Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat"

Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo

Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis

Pada tanggal 18 Agustus 2018 jam 19.30 WIB telah dilaksanakan Festival 3000 Piring Nasi Goreng Gratis di Sekitar Area Desa Wonopringgo

Dua Prestasi Nasional di Boyong ke Desa Wonopringgo

Membanggakan!!! Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo berhasil meraih dua prestasi tingkat nasional

Pentas Puas Aroma

Pada tanggal 15 Februari 2018 telah diadakan suatu acara yang sangat menarik dengan tajuk "Pentas Puas" yang diselenggarakan oleh brand Rokok Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Pemerintah Desa Wonopringgo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H - Minal Aidzin Wal Fa Idzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin

Sunday, November 4, 2018

Pawai Ta'aruf dan Pengajian Umum dalam Rangka Akhirussanah MDA Darul Huda Desa Wonopringgo


Tepat pada tanggal 4 Mei 2018, telah diadakan perayaan Akhirussanah di Desa Wonopringgo. Pada tahun ini, diadakan dua kegiatan berbeda yang dilaksanakan untuk memeriahkan atau mempergingati perayaan Akhirussanah tersebut. Diantaranya adalah Pawai Ta'aruf dan Pengajuan Umum. Namun, ada yang berbeda dengan Pawai Ta'aruf tahun ini dibanding pawai ta'aruf pada tahun sebelumnya. Seperti apakah keseruan serangkaian acara Akhirussanah Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Darul Huda Desa Wonopringgo berlangsung? Simak melalui ulasan berikut...

Right on May 4, 2018, Akhirussanah celebration was held in Wonopringgo Village. This year, two different activities were held to enliven or commemorate the end of the festival. Among them are the Ta'aruf Parade and General Recitation. However, there are something different from this year's Ta'aruf Parade compared to Ta'aruf Parade the previous year. What is the excitement of a series of Darul Huda Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) in Wonopringgo Village? Check through the following reviews ...



Pukul 18.15, peserta pawai ta'aruf telah bersiap di depan Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo untuk membentuk barisan yang telah ditentukan sebelumnya. Peserta pawai ta'aruf sendiri merupakan siswa dari MDA Darul Huda Desa Wonopringgo yang dimulai dari kelas terkecil hingga siswa kelas terbesar. Selain itu, ada juga wisudawan yang tergabung dalam barisan pawai ta'aruf. Dimana para wisudawan tersebut akan melalui prosesi wisuda setelah acara pawai ta'aruf berlangsung. Akhirussanah sendiri sejatinya merupakan perayaan atau ucapan syukur yang dilaksanakan setelah melalui serangkaian ujian. Sementara Pawai Ta'aruf sendiri merupakan serangkaian pawai yang bertujuan untuk lebih mengenalkan MDA dan kegiatan yang ada di MDA kepada masyarakat luas.

At 18.15, the participants of the Ta'aruf parade were prepared in front of the Darul Huda Mosque in Wonopringgo Village to form a predetermined line. The participants of the Ta'aruf parade themselves are students from the MDA Darul Huda Wonopringgo Village, which starts from the smallest class to the largest class. In addition, there were also graduates who joined the ranks of the ta'aruf parade. Where the graduates will go through the graduation procession after the ta'aruf parade takes place. Akhirussanah is actually a celebration or thanksgiving that is carried out after a series of tests. While the Ta'aruf Parade itself is a series of marches aimed at introducing the MDA and the activities in the MDA to the wider community.



Perbedaan yang paling kentara antara pawai ta'aruf pada tahun 2018 ini dibanding tahun 2017 lalu adalah waktu pelaksanaan pawai. Jika tahun 2017 dilaksanakan pada siang hari, lain halnya dengan tahun 2018 ini yang dilaksanakan pada malam hari. Untuk ulasan lengkap tentang serangkaian kegiatan perayaan Akhirussanah MDA Darul Huda Desa Wonopringgo pada tahun 2017 dapat dilihat melalui tautan INI. Setelah para peserta pawai siap pada posisinya masing-masing, pawai ta'aruf segera dimulai. Pawai tersebut dilaksanakan melalui rute yang telah disepakati sebelumnya yaitu dari Masjid Daru Huda Desa Wonopringgo ke arah barat menuju asrama 407. Kemudian belok ke kiri melalui Jalan Raya Wonopringgo menuju ke Pasar Wonopringgo. Lalu, masuk kembali ke Desa Wonopringgo kemudian berkeliling ke area Desa Wonopringgo dahulu sebelum kembali ke titik awal di Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo.

The most obvious difference between the ta'aruf parade in 2018 compared to 2017 is the time of the parade. If 2017 is held during the day, it is different from 2018 which is held at night. For a full review of the series of Akhirussanah activities of the MDA Darul Huda  celebration in Wonopringgo Village in 2017, see the HERE link. After the parade participants were ready for their respective positions, the ta'aruf march began immediately. The march was carried out through a previously agreed route, namely from the Daru Huda Mosque in Wonopringgo Village to the west towards the 407 dormitory. Then turn left via Jalan Wonopringgo to Wonopringgo Market. Then, go back to Wonopringgo Village and then tour the area of Wonopringgo Village before returning to the starting point at Darul Huda Mosque in Wonopringgo Village.



Rombongan pawai dibuka dengan kendaraan taktis yang berfungsi untuk membuka jalan. Kemudian diikuti oleh pembawa banner pawai ta'aruf, disusul dengan pasukan pembawa bandera. Setelah itu berturut-turut barisan pawai diikuti oleh Wisudawan, Penampilan Naga Liong dari Sanggar Bamboe Idjo Desa Wonopringgo, seluruh murid MDA Darul Huda, disusul oleh penampilan kesenian Calung Komppas yang selain sebagai hiburan juga sebagai penutup rombongan pawai. Pada pawai ta'aruf tahun ini, seluruh murid MDA Darul Huda Desa Wonopringgo membawa obor atau yang pada bahasa setempat disebut sebagai oncor. Selain sebagai pembeda dan sebagai penerangan jalan, obor tersebut difungsikan sebagai pemeriah pawai. Selain itu, dengan digunakannya obor tersebut juga sekaligus melestarikan dan mengenalkan kembali obor sebagai alat penerangan tradisional yang sudah sangat jarang digunakan sekarang. Dengan digunakannya obor pada pawai ta'aruf kali ini, dapat memberikan keuinkan tersendiri seakan menghadirkan kembali suasana desa pada tempo dahulu sebelum listrik menjadi konsumsi khalayak ramai seperti sekarang ini.

The parade group opened with a tactical vehicle that served to open the road. Then followed by the bearer of the ta'aruf parade banner, followed by the bandera carrier. After that a row of marches was followed by Graduates, Naga Liong Appearances from Sanggar Bamboe Idjo of Wonopringgo Village, all MDA Darul Huda students, followed by Calung Komppas art performance which was not only as entertainment but also as a closing procession for the parade group. In the ta'aruf parade this year, all Darul Huda MDA students in Wonopringgo Village carried torches or in local languages ​​called oncor. Aside from being a differentiator and as street lighting, the torch is used as a parade embellishment. In addition, with the use of the torch, it also preserves and reintroduces the torch as a traditional lighting tool that is very rarely used now. With the use of the torch in the ta'aruf parade this time, it can provide its own wish as if to bring back the atmosphere of the village in the past before electricity became the consumption of the public as it is today.



Setelah melalui rute yang telah disepakati sebelumnya, rombongan pawai mengakhiri perjalanan tepat pada titik awal keberangkatan yaitu di Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo. Tepat di depan Masjid Darul Huda, rombongan dari Calung Komppas sekali lagi menampilkan kebolehannya dalam memainkan alat musik gabungan yang terdiri dari beberapa alat musik dan juga menyelaraskan dengan gerakan para penari yang juga tergabung dalam kesenian Calung Komppas tersebut. Alat musik yang digunakan diantaranya adalah angklung, mini bass drum serta perkusi dari barang bekas. Tak mau kalah, Sanggar Barongsai Bamboe Idjo juga menunjukkan kebolehannya tepat di depan pengungjung yang telah memadati area Masjid Darul Huda Desa wonopringgo untuk mengikuti acara selanjutnya yaitu Pengajian Umum dalam rangka Akhirussanah MDA Darul Huda Desa Wonopringgo.

After going through the previously agreed route, the parade group ended the trip right at the starting point of departure, namely at Darul Huda Mosque in Wonopringgo Village. Right in front of the Darul Huda Mosque, the group from Calung Komppas once again displayed its skill in playing a combined musical instrument consisting of several musical instruments and also aligned with the movements of the dancers who were also members of the Calung Komppas art. Musical instruments used include angklung, mini bass drums and percussion from used goods. Not to be outdone, Barongsai from Sanggar Bamboe Idjo  also showed their skill right in front of the visitors who had packed the area of the Darul Huda Mosque in Wonopringgo Village to attend the next event, namely General Study in the context of the Darul Huda MDA Community in Wonopringgo Village.



Sebelum menuju acara puncak yaitu pengajian umum, terlebih dahulu kesenian Simptu Duror Desa Wonopringgo menghibur para pengunjung yang telah memadati area Masjid Darul Huda Desa Wonopringgo. Setelah itu, pembawa acara yang dibawakan langsung oleh Ust.Mustolih mengawali acara pada malam hari itu dengan diadakan prosesi wisuda murid MDA Darul Huda Desa Wonopringgo. Pada tahun 2018 ini, ada 12 siswa MDA Darul Huda yang terdiri dari 3 Putri dan 9 Putra yang akan melaksanakan prosesi wisuda yang dipimpin langsung oleh Ust.Muslih Said, Ust.Wisman serta Ust.Mustolih itu sendiri. Setelah prosesi wisuda berlangsung, diumumkan pula juara dari tiap-tiap kelas yang ada di MDA Darul Huda Desa Wonopringgo dari kelas terkecil hingga kelas terbesar.

Before heading to the peak event, namely general recitation, the art of Simptu Duror from Wonopringgo Village first entertained visitors who had crowded the area of Darul Huda Mosque in Wonopringgo Village. After that, the host was delivered by Ust. Mustolih started the event that night with a graduation procession of MDA Darul Huda students in Wonopringgo Village. In 2018, there were 12 MDA Darul Huda students consisting of 3 daughters and 9 sons who would carry out the graduation procession led by Ust. Muslih Said, Ust.Wisman and Ust. Mustolih itself. After the graduation procession, the champions of each class in the Darul Huda MDA Wonopringgo Village from the smallest to the largest class were announced.



Setelah serangkaian prosesi wisuda dilaksanakan, pembawa acara beralih yang semula disampaikan oleh Ust.Mustolih dialihkan kepada saudari Nia yang langsung mengambil alih acara sekaligus membuka puncak acara yang bertajuk "Pengajian Umum dalam Rangka Akhirussanah MDA Darul Huda Desa Wonopringgo". Acara awali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh tiga murid dari MDA Darul Huda Desa Wonopringgo. Dilanjukan dengan sambutan pertama yang disampaikan oleh Syarifudin selaku Ketua Panitia. Disusul Ust.Mustolih selaku Kepala MDA Darul Huda Desa Wonopringgo, lalu disambung oleh Soetarko selaku Ketua Masjid Jami' Darul Huda Desa Wonopringgo serta sambutan terkahir disampaikan oleh Slamet Haryanto selaku Kepala Desa Wonopringgo. Setelah serangkaian sambutan disampaikan, giliran kesenian Simtu Duror Desa Wonopringgo kembali menampilkan kebolehannya didepan para pengunjung yang ada. Setelah itu, sampailah pada acara puncak yang ditunggu-tunggu yaitu pengajian umum dimana KH. Iptu Akrom, S.Sos yang didapuk menjadi bintang utama pada malah hari itu.

After a series of graduation processions were held, the host switched to what was originally conveyed by Ust. Mustolih was transferred to Nia who immediately took over the event while opening the peak of the event entitled "General Study in the Framework of the End of MDA Darul Huda Village Wonopringgo Village". The program began with the reading of the Qur'anic verses by three students from MDA Darul Huda in Wonopringgo Village. Continued with the first speech delivered by Syarifudin as Chairperson of the Committee. Followed by Ust. Mustolih as the Head of MDA Darul Huda in Wonopringgo Village, then continued by Soetarko as Chair of the Jami' Mosque Darul Huda Wonopringgo Village and the last remarks delivered by Slamet Haryanto as the Head of Wonopringgo Village. After a series of remarks were delivered, Simtu Duror's of Wonopringgo Village showed again their skill in front of the visitors. After that, the peak of the long-awaited event was the general recitation where KH. Iptu Akrom, S.Sos, which was lined up as the main star on that day.



Pada ceramahnya, KH. Akrom menyampaikan beberapa hal yang perlu digaris bawahi oleh para pengunjung sekalian, diantaranya adalah agar para orang tua dapat menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anaknya karena zaman yang serba digital dan serba cepat ini pergaulan menjadi sangat rawan, bisa saja terjerumus ke obat-obatan terlarang atau masuk menjadi anggota aliran atau organisasi yang dilarang pemerintah. Sehingga peran orang tua harus ditingkatkan untuk mengawasi serta mengendalikan pergaulan putra-putrinya. Pada pengajian umum tersebut tak lupa beberapa kali KH. Akrom berkolaborasi dengan Grup Simtu Duror untuk sekedar memainkan suasana agar audiens dapat lebih menikmati ceramah yang disampaikan oleh yang bersangkutan sekaligus agar menjadi hiburan tersendiri bagi audien yang hadir. Setelah itu, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Akrom. Doa bersama tersebut sekaligus menutup serangkaian acara yang diadakan untuk memperingati Akhirussanah MDA Darul Huda Desa Wonopringgo pada tahun 2018.

In his lecture, KH. Akrom conveyed several things that need to be underlined by all visitors, including that parents can look after and supervise their children's association because of this all-digital and fast-paced era, social relations are very vulnerable, they may fall into illegal drugs or enter into a member of a stream or organization that is prohibited by the government. So that the role of parents must be increased to monitor and control the interactions of their children. At the general recitation did not forget several times KH. Akrom collaborates with the Simtu Duror Group to simply play the atmosphere so that the audience can enjoy the lectures delivered by those concerned as well as to be an entertainment for the audience present. After that, the event closed with a joint prayer led by KH. Akrom. The joint prayer also closed a series of events held to commemorate the End of the MDA Darul Huda Village in Wonopringgo Village in 2018.



Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI (sedang dalam proses)
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK (in process)

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Saturday, November 3, 2018

Pengumuman Pengangkatan Sekretaris Desa Wonopringgo



PENGUMUMAN 
Nomor: 141/ 79 /XI/2018


PENGANGKATAN PERANGKAT DESA

DESA WONOPRINGGO KECAMATAN WONOPRINGGO

 KABUPATEN PEKALONGAN

TAHUN 2018


Lowongan: 

JABATAN SEKRETARIS DESA


Sunday, September 16, 2018

Study Banding Pengelola Perpustakaan Desa Se-Kabupaten Rembang di Perpusdes "Cerah" Desa Wonopringgo / Comparative Study of Village Library Administrators of All Rembang Regency in Perpusdes "Cerah" Wonopringgo Village

Pada tanggal 24 April 2018, Perpustakaan Desa (Perpusdes) Cerah Desa Wonopringgo mendapat kunjungan study banding dari pengelola perpustakaan desa se-Kabupaten Rembang yang diinisaisi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Rembang. Tentu merupakan kebanggaan tersendiri karena acara tersebut merupakan agenda study banding pertama secara resmi yang pernah dilakukan di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Suatu apresiasi yang sangat membanggakan mengingat Perpusdes Cerah belum genap berusia 2 tahun setelah berdiri kembali dari tidur panjangnya. Jadi, seperti apakah keseruan study banding pertama yang dilaksanakan di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo Tersebut? Mari simak uraian lengkapnya melalui ulasan berikut...

Sunday, September 2, 2018

Ritual Budaya Bersih "Sumur Keramat" Desa Wonopringgo




Wonopringgo, Pekalongan – Mahasiswa TIM II KKN Undip Desa Wonopringgo mengikuti ritual kerja bakti bersih sumur keramat bersama warga bertempat di Desa Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu, 25 Juli 2018. Ritual ini rutin dilakukan warga Wonopringgo setiap kalender Jawa menunjukkan tanggal 12 sebagai wujud pelestarian budaya turun temurun. Adapun pembersihan sumur keramat bertujuan untuk menjaga kelestarian sumur peninggalan leluhur serta sebagai wujud rasa hormat dan terima kasih kepada para leluhur atas jasanya membangun Desa Wonopringgo.

Wednesday, August 15, 2018

Festival 3000 Piring Nasi Goreng GRATIS Desa Wonopringgo Tahun 2018 (Panduan)

Agenda Desa Wonopringgo Bulan Agustus Tahun 2018



Doakan, hadiri, ramaikan dan sebarkan serangkaian acara yang akan dilaksanakan di Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah pada bulan Agustus Tahun 2018 ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Monday, July 23, 2018

Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo Berhasil Meraih Dua Prestasi Tingkat Nasional / Cerah Village Library of Wonopringgo Village Succeeded in Achieving Two National Achievements


Membanggakan!!! Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo berhasil meraih dua prestasi tingkat nasional. Setelah pada tahun sebelumnya, Perpusdes Cerah juga berhasil meraih prestasi tingkat nasional serupa. Perestasi di tahun ini didapat sekaligus mempertahankan prestasi serupa yang pernah diperoleh pada tahun lalu. Yaitu menjadi Juara Cerita Impact Kategori Video pada acara Peer Learning Meeting Nasional Perpuseru. Namun, pada tahun 2018 ini, ada satu lagi tambahan prestasi tingkat nasional yang berhasil diboyong ke Desa Wonopringgo yaitu sebagai Perpustakaan Terbaik Tahun 2018.

Tuesday, July 3, 2018

Pentas Puas Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo / "Pentas Puas Aroma" in outdoor of GSG Pringgodani Wonopringgo Village


Pada tanggal 15 Februari 2018 telah diadakan suatu acara yang sangat menarik dengan tajuk "Pentas Puas" yang diselenggarakan oleh brand Rokok Aroma di Halaman GSG Pringgodani Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Acara tersebut diselenggarakan berkat kerjasama antara Brand Aroma dengan Pemerintah Desa Wonopringgo serta Karang Taruna Pringgodani Desa Wonopringgo. Dalam acara tersebut ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya adalah Festival Jajan Pasar, Fun Game serta hiburan rakyat. Lalu bagaimana keseruan acara tersebut berlangsung? Mari kita simak bersama-sama melalui uraian berikut ini...

Thursday, June 14, 2018

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H / HAPPY EID MUBARAK 1439 H


Pemerintah Desa Wonopringgo Mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H" - Minal 'Aidzin Wal Fa Idzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Thursday, June 7, 2018

Mulai Bulan Juni, di Desa Wonopringgo Bisa Internetan Gratis Sepuasnya / Starting in June, in Wonopringgo Village you Can Access Free Internet Service as much as you Want



Mulai bulan Juni tahun 2018, Perpustakaan CERAH Desa Wonopringgo meluncurkan program baru yaitu "Internetan Gratis Sepuasnya di Perpustakaan". Jadi, siapapun yang berkunjung ke Perpusdes Cerah bisa menikmati layanan internet gratis sepuasnya tanpa dipungut biaya apapun. Layanan ini diluncurkan untuk meningkatkan akses internet warga desa yang bisa di catat datanya secara langsung. Selain itu, juga untuk memasyarakatkan penggunaan internet kepada masyarakat. Agar internet bisa dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat desa. Lalu, apa aja syaratnya untuk menikmati layanan Internet Gratis di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo ini?

Starting in June of 2018, "CERAH" Library of Wonopringgo Village launched a new program called "Free Free Internet in the Library". So, anyone visiting Cerah Library  can enjoy free internet service as much as possible without any charge. This service is launched to increase internet access of villagers who can be recorded data directly. In addition, also to socialize the use of Internet to the public. In order for the internet can be enjoyed by all villagers. Then, what are the conditions to enjoy Free Internet service in Cerah Library of Wonopringgo Village?

Layanan ini terjalin antara kerjasama dari berbagai pihak. Diantaranya adalah Perpusdes Cerah, Pemerintah Desa Wonopringgo, BUMDes Pringgodani, Perpuseru by Coca-Cola Foundation serta aplikasi Kunang-Kunang. Khusus untuk dua pihak yang disebutkan terakhir, yaitu Perpuseru by Coca-Cola Foundation dan aplikasi Kunang-Kunang adalah pihak-pihak yang berhasil menjalin kerjasama dengan Pemerintah Desa Wonopringgo melalui Perpusdes Cerah yang akan menyediakan perangkat komputer lengkap serta aplikasi khusus yang disebut Kunang-Kunang.

This service is established between the cooperation of various parties. Among them are Cerah Library, Wonopringgo Village Government, "Pringgodani" Business Entity Village, Perpuseru by Coca-Cola Foundation and Kunang-Kunang application. Especially for the last two parties, namely Perpuseru by Coca-Cola Foundation and Kunang-Kunang application are two parties who successfully established cooperation with the Government of Wonopringgo Village through Cerah Library which will provide complete computer and special application called Kunang-Kunang.


Aplikasi Kunang-Kunang tersebut memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah dapat menangkat situs-situs yang masuk dalam kategori berbahaya dan seharusnya tidak boleh untuk diakses anak dibawah umur, atau mungkin tidak boleh diakses oleh orang dewasa juga. Seperti situs pornografi, judi online, situs berbau radikal dan situs-situs negatif lainnya. Jadi, dengan adanya aplikasi Kunang-Kunang yang telah ada di Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo, para orang tua tidak perlu khawatir kalau anaknya mulai mengakses internet. Karena ada admin khusus yang akan memantau lalulintas internet di Desa Wonopringgo yang melalui jaringan Internet Desa (Saat ini baru bisa diakses di Perpusdes Cerah) melalui catatan laporan yang diperoleh dari aplikasi Kunang-Kunang. Sehingga situs-situs yang berbau negatif dapat ditangkal dan diblokir sedini mungkin agar tidak dapat diakses melalui jaringan internet yang disediakan oleh Pemerintah Desa Wonopringgo.

The application of Kunang-Kunang has several advantages such as being able to remove sites that fall into dangerous categories and should not be accessible to minors, or may not be accessible to adults as well. Such as pornographic sites, online gambling, radical sites and other negative sites. So, with the application of Kunang-Kunang that already exist in Cerah Library of Wonopringgo Village, parents do not have to worry if their children start to access the internet. Because there is a special admin that will monitor internet traffic in Wonopringgo Village through the Village Internet network (Currently only accessible in Perpusdes Cerah) through report notes obtained from Kunang-Kunang application. So that the sites that smell negative can be denied and blocked as early as possible so that can not be accessed through internet network provided by Government of Wonopringgo Village.


Layanan internet gratis ini dapat diakses melalui tiga perangkat komputer yang disediakan GRATIS pula oleh Perpusdes Cerah atau bisa juga diakses melalui perangkat pribadi yang dimiliki oleh pengunjung. Kedepannya, menurut rencana (Apabila tidak ada kendala software) layanan internet sehat yang ada di Perpusdes Cerah akan diperluas jangkauannya ke seluruh titik hotspot milik Pemerintah Desa Wonopringgo. Jadi, diharapkan nantinya segala aktivitas dunia maya yang ada di Desa Wonopringgo dapat dikendalikan ke arah yang aman bagi segala usia. Tentunya, hal ini merupakan berita yang baik bagi para orang tua, karena anak-anaknya melakukan dan mengakses melalui jaringan internet sehat milik Pemerintah Desa Wonopringgo.

This free internet service can be accessed through three computer devices provided FREE also by Cerah Library or can also be accessed through personal device owned by the visitor. In the future, according to the plan (If there is no constraint software) healthy internet service in the Perpusdes Cerah will be extended to all hotspots own by Government of Wonopringgo Village . So, it is expected that all cyberspace activities in Wonopringgo Village can be controlled in a safe direction for all ages. Of course, this is good news for parents, because their children do and access through the healthy internet network owned by Government of Wonopringgo Village.


Syarat untuk melakukan akses internet gratis di Perpusdes Cerah hanya dengan memiliki kartu anggota Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Biaya untuk meenjadi anggota sekaligus memiliki kartu anggota adalah nol rupiah alias tidak dipungut biaya apapun alias GRATIS. Mau internetan gratis? Tinggal ke Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo. Belum jadi anggota? Tinggal daftar melalui tautan INI (Link aktif, tinggal klik jika ingin melakukan pendaftaran). Panduan lengkap proses pendaftaran juga bisa dilihat melalui tutan tadi.

Requirement to perform free internet access in Perpusdes Cerah only by having a member card from Cerah Library of Wonopringgo Village. The cost to be a member at the same time has a member card is zero rupiah namely free of charge namely FREE. Want free internet service? Come to Perpusdes Cerah Wonopringgo Village. Not yet a member? Live list via THIS LINK (Active Link, live click if you want to register). Complete guidance of the registration process can also be seen through the above.


Jadi, masih tunggu apa lagi? Ayo manfaatkan fasilitas internet gratis tersebut 😁😁😁😁
So, what are you waiting for? Let's take advantage of this free internet facility 😁😁😁😁

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Monday, May 28, 2018

Pionir Website Desa Bilingual (Dwi Bahasa) di Indonesia / Pioneer of Bilingual Village Website in Indonesia



Website desa dwi bahasa (Jamak disebut sebagai bilingual) merupakan suatu bentuk terobosan yang telah dilaksanakan oleh Desa Wonopringgo melalui portal desawonopringgo.comBilingualisasi website desawonopringgo.com sudah dimulai sejak bulan Juli 2017 dan masih terus berjalan hingga sekarang. Pembuatan website desa bilingual tersebut dimaksudkan untuk lebih menginternasionalkan Desa Wonopringgo dimata masyarakat dunia, diluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya kunjungan dari luar wilayah Indonesia yang mencapai angka lebih dari 5000 (Lima Ribu) kunjungan setiap tahunnya. Lima besar negara asing yang melakukan kunjungan ke website desawonopringgo.com berturut-turut dimulai dari Amerika Serikat, Ukraina, Israel, Perancis dan Tiongkok. Selain kelima negara tersebut, masih banyak negara asing lain yang juga pernah berkunjung ke website Desa Wonopringgo diantaranya adalah Rusia, India, Belanda, Rumania dan lain sebagainya. Kami sadar, angka tersebut masih sangatlah kecil. Namun, kalau bukan sekarang, kapan lagi?

The bilingual village website is a breakthrough that has been implemented by Wonopringgo Village  through the website of desawonopringgo.com. The bilingual process on website of desawonopringgo.com has been started since July 2017 and it still running until now. Workmanship of bilingual village website is intended to further internationalize Wonopringgo Village in the eyes of the world community, outside the territory of the Unitary State Republic of Indonesia. This is evidenced by the number of visitors from outside of Indonesia which reached more than 5000 (Five Thousand) visits each year. The top five foreign countries visiting website of desawonopringgo.com start from the United States, Ukraine, Israel, France and China. In addition to these five countries, there are many other foreign countries who have also visited the website of Wonopringgo Village including Russia, India, Netherlands, Romania and others. We realize that the figure is still very small. But if not now, when again?

Tidak Terdeteksi Adanya Website Desa Bilingual Pada Mesin Pencari Google / Undetected Bilingual Village Website on Google Search Engine 
Pembuatan website desa bilingual ini sepenuhnya dikerjakan oleh talenta-talenta muda Desa Wonopringgo yang sebagian besar tergabung dalam kepengurusan Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo, Karangtaruna Pringgodani Desa Wonopringgo dan beberapa tergabung dalam Sanggar Barongsai Bamboe Idjo Desa Wonopringgo. Mungkin pengalihan bahasa dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris yang ada di website Desa Wonopringgo masih sangat jauh dari kata bagus. Karena memang keterbatasan yang dimiliki oleh talenta muda yang ada di desa kami. Pada dasarnya, tidak ada barang seorang pun talenta muda Desa Wonopringgo yang sangat fasih dalam berbahasa Inggris. Namun, bukan menjadi suatu halangan bagi kami untuk terus berusaha menyajikan konten bilingual di desawonopringgo.com

The making of this bilingual village website is fully done by the young talents of Wonopringgo Village which mostly joined in to management of Village Library  "Cerah" Wonopringgo Village, Karangtaruna Pringgodani of Wonopringgo Village  and some joined in Barongsai Bamboe Idjo of Wonopringgo Village. Perhaps the translation from Bahasa Indonesia to English in the website of Wonopringgo Village is still very far from good way. Because of the limitations possessed by young talents in our village. Basically, there is no one of young talent in Wonopringgo Village that is very fluent in English. However, it is not an obstacle for us to keep trying to present bilingual content at desawonopringgo.com

Setelah Tulisan Ini Keluar, Mulai Terdeteksi Adanya Website Desa Bilingual Pada Mesin Pencari Google / After This Article Published. Detecting Bilingual Village Website on Google Search Engines
Berkat adanya Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo yang bermitra dengan Perpuseru, Coca-cola Foundation serta Bill & Mellinda Gates Foundation menjadikan pengerjaan website bilingual ini dapat terus dikerjakan hingga saat ini. Pasalnya, di dalam perpustakaan desa tersebut, telah tersedia 3 (Tiga) perangkat komputer lengkap beserta akses internet gratis yang semakin memudahkan pengerjaan website desa bilingual tersebut. Berkat kemajuan zaman, kelemahan yang telah kami sampaikan pada paragraf sebelumnya dapat dikurangi dengan adanya fasilitas luar biasa yang disediakan oleh Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo. Sehingga, talenta muda kami dapat menggunakan internet sebagai alat bantu untuk menerjemahkan kata dalam Bahasa Indonesia menjadi kata-kata yang kemudian membentuk kalimat dalam Bahasa Inggris.

Thanks to being Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village who are partnering with Perpuseru, Coca-cola Foundation and Bill & Mellinda Gates Foundation, this bilingual website can continue until now. The reason is, in the village library, has available 3 (Three) complete computer device along with free internet access which makes it easier for production of the bilingual village website. Because to the progress of the times, the weaknesses that we have, that we describe in the previous paragraph can be reduced by the extraordinary facilities provided by Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village. Thus, our young talents can use the internet as a tool to translate words from Indonesian into words that then form a sentence in English.


Perlahan-lahan, kami akan terus memperbaiki penggunaan kosa kata asing yang akan terus kami terapkan pada desawonopringgo.com. Agar website desa bilingual pertama di Indonesia ini dapat terus berjalan dalam koridor website desa bilingual yang akan semakin baik kedepannya. Kami sadar betul apa yang sedang kami kerjakan ini masih sangat jauh dari kata baik. Namun, apa salahnya mencoba? Toh orang asing tersebut tentu akan sangat memahami betul kekurangan kami dalam menggunakan bahasa asing bukan? Coba bayangkan, apabila ada banyak website desa bilingual di wilayah Indonesia ini. Akan banyak negara asing di luar sana yang dengan mudahnya memperoleh hal-hal menarik yang bisa disajikan pada website desa tanpa perlu melakukan proses translasi dahulu bukan? Jika demikian, setidaknya akan sedikit mematahkan paradigma yang mengatakan bahwa masyarakat desa adalah masyarakat ndeso yang ketinggalan zaman bukan?

Slowly, we will continue to improve the use of foreign vocabulary that we will continue to apply in desawonopringgo.com. In order for the first bilingual village website in Indonesia it can continue to run in the bilingual village website corridor which will be better in the future. We are well aware what we are doing is still very far from good way. However, what's wrong with trying? After all, the foreigner will surely really understand our shortcomings in using a foreign language is not it? Just imagine it, if there are many bilingual village websites in Indonesia. There will be many foreign countries out there who can easily find interesting things that can be presented on the village website without process any translation again, right? If so, at least it will slightly break the paradigm that says the village community is an outmoded society of "ndeso" is not it?

Jadi, sudah siap merubah website desa biasa menjadi website desa bilingual kawan? Sudah siap mematahkan paradigma negatif tentang masyarakat desa kawan?

So, are you ready to change the ordinary village website into a bilingual village website? Ready to break the negative paradigm about village community?

Dengan ini kami mengukuhkan diri sebagai Pionir Website Desa Bilingual di Indonesia. Pasalnya, ketika kami melakukan pencarian melalui google, belum ada website desa yang benar-benar menyisipkan bahasa asing dalam setiap postingan yang dibuat. Sebenarnya sudah ada desa yang mengklaim melakukan hal tersebut, namun ketika kami melakukan penelusuran secara langsung pada website desa yang telah disebutkan tersebut, nyatanya hal tersebut tidak benar-benar dilakukan dan diterapkan. Jadi, Pionir Website Desa Bilingual di Indonesia adalah website milik Desa Wonopringgo pada portal desawonopringgo.com

We hereby establish ourselves as Pioneers of Bilingual Village Website in Indonesia. Because, when we searching through google, there is no village website that actually insert a foreign language in every post made. There are already villages that claim to do so, but when we searching directly on the mentioned village website, in fact it is not really done and implemented. So, Pioneer of Bilingual Village Website in Indonesia is website owned by Wonopringgo Village at desawonopringgo.com



Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Tuesday, May 15, 2018

Transparansi Anggaran Desa Tahun 2018 dan Realisasi Anggaran Tahun 2017 serta Laporan Lainnya / Budget Transparency on 2018 and Budget Realization on 2017 and Other Report

Untuk tahun ini, Desa Wonopringgo memperoleh pendapatan sejumlah Rp1.493.557.751 yang diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp181.650.000, Dana Desa (DD) sebesar Rp729.469.000, Bagi Hasil Pajak & Retribusi (BHPR) sebesar Rp25.135.851, Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp302.302.900 serta Bantuan Keuangan Provinsi sebesar Rp255.000.000 Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat melalui gambar infografis dibawah ini:

For this year, Wonopringgo Village earns total of IDR1,493,557,751 earned from Local Revenue (PAD) of IDR181,650,000, Village Fund (DD) amounting to IDR729,469,000, Tax & Revenue Sharing (BHPR) of IDR25,135,851 , Village Fund Allocation (ADD) amounting to IDR302.302.900 and Provincial Financial Aid IDR255.000.000 For more details please see through the infographic picture below:
Klik Untuk Memperbesar / Click To Zoom In
Selain melalui gambar atau tautan di atas, APBDes Desa Wonopringgo Tahun Anggaran 2018 dapat juga dilihat melalui halaman utama desawonopringgo.com pada bagian sebelah kiri layar. Sementara itu, untuk Rencana Penggunaan Anggaran Dana Desa (RPD) Tahun Anggaran 2018 yang merupakan rincian dari infografis APBDes 2018, dapat dilihat melalui tautan berikut:

In addition through the image or link above, APBDes Desa Wonopringgo Fiscal Year 2018 can also be viewed through the main page of desawonopringgo.com on the left side of the screen. In the meantime, for the Budgetary Usage Plan (RPD) of Fiscal Year 2018, which is a breakdown of the inflation of APBDes 2018, can be seen through the following links:

Klik Untuk Uraian Lebih Rinci / Click For Detailed Description 
Untuk laporan realisasi pelaksanaan APBDes Desa Wonopringgo Tahun Anggaran 2017, yaitu proses atau hasil yang sudah dicapai pada Anggaran Tahun 2017 atau Laporan Penggunaan Dana Desa tahun Anggaran 2017 dapat disaksikan secara rinci melalui tautan berikut:

For the report on the realization of APBDes Wonopringgo Village on 2017, that is the process or the results achieved in the 2017 Budget or Village Fund Usage Report can be witnessed in detail through the following link:

Klik Untuk Uraian Lebih Rinci / Click For Detailed Description
Selain melalui tautan di atas, laporan realisasi pelaksanaan APBDes Desa Wonopringgo Tahun Anggaran 2017 dapat disaksikan melalui halaman utama desawonopringgo.com pada tab "Laporan Desa" Lalu pilih tab "Tahun 2017" yang akan tersedia sepanjang waktu. Untuk mendukung laporan tersebut di atas, Desa Wonopringgo telah membuat video Laporan Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2017 yang bisa disaksikan melalui tautan di bawah ini atau melalui Channel Youtube Desa Wonopringgo atau melalui halaman utama desawonopringgo.com pada bagian sebelah kiri layar.

In addition to the above link, the realization report of the implementation of APBDes Wonopringgo Village Fiscal Year 2017 can be watched through the main page of desawonopringgo.com on the tab "Laporan Desa" Then select the tab "Tahun 2017" which will be available all the time. In support of that report, Wonopringgo Village has made a video of the Village Fund Usage Reports of Fiscal Year 2017 that can be watched through the links below or through the Youtube Channel of Wonopringgo Village or through the main page of desawonopringgo.com on the left side of the screen.



Sementara itu, untuk Laporan Rukun Kematian Tahun 2017 dan Tahun 2018 dapat disaksikan secara rinci melalui tautan berikut:

Klik Untuk Uraian Lebih Rinci / Click For Detailed Description
Selain melalui tautan di atas, Laporan Rukun Kematian Tahun 2017 dan Tahun 2018 dapat pula disaksikan melalui halaman utama desawonopringgo.com pada tab "Laporan Desa" Lalu pilih tab "Tahun 2018" yang akan tersedia sepanjang waktu.

In addition to the above link, "Laporan Rukun Kematian" 2017 and 2018 can also be watched through the main page of desawonopringgo.com on the tab of "Laporan Desa" then select the tab of "Tahun 2018" which will be available at all times.

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Friday, May 4, 2018

Penilaian Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 / Assessment of Village Library Competition in Central Java Province on 2018

Seperti yang telah diberitakan secara singkat DI SINI dan DI SINI, bahwa Perpustakaan Desa (Perpusdes) "Cerah" Desa Wonopringgo berhasil masuk menjadi nominasi enam (6) besar Perpustakaan Desa tingkat Provinsi Jawa Tengah terbaik Tahun 2018. Tepat pada tanggal 25 April 2018, tim juri yang berasal dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah mengunjungi Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo untuk melakukan kunjungan sekaligus penilaian lapangan.

As already briefly reported HERE and HERE, that Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village successfully entered into six nomination the best of Library in Central Java Province on 2018. Right on April 25, 2018, judge team from Official of Archives and Library Central Java, visited Cerah Library of Wonopringgo Village to conduct a field visit.


Galeri Foto Dalam Rangka Penilaian Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 / Photo Gallery of Assessment of Village Library Competition in Central Java Province on 2018

Seperti yang telah diberitakan secara singkat DI SINI dan DI SINI, bahwa Perpustakaan Desa (Perpusdes) "Cerah" Desa Wonopringgo berhasil masuk menjadi nominasi enam (6) besar Perpustakaan Desa tingkat Provinsi Jawa Tengah terbaik Tahun 2018. Tepat pada tanggal 25 April 2018, tim juri yang berasal dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah mengunjungi Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo untuk melakukan kunjungan sekaligus penilaian lapangan.

As already briefly reported HERE and HERE, that Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village successfully entered into six nomination the best of Library in Central Java Province on 2018. Right on April 25, 2018, judge team from Official of Archives and Library Central Java, visited Cerah Library of Wonopringgo Village to conduct a field visit.

Informasi Lebih Lanjut: BACA DI SINI
For More Info: HERE

Friday, April 27, 2018

Perpustakaan Desa Cerah Desa Wonopringgo Meluncurkan Kartu Anggota Baru / Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village Launches a New Member Card

Bulan Mei dan April tahun ini mungkin menjadi salah satu periode tersibuk sebelum kegiatan menyibukkan lainnya berdatangan. Karena, periode tersebut merupakan hari dimana Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo sedang mempersiapkan berbagai macam hal yang memang harus dipersiapkan. Desa Wonopringgo berhasil memperoleh kesempatan emas yang sangat berharga. Pasalnya, Perpustakaan desa kita menjadi wakil dari Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti suatu perlombaan yang sangat bergengsi. Bukan main-main, kali ini Desa Wonopringgo, khususnya Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo akan mewakili Kabupaten Pekalongan dalam ajang "Lomba Perpustakaan tingkat Provinsi Jawa Tengah". Tapi tunggu dulu... cerita menarik lainnya akan kami suguhkan pada paragraf selanjutnya. Akan sangat menyayangkan apabila anda hanya membaca sampai paragraf ini saja. Lalu, seperti apakah rupa hal menarik tersebut?


May and April on this year, may be one of the busiest periods before other busy activities arrive. Because, this period is the day where the Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village is preparing various things that must be prepared. Wonopringgo Village managed to gain a precious golden opportunity. Because our village library is representative of Pekalongan Regency to follow a very prestigious competition. Not kidding, this time Wonopringgo Village especially the Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village will represent Pekalongan Regency in the event of "Central Java Library Competition". But wait a minute ... another interesting story will serve in the next paragraph. It would be very unfortunate if you just read until this paragraph only. Then, what kind of the interesting things?


Bisa saja hal ini dikatakan sebagai sebuah sejarah. Karena ini merupakan kesempatan untuk pertamakalinya bagi Desa Wonopringgo, menjadi wakil Kabupaten Pekalongan dalam lomba perpustakaan tingkat Provinsi Jawa Tengah. Lebih dari itu, karena berita baiknya, Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo berhasil masuk menjadi nominasi 6 besar perpustakaan desa terbaik se-Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Minimal, perpustakaan desa kita akan mendapatkan penghargaan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Paling tidak, kita sudah mengamankan predikat Juara Harapan 3 pada ajang tersebut. Namun, bukan Desa Wonopringgo namanya jika hanya berpuas diri pada keadaan itu. Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh predikat yang lebih baik. Karena target dan harapan yang kami inginkan tidak main-main, oleh karena itu, Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo banyak melakukan terobosan menarik. Salah satunya dengan meluncurkan kartu anggota.


It could be said to be a history. Because this is the first opportunity for Wonopringgo Village, become the representative of Pekalongan Regency in the library competition level Central Java Province. More than that, because the other good news, Village Library  "Cerah" Wonopringgo Village successfully entered into the nomination of the top 6 best village libraries in Central Java Province in 2018. At a minimum, our village library will get an award at Central Java Provincial level. At least, we have secured the title of vice 3 champion at the event. However, is not Wonopringgo Village namely if only complacent on that situation. We will keep trying our best to get a better predicate. Because our targets and expectations that we want are not kidding, therefore, the Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village made many interesting breakthroughs. One of them by launching membership card.


Kartu anggota yang kami maksud bukan hanya kartu anggota alakadarnya yang berkesan "yang penting ada" namun lebih dari itu. Kartu anggota Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo sengaja didesain secara khusus untuk mempercepat proses peminjaman buku. Karena selama ini, proses peminjaman buku di perpustakaan kami tergolong dalam kategori yang menyita waktu alias lama. Apalagi ketika peminjam yang datang jumlahnya sangat banyak, pasti akan sangat menyita waktu. Karena pada mulanya, sistem peminjaman yang ada di perpustakaan kami masih menggunakan pencatatan manual satu persatu melalui aplikasi microsoft excel pada komputer petugas.

The member card we mean is not just carelessly member card who was impressed "perfunctory" but more than that. The members in Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village deliberately designed specifically to accelerate the process of borrowing books. Because all this time, the process of borrowing books in our library belong to the category that takes a long time. Especially when the borrowers who come very much, will be very time-consuming. Because at first, the lending system in our library are still using manual recording one by one through microsoft excel application on the officer's computer.


Berbekal dari permasalahan tersebut, akhirnya proses peminjaman dan pengembalian buku yang ada di perpustakaan kami telah berubah menjadi sistem otomasi menggunakan komputer. Sebenarnya, selain mengandalkan kecepatan otomasi pada komputer, sistem peminjaman dan pengembalian buku yang dilakukan secara manual masih digunakan. Hal tersebut dilakukan ketika ada kendala pada komputer, semisal ketika listrik padam. Sistem otomasi yang kami gunakan juga bukan sistem otomasi yang ala kadarnya. Sistem otomasi tersebut mengintegrasikan basis data yang kami miliki dengan barcode yang ada pada kartu anggota serta barcode yang ada pada label buku. Jadi, ketika ada pengunjung yang akan meminjam buku, tinggal pindai barcode yang ada pada kartu anggota untuk menampilkan data peminjam. Setelah itu, tinggal scan barcode yang ada pada buku yang akan dipinjam, untuk menampilkan data buku yang akan dipinjam. Semudah itu proses peminjaman buku yang ada di Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo. Dengan sistem peminjaman yang baru ini, proses peminjaman dan pengembalian buku dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit.

Because of these problems, ultimately the process of borrowing and returning books in our library has been transformed into a computerized automation system. Actually, in addition to relying on the speed of automation on the computer, manual borrowing and return systems are still used. This is done when there are obstacles on the computer, such as when power outages. The automation system that we use are not a simple automation system. The automation system integrates our data base with the existing barcodes on member cards as well as the barcodes contained on the book labels. So, when there are visitors who will borrow books, just scan the barcode that is on the member card to display the data of the borrower. After that, just scan the existing barcode on the book to be borrowed, to display the data of books to be borrowed. It's that easy process of borrowing books in the Village Library "Cerah" Desa Wonopringgo. With this new lending system, the process of borrowing and returning books can be completed in less than a minute.


Lantas, sudah punya kah kamu kartu anggota Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo? Kalau belum, kamu bisa melakukan pendaftaran online melalui website desawonopringgo.com atau melalui tautan INI. Setelah itu, tinggal mengaktifkan nomor anggota dan memperoleh kartu anggota yang akan kamu dapatkan pada hari itu juga. Hebatnya, kartu yang lumayan canggih itu dibuat dengan tidak memungut biaya apapun dari calon anggota perpustakaan, alias gratis. Walaupun kartu gratisan, tetapi ada banyak keuntungan yang diperoleh bagi pemilik kartu anggota tersebut. Diantaranya adalah:
1. Bebas biaya peminjaman buku.
2. Bebas biaya peminjaman CD/DVD/Film.
3. Bebas biaya peminjaman bahan pustaka lainnya.
4. Bebas akses komputer.
5. Bebas akses internet (Khusus di komputer Perpusdes)

So, have you got a card member in Village Library "Cerah" of Wonopringgo Village? If not, you can register online through desawonopringgo.com website or via THIS link. After that, just activate the member number and get the membership card that you will get on the same day. Remarkably, the sophisticated card was made with no charge of any candidate members of the library, it's free. Although the card is free, but there are many advantages to the owner of the card. Among that are:
1. Free of books loan.
2. Free of CD / DVD / Film loan.
3. Free of other library materials loan.
4. Free of computer access.
5. Free of internet access (Especially on computer library).



Jadi, tunggu apalagi? Segera miliki kartu anggota Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo. Info lebih lanjut, hubungi Perpustakaan Desa "Cerah" Desa Wonopringgo.

So what are you waiting for? Immediately have a member card in Library Village "Cerah" of Wonopringgo Village . For more information, just contact Library Village "Cerah" of Wonopringgo Village


Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"

Tuesday, April 17, 2018

Lomba Dalam Rangka Memperingati HUT Republik Indonesia Ke-72 Tahun 2017 / Competition In Order To Commemorate Independence Day of Republic Indonesia to 72 on 2017

Setelah serangkaian upacara bendera dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-72 dilaksanakan, serangkaian acara di Desa Wonopringgo belum berakhir. Karena masih akan ada beberapa acara lagi yang akan dilaksanakan. Salah satunya adalah "Lomba Dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-72 Tahun 2017". Pada tahun ini, ada tiga perlombaan yang dilaksanakan pada tepat tanggal 17 Agustus 2017. Yaitu lomba balap makan pisang, lomba makan kerupuk dan lomba panjat pinang. Sebelum tanggal 17 Agustus 2017 juga ada beberapa lomba yang telah dilaksanakan, yaitu lomba tenis meja beregu dan lomba bulu tangkis beregu. Lalu, seperti apakah keseruan lomba tersebut?

After a series of flag ceremonies to commemorate the 72nd anniversary of Republic of Indonesia (RI), the series of events in Wonopringgo Village has not ended. Because there will still be some more events to be held. One of them is "Competition in Order to Commemorate HUT RI-72 Year 2017". In this year, there are three competitions held on 17 August 2017. Namely banana eating races contest, crackers feeding contest and areca nut climbing competition. Prior to August 17, 2017 there were also several competitions that had been held, namely table tennis and team badminton team competition. Then, what does the race like?


Setelah selesai melaksanakan upacara bendera untuk pertamakalinya di Desa Wonopringgo, acara dilanjutkan dengan membersihkan halaman GSG Pringgodani dari segala atribut upacara yang ada. Karena halaman GSG Pringgodani akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan beberapa lomba yang telah direncanakan. Diantaranya adalah lomba makan kerupuk, lomba balap makan pisang dan lomba panjat pinang. Lomba makan pisang diperuntukkan bagi anak-anak baik laki-laki maupun perempuan dan juga untuk ibu-ibu. Kemudian, lomba makan kerupuk hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Lalu, lomba panjat pinang hanya diperuntukkan untuk laki-laki dewasa.


After completing the flag ceremony for the first time in Wonopringgo Village, the event was continued by cleaning the GSG Pringgodani page from all attributes of the ceremony. Because GSG Pringgodani page will be used as a venue for the implementation of several contests that have been planned. Among them are race eating crackers, banana eating race and racing climbing areca nut. The banana eating contest is for both boys and girls as well as for mothers. Then, crackers feeding contest is only for children. Then, racing climbing areca nut is only for adult men.


Sebelum keseluruhan lomba tersebut di mulai, para pemuda dibantu warga Desa Wonopringgo lainnya, mulai membenahi batang pohon pinang yang akan digunakan untuk lomba panjat pinang. Sebelum pohon pinang ditegakkan, panitia mulai mengaitkan hadiah-hadiah pada sebuah lingkaran yang terbuat dari potongan batang bambu yang kemudian dipasang melintang pada ujung batang pinang. Ada juga para pemuda yang menggali lubang untuk nantinya pohon pinang ditanamkan kedalamnya. Selain itu, ada juga para pemuda yang bertugas untuk mengamplas batang pinang agar batang pinang semakin licin. Setelah semua hadiah dikaitkan, batang pinang siap dan lubang sudah siap, batang pinang mulai ditegakkan secara bersama-sama menggunakan bantuan empat buah tali yang saling berlawanan arah dan sebuah tangga bambu. Ada sekitar empat belas orang yang bertugas untuk mendirikan pohon pinang tersebut tepat pada lubang yang telah disiapkan.


Before the whole competition starts, the young people are assisted by other Wonopringgo villagers, starting to fix the pinang tree trunks that will be used for the areca climbing competition. Before the pinang tree is established, the committee begins to link the gifts to a circle made of bamboo sticks which are then mounted across the tip of the areca nut. There are also young men who dig a hole for the areca nut tree planted into it. In addition, there are also young men who are tasked to sand the areca nut stem to more slippery. After all the prizes are attached, the areca nut is ready and the hole is ready too, the areca nut starts to be enforced together using the help of four opposite ropes and a bamboo ladder. There were about fourteen people on duty to erect the betel tree right on the prepared hole.


Lomba makan kerupuk adalah lomba secara indivudual yang diperuntukkan bagi anak-anak. Dalam lomba makan kerupuk, akan ada sebuah tali membentang sepanjang kurang lebih lima meter yang kemudian diantara tali tersebut diberi tali yang menjuntai ke bawah sebanyak lima buah yang digunakan untuk menggantung kerupuk. Setelah peserta siap pada tempat yang telah disediakan, lomba kemudian akan dimulai. Cara memakan kerupuk pada lomba ini adalah tanpa menggunakan bantuan tangan. Jadi, kerupuk yang tergantung tersebut langsung dimakan melalui mulut. Peserta yang tercepat menghabiskan kerupuk dan tanpa ada yang terjatuh adalah pemenang pada perlombaan tersebut.


Lomba balap makan pisang adalah lomba yang diperuntukkan bagi satu pasang kelompok yang akan diadu dengan pasangan kelompok lainnya. Seluruh peserta lomba ditutup matanya menggunakan potongan kain. Satu orang bertugas untuk memasukkan pisang ke mulut pasangannya dan satu orang lainnya bertugas untuk memakan dan menghabiskan pisang secepat mungkin. Lomba dimulai ketika seluruh peserta benar-benar sudah tidak bisa melihat karena adanya kain penutup yang mereka kenakan. Kemudian satu orang berdiri dengan jarak sekitar 7 meter dari satu orang lainnya yang duduk pada sebuah kursi yang telah disiapkan. Setelah memastikan seluruh peserta pandangannya terhalangi dan seluruh peserta telah siap pada tempat yang telah disediakan, lomba baru bisa dimulai. Peserta yang berhasil memasukkan pisang pada mulut pasangannya dan peserta yang lebih dulu menghabiskan pisang adalah pemenang dalam perlombaan tersebut.


The banana racing contest is a race that is reserved for one pair of groups to be pitted against other group pairs. All participants were blindfolded using a piece of cloth. One person is assigned to put the banana into his partner's mouth and one other person is on duty to eat and finish it as quickly as possible. The race begins when all the participants really can not see because of the cover fabric they wear. Then one man stood about 7 meters from one other person sitting in a chair that had been prepared. After ensuring that all participants of the view are blocked and all participants are ready for the space provided, the racing can begin. Participants who successfully inserted bananas in their partner's mouth and the participants who first spent bananas were the winners in the competition.


Lomba panjat pinang adalah lomba beregu yang berisi lima orang. Dalam perlombaan kali ini, ada dua regu yang akan ambil bagian. Lomba panjat pinang ini adalah perlombaan yang secara bahu membahu bersama-sama memanjat pohon pinang tersebut kemudian berusaha mengantarkan salah seorang dari anggota grup agar mencapai titik puncak yang berjarak sekitar enam meter dari permukaan tanah. Setiap grup diberi kesempatan selama sepuluh menit untuk bisa meraih puncak. Jika dalam waktu yang telah ditentukan belum berhasil merain puncak, kesempatan diberikan kepada grup lainnya. Apabila dalam berkali-kali kesempatan kedua grup masih belum berhasil mencapai puncak, anggota grup ditambah dari yang semula lima orang tiap grup menjadi enam orang. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat mencapai puncak dan mengambil seluruh hadiah yang telah disediakan.


Race climbing areca is a team competition that contains five people. In the race this time, there are two teams that will take part. This areca climbing contest is a race that shoulder to shoulder together climbing pinang tree then try to deliver one of the group members to reach the top point which is about six meters from the ground. Each group is given a chance for ten minutes to reach the top. If within the specified time has not reach the top point, the opportunity is given to the other group. If in the second chance the two groups still have not reached the top, group members added from five people per group to six people per group. It is intended to reach the top point and take all the prizes that have been provided.

Begitulah serangkaian acara perlombaan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-72 Tahun 2017 yang telah dilaksanakan di Desa Wonopringgo. Dalam waktu enam bulan ke depan, kita akan kembali memasuki bulan Agustus. Sudah siapkah menyambut datangnya bulan Agustus mendatang?


Such is the series of events in order to commemorate the 72nd anniversary of the Republic of Indonesia Year 2017 which has been implemented in the Village Wonopringgo. In the coming months, we will be back in August. Are you ready for the next August?

Galeri lain acara ini dapat dilihat DI SINI
Other photos of this event can be seen HERE

Video acara ini dapat dilihat di atas atau melalui link berikut INI
Video of this event can be seen above or through by following THIS LINK

Wonopringgo Maju,
Wonopringgo Bersatu,
Wonopringgo MANTap!,
Wonopringgo Maju, Bersatu, MANTap!

Salam MANTap!
"Menuju Wonopringgo MANTap! (Mandiri, Aman, Nyaman dan Terampil)"