year 2017 which has been implemented in the Village Wonopringgo. In the coming months, we will be back in August. Are you ready for the next August?

Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"